Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 109


__ADS_3

🍀Wanita penggoda🍀


Arumi menatap Gilang, ada rasa sedih ia menatap sang suami. Aku harus jawab apa, aku tidaklah hamil honey! Jika saat ini kamu bersikukuh agar aku masuk ke rumah sakit. kamu akan tau kenapa aku sebenarnya. ini ga boleh terjadi, aku ga mau kamu menerima kenyataan pil pahit. Maafkan aku honey.


"Sayang, hei kenapa diam?" Gilang melambai tapak tangan ke sudut wajah sang istri.


"Sepertinya tamu bulanan lancar honey, maaf membuat harapan palsu."


Mendengar pernyataan itu, Gilang memeluk Arumi. meski ia mengharap jika ia akan mendapati keturunan dari istri yang ia cintai."Baiklah kita akan pulang kerumah sayang," Gilang tak ingin membuat Arumi bersedih. dengan perdebatan apapun untuk mengajaknya ke rumah sakit, ia pun menurutinya.


"Honey, lihat ke depan Awas,,!"


Streeeth...,, Rem mendadak. Gilang meng'setir mobil berhenti dengan tiba tiba. Arumi dan Gilang menatap arah depan amat syok.


Honey, kita harus keluar, kamu hampir saja menabrak wanita itu! Baiklah. tunggu disini sebentar aku akan kembali sayang! Gilang mengecup kening.


Dua puluh menit Gilang meminta maaf.Tapi wanita itu duduk mencari perhatian. ia memegang tangan tubuh pria itu, tapi Gilang menghindar dan menatap kaca mobil. berharap sang istri tak melihatnya.


"Anda sekarang sudah baik, silahkan ke dokter!"


"Nama saya shasha. anda tidak perlu repot memberi uang, cukup antarkan saya pulang." Shasha memberi amplop yang diberikan Gilang.


Gilang dibuat kesal, ia segera melangkah dan memberikan amplop itu pada wanita di hadapannya. agar kelak tak menimbulkan masalah kedepannya.


Namun dua langkah Shaha mengejar Gilang. tapi ia tersandung sengaja akan gaunnya, ia menepuk pangku punggung Gilang hingga terjatuh. Sehingga posisi itu saling memeluk, gilang terkejut dan saling menatap.


"Honey...,,?" Arumi keluar dari dalam mobil. ketika suaminya terjatuh. ia terdiam ketika menatap sang suami terjatuh memeluk wanita. menutup mata dengan telapak tangannya.


"Minggir kau, wanita aneh!"


Shasha pun membersihkan siku yang sakit.sementara menatap pria itu amat romantis dengan sesesorang, ia memeluk wanita dengan sayang. "Kenapa dia bisa manis seperti itu apa dia kekasihnya?" Shasha mencoba mencerna.

__ADS_1


"Sayang, yang kamu lihat tadi..."


"Tak apa honey, aku tau dan aku percaya penuh padamu,"


Arumi tersenyum menatap sang suami. Gilang mengajaknya pergi dan melanjutkan perjalanan yang tertunda. Namun Arumi menatap wanita itu kasihan,"Honey, dia terluka?"


Gilang ikut menatap dengan rasa sebal, ia memutar mata seolah wanita itu sengaja membuatnya terkunci untuk berbelas kasih.Apa tidak ada trik lain, Gilang memesan taxsi dan tiba saja dalam sepuluh menit tiba.


"Hai kamu, tadi siapa namanya?" Gilang menghampiri.


"Shasah handsome. nama saya. S-h-a ..." belum selesai mengeja, Gilang menunjuk tapak tangan agar berhenti bicara. seperti Stop!


Silahkan masuk! Pak supir tolong antarkan wanita ini sampai tujuannya. kalau perlu ke neraka tertinggi. tolong antarkan! shasha pun membulatkan mata dengan sempurna, tak percaya ada pria yang ketus padanya.


"Honey, kamu...?" sesaat Arumi bicara namun ditepis. Tak apa sayang. aku tau wanita ini sengaja, sudah cukup memberi ganti rugi dan memesan taxsi bukan? Tapi honey aku percaya padamu,, Namun Gilang memeluk erat sang istri. saling memandang penuh cinta dan membelai pipi sang istri.


Shasa pun hanya memanyunkan bibir, ia masuk ke dalam taxsi dengan berjalan tertatih tatih, Arumi ingin menolong tapi tak di ijinkan oleh Gilang. Tiba ia masuk melangkahkan kaki yang terakhir.


Braaagh....,, pintu taxsi ditutup rapat amat kencang tanpa menatap, membuat shasha terkejut. "Pria sialan, dia tidak sama dengan pria yang biasa ku goda." Tunggu sebentar pak, saya harus membuka pintunya kembali, rok saya tersangkut oleh pria durjana tadi! Setelah membenarkan shasha menatap pria itu dengan sebal, ia memicik dengan berkata. Jika aku bertemu kembali, akan ku buat kau menyesal!


Sesampainya dirumah, Clara dan Danzel menyambut Arumi. ia berbicara rindu dan banyak pertanyaan. terlebih Clara yang keceplosan.


"Ka, Arumi selepas dari rumah sakit kemana?"


Danzel dalam pelukan sang mama, ia bingung akan pertanyaan Clara. mengapa bisa tau ia kerumah sakit? Namun belum menjawab. tiba saja oma Seiyen menghampiri dan berkata," Sudah Gil, bawa Arumi masuk. suruh dia istirahat. seperti tidak ada waktu dan hari saja. tidak perlu mencecar pertanyaan, buang - buang waktu saja!


Arumi menatap Gilang, Clara mengigit bawah bibir. menaikan alis pada sang kaka Agar menyabarkan ka Arumi dengan sikap Oma.Sementara Gilang mengajak sang istri masuk, Danzel yang tak lepas memeluk sang mama. Tapi Clara berfikir aneh, "Apa yang kaka ipar sembunyikan?"


Owh...,, mencari kunci jawaban sikap ka Arumi. sama seperti skripsi ku yang selalu di silang oleh dosen! Clara pun berjalan masuk kedalam rumah. tapi seseorang menepuk bahu Clara dan berkata," Itu sih iQ mu yang level satu Clara!" tutur fandi.


Hei kau ini, asisten tak tau diri. bicara lagi ku adukan kau dengan ka Gilang, biar dipotong gajimu habis full! "Baiklah, adukan saja. aku ingin bicara juga oleh kakakmu. jika skripsimu ditolak tiga kali," pekik Fandi tertawa lepas.

__ADS_1


Clara menonjolkan seluruh mata, melirik ke sekitar agar Ka Gilang tak mendengarnya lebih dulu. mendengar hal itu ia berlari mengejar Fandi,"Dasar si iblis,tangan kanan kaka yang rese!"


"Kau Ratu iblisnya." Senyum Fandi.


perdebatan semakin menjadi dalam beberapa saat.


........


Beberapa jam kemudian. Clara membuat teh dan melanjutkan materi skripsi dibantu Fandi. setelah selesai ia pelajari, kini hanya ia seorang diri. Namun siapa sangka ia menatap tengah malam melihat Arumi keluar seorang diri tanpa ditemani Ka Gilang.


Arumi berjalan menuju pohon beringin. tak lama ia mengambil satu kotak dan sepucuk surat. Lalu ia segera masuk kedalam rumah dengan terburu buru. tanpa sadar Clara disamping rumah memperhatikannya.


"Tidak ada orang, tapi kenapa ka Arumi ambil paket. mengambil pesanan tanpa wujud?" Clara masuk ke dalam rumah, ia begidik ngeri karna takut atau memang dasarnya penakut. ia mencerna apa yang dilakukan oleh kaka ipar semalam itu.


Clara yang hendak masuk ke dalam kamar melewati kamar sang oma, tapi ada satu hal aneh ia menatap jam dinding. ini sudah malam, mengapa Oma tertawa dan menelp sudah selarut ini ? "Kau sedang apa, gadis bodoh?"


Clara menatap Fandi, menunjukan telunjuk yang menempel pada bibirnya. "Ssst...diam kau asisten iblis!" Fandi pun berjalan kembali keteras melewati Clara yang aneh.


Clara mengetuk pintu kamar Oma, ia lalu masuk ketika oma membukanya. "Semalam ini kamu mau tidur dengan oma ya?"


Heuuumph..., ya oma gpp kan ?Oma seiyen pun tersenyum dan kembali menarik selimut. sementara Clara mencari sesuatu yang dibicarakan Oma, kenapa ada nama ka Arumi.


sebenarnya apa yang disembunyikan oma, kenapa tak menyukai ka Arumi dan sebenci itu pada kaka ipar? benak Clara.


Sreeeth....,, Braaagh. sesuatu terjatuh saat Clara mengambil barang penting. ia menjatuhkan sesuatu membuat oma Seiyen menatap bulat sempurna menatap tajam.


.


.


Apa yang dilakukan Clara?

__ADS_1


🌹 Happy Reading 🌹


.


__ADS_2