Darkest Dream

Darkest Dream
Keturunan Klan Servidor


__ADS_3

Ale menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 4 dini hari, dan kamar Lizzie masih belum ada penghuni nya.


"Dasar gadis menyebalkan, gara-gara dia aku bahkan tidak tidur hingga dini hari " Gerutu Ale mengomel tak jelas. Bolak balik bantal nya dia balik entah untuk tujuan apa.


"Akhhh..!! aku benar-benar gila, kenapa terus memikirkan gadis bar-bar itu." Ucap Ale kesal, pria itu menutup wajahnya menggunakan bantal agar bayangan Lizzie enyah dari pelupuk mata nya.


"Tidak! Ini tidak bisa di biar kan. Awas saja saat kau kembali aku akan memberi mu hukuman, gadis nakal." Ucap nya menyeringai kesal.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Lizzie masih di tangani oleh beberapa orang dokter, Jeff mondar mandir di depan ruang tunggu.


flashback


Drrrttt drrrttt drrrttt


Ponsel Jeff terus bergetar, membuat pria yang sedang di landa mood tak karuan itu kesal.


"Jika bukan berita baik, sebaiknya jangan menghubungi ku. Pah...."


"Paman, ini aku Leah. Kakak ku butuh pertolongan mu, dia kehabisan banyak darah. Paman tau bukan? apa yang kakak ku butuh kan? katakan kemana kami harus membawa nya" ucap Leah memotong cepat kalimat sapaan tak hangat dari Jeff. Jeff mematung mendengar suara seorang gadis di ujung telepon nya.


"Paman, kakak ku tidak bisa menunggu lama. Kau punya banyak waktu nanti untuk mencerna situasi, tidak sekarang." Tegas Leah mengingat kan.


"Ah? ya, maaf. Aku akan kirim kan alamat nya, pasti kan tidak ada satupun orang yang mengikuti kalian. Paman akan siapakn apa yang nona muda butuh kan." Sambungan berakhir, Jeff menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk datang ke markas.

__ADS_1


flashback off


Klek


Seorang dokter keluar dengan wajah lesu, tiga jam fokus mereka tertuju pada pasien istimewa di dalam ruangan itu. Membuat mereka kesulitan meski hanya sekedar bernafas.


"Bagaimana dengan kakak ku?" ujar Leah menodongkan senjata nya ke dada sang dokter, membuat jantung dokter tersebut hampir melompat keluar dari tempat nya. Jeff terkejut melihat reaksi nona muda kedua nya.


"Nona muda, biarkan dokter menjelaskan tentang keadaan nona muda pertama terlebih dahulu." Ujar Jeff membujuk.


"Katakan!" Leah menurunkan pistol kembali.


Sebelum menjelaskan, dokter itu meraup oksigen sebanyak banyaknya. "Nona muda sudah tertangani dengan baik, darah yang beliau butuh kan cocok. Dan stok kami masih tinggal satu kantung, untuk memperbanyak nya, kami butuh sedikit tetesan darah murni pewaris mahkota. Tuan muda Leon." Jelas nya takut-takut.


"Kau cari mati rupanya, setetes saja kau berani mengambil darah adik ku. Akan aku kirim kau ke akhirat!" Desis Leah menatap tajam pada sang dokter. Jeff segera menyela situasi agar tidak semakin tegang.


"Dan setelah darah itu ter kloning dalam jumlah yang banyak, maka umat manusia tidak lagi di sebut manusia." Ujar Leah penuh tekanan "darah itu akan di jadikan vaksin untuk memusnahkan sisi kemanusiaan umat manusia di muka bumi ini. Dan kalian, akan menjadi salah satu dari sekian banyak musuh kami, yang terpaksa harus kami tumpaskan dengan suka rela." Lanjut Leah mencengkeram erat kerah baju sang dokter.


Glek


Susah payah Jeff dan temannya menelan ludah mereka. Separah itu kah kandungan darah para keturunan murni tersebut. Kini dia mengerti, kenapa Sandora mendatangi nya dua hari yang lalu. Menitipkan sebuah boks penyimpanan yang berisi beberapa kantung darah keturunan murni di dalam nya. Ini kah arti kata cukup yang di ucapkan oleh Sandora pada nya itu, arti nya, tidak ada yang boleh mengkloning darah tersebut apapun alasannya.


flashback


"Tuan, ada seorang wanita tua ingin menemui anda. Beliau mengatakan, anda sedang mencari nya saat ini, dan kini dia datang untuk memenuhi takdir nya." Ujar salah seorang anak buah Jeff. Jeff tertegun, secepat itu. Namun segera mempersilahkan tamu istimewa nya untuk masuk.

__ADS_1


Seorang wanita berumur sekitar 80 tahunan masuk dengan seorang wanita seksi di samping nya. Wanita itu tengah menenteng sebuah boks berukuran sedang di tangannya.


"Maaf mengganggu waktu mu, Jeff. "Sapa nya ramah.


"Ah, tidak. Aku tidak terganggu sama sekali. Senang akhirnya bisa bertemu langsung dengan keturunan langsung klan Servidor. Aku mendengar banyak kisah menakjubkan tentang kehebatan anda di masa lalu, nyonya Sandora." Puji Jeff tulus dan bangga, akhirnya bisa bertemu langsung dengan orang yang sangat dia kagumi itu. Sandora tersenyum simpul mendengar pujian tulus dari anak muda di hadapan nya itu.


"Silah kan duduk, maaf jika sambutan ku terkesan tidak menghormati anda nyonya. Andai aku tau anda akan datang, aku pasti akan menyiapkan penyambutan dengan segala kesiapan maksimal." Tutur Jeff tak enak hati.


"Tidak masalah, akan sangat mencuri perhatian jika kau terlalu berlebihan menyambut wanita tua ini. Kecuali jika kau mau menyambut nya secara khusus, mungkin bisa kau atur waktu lain kali." Kelakar Sandora melirik sekilas sekretaris cucu nya, yang terlihat memperbaiki pakaian nya dengan gaya malu-malu.


Jeff tertawa sumbang "aku mempunyai wanita spesial yang selalu menunggu ku pulang dalam keadaan utuh, nyonya. Kepala ku bisa berlubang jika sampai ada jejak wanita lain di tubuhku, meski hanya sebatas sentuhan tak sengaja." seloroh Jeff, Membuat keduanya tertawa penuh makna.


"Apa yang membuat anda menyambangi perusahaan kecilku nyonya?" tanya Jeff langsung ke pokok rasa penasaran nya.


"Aku tidak ingin berbasa-basi lagi, Jeff. Ini," Sandora menggeser boks yang terlihat sedikit berat tersebut ke arah Jeff. "Di dalam nya berisi beberapa kantung darah, darah leluhur keluarga Belluwig. Darah ini masih murni, karena belum tersentuh sihir atau mantra apapun." Sandora menghela nafas panjang, pikiran nya menerawang jauh ke masa lalu.


"Aku punya firasat tak baik ke depannya, aku takut salah satu para pewaris mengalami luka yang berujung membutuhkan darah. Mereka tidak boleh mendapatkan darah dari manusia biasa. Aku belum tau efeknya, hanya saja, leluhur ku selalu berpesan pada setiap garis keturunan mereka. Agar menjaga kotak ini dengan baik. Aku sudah tua, kekuatan ku pun sudah mulai mengikis seiring berjalannya waktu. Aku ingin kau yang menjaganya mulai sekarang, jiwa mu berasal dari salah satu keturunan murni klan Servidor. Hanya saja kau belum menyadari nya." Jeff terkesiap, dia pernah mendengar tentang klan tersebut. Klan terkuat yang bertugas menjadi penjaga para pewaris keturunan darah murni.


Benarkah dirinya merupakan salah satu dari klan hebat tersebut, ingin sekali Jeff berteriak saking kesenangan.


"Jagalah darah ini mulai sekarang, hanya ada 5 kantung, pastikan ini cukup. 55 tahun yang lalu, nenek buyut keluarga Belluwig pernah memakai nya dua kantung, entah untuk keperluan apa. Nenenk buyut ku tak bisa mencegah nya, namun aku yakin. Nyonya Samara menggunakan nya untuk hal yang tidak baik. Dan ini, hanya berisi 5 peluru yang terbuat dari serbuk baja, dan tetesan darah murni. Kau harus menggunakan nya dengan bijak, pilih salah satu yang harus kau selamat kan. Kau akan mengerti nanti bila sudah saat nya." Ujar Sandora memberikan sebuah bungkusan kain hitam yang berisi pistol jadul namun tetap yang tercanggih hingga sekarang. Bedanya, pistol itu memiliki amunisi yang tidak biasa.


"Apa tidak terlalu berlebih-lebihan jika aku yang mengemban tugas ini, nyonya ? Maksud ku, aku ini adalah mantan seorang pembunuh, seorang mafia di masa lalu. Aku merasa tidak layak untuk menerima berkat ini" ujar Jeff rendah diri. Sandora tersenyum simpul, dia tau dia tidak salah memilih.


"Kau yang terpilih Jeff, lakukan tugas mu dengan benar. Jangan pernah mengkhianati tuan mu, karena tidak ada pengampunan dosa bagi para pengkhianat!" Pungkas Sandora penuh penekanan. Jeff mengangguk mantap, dia siap akan segala yang dia hadapi ke depan nya nanti. Walau nyawanya sebagai taruhan nya.

__ADS_1


flashback off


__ADS_2