Darkest Dream

Darkest Dream
Dukungan Para klan Servidor


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri, Bern berkutat di dapur nya. Pria itu berpikir, jika Lizzie terbangun, pasti gadis itu akan merasa sangat lapar.


Sementara di rumah Turner, suami istri itu tengah melakukan sebuah ritual. Dengan melafalkan kalimat-kalimat yang terdengar seperti sebuah mantra.


"Hentikan jika kau tidak sanggup, Lupe. Jangan memaksa kan diri, nona muda kita akan mengerti, jika usia telah merenggut hampir seluruh sisa kekuatan yang kita miliki." Turner menopang tubuh lemah istri nya yang terlihat terus memaksa kan diri, untuk melanjutkan ritual tersebut.(Lupe Turner, istri Charles Turner)


"Kau mengerti benar bagaimana perasaan ku, Charles. Nona muda kembali, di saat aku bahkan tidak mampu meski sekedar menopang beban tubuh ku sendiri. Bagaimana aku bisa duduk diam melihat nya kembali berjuang, memperbaiki garis takdir leluhur nya." Luke terisak pilu di dada suami nya.


Turner mengusap sudut mata nya yang berembun, andai waktu bisa dia hentikan. Dia ingin waktu tidak memakan usianya, agar di saat seperti ini, diri masih bisa berguna untuk melindungi keturunan murni klan Belluwig tersebut.


Di sudut ruangan di sebuah rumah keturunan murni klan Servidor, Sandora Del Piero. Wanita itu tengah khusuk melakukan ritual nya, tak peduli bagaimana fisik renta nya berusaha keras melakukan perlawanan.


"Nyonya, henti kan ini sekarang. Dengan mengorbankan nyawa anda, tidak akan memberikan efek apapun. Nona muda butuh anda tetap hidup," Lupe berusaha menghentikan ritual tersebut.(Lupe pelayan setia keluarga Del Piero)

__ADS_1


"Bisa kah kau berhenti berkicau, Lupe. Aku hampir mencapai batas tujuan ritual ku, suara mu sangat menggangu." Tukas Sandora tak ingin di ganggu lagi. Lupe bungkam, entah bagaimana caranya agar sang majikan menghentikan ritual berbahaya itu.


Sandora kembali fokus pada ritual nya, roh nya meninggalkan jasad nya. Sandora berada di dimensi lain, bersama para klan Servidor lainnya.


"Nona muda telah kembali, dalam wujud seorang gadis muda. Aku sudah melihat nya, dia gadis yang tangguh. Tidak salah leluhur klan Belluwig memilih kelahiran nya sebagai keistimewaan." Sela seorang servidor di tengahnya kericuhan para Servidor lain yang tengah memperdebatkan, siapa pewaris mahkota berikut nya.


Semua mata tertuju pada nya, "bagaimana kau bisa yakin, jika gadis itu setangguh yang terlihat. Kau bahkan melihat nya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja." Timpal seorang servidor pria di seberang nya. Saat mereka di pertemukan seperti ini, semua penglihatan para Servidor, dapat di lihat oleh Servidor lain. Begitu pula dengan apa yang Turner lihat.


"Kondisi nya memang tidak lah baik sekarang, namun aku yakin, nona muda, memiliki ribuan nyawa dan kebaikan murni. Yang bahkan leluhur nya pun, tidak memiliki nya. Gadis itu tau apa yang harus di lakukan terhadap hasil tindakan nya, secara spontan dan tertata rapi. Dia bahkan mampu, mengelabui takdir orang lain, tanpa peduli pada kondisi nya sendiri. Kita tidak pernah sekalipun mengabdi pada sebuah keluarga keturunan darah murni, dengan ketulusan hati, yang mampu mengubah keadaan. Dia adalah yang pertama, nona muda yang terberkati. Kita hanya perlu bersatu, tanpa harus melayangkan banyak protes. Bukan kan kita ini adalah pengabdi, arti nya, selama nyawa masih berada didalam tubuh, tak peduli seberapa sekarat nya kita. Keselamatan nona muda, adalah hal yang paling utama." Tegas Turner tak terbantah kan.


"Bagaimana menurut mu Sando? kau adalah satu-satunya klan Servidor murni di sini. Pendapat mu yang akan menjadi panutan bagi kami semua." Kini semua mata tertuju pada Sandora, termasuk Turner. Kedua bertukar pandang beberapa saat sebelum akhirnya Sandora angkat bicara.


"Aku ingin tau, bagaimana tanggapan kalian mengenai nona muda. Ah ya, namanya Lizzie Velasquez. Nama yang sungguh indah, bahkan nama klan Belluwig pun hampir tak mampu menyamai keindahan nya." Tutur Sandora menatap satu persatu pada para Servidor. Masing-masing mereka melempar kan pandangan sulit di artikan.

__ADS_1


"Aku keberatan ikut andil dalam peperangan ini, Sando. Nona muda yang kulihat sekarang, jauh dari ekspektasi ku akan seorang pewaris darah murni. Dan Tentang pewaris mahkota? sulit bagi ku, memberikan dukungan ku pada nya ketika purnama bulan biru tiba. Seorang putra mahkota, namun dengan nyali seorang anak gadis? itu jauh dari harapan, bukan?" Sambung Ted mengemukakan pendapat nya secara gamblang.


Kericuhan mulai terjadi kembali, dimana spekulasi-spekulasi negatif bermunculan dari para Servidor.


"Nona muda tidak lah selemah apa yang kau lihat, Ted. Kau hanya melihat sebagian penglihatan nya saja, namun sudah berani mengambil kesimpulan yang kau tau benar, akan memecah belah kan persatuan kita. Lihat lah melalui sudut pandang ku, aku di sana bagaimana aku menyaksikan, sedari usia balita. Nona muda yang kau sebut jauh dari ekspektasi mu, berjuang keras melawan takdir buruk banyak keturunan darah murni lain nya. Gadis malang itu menyelamatkan banyak nyawa klan nya, tanpa kalian ketahui. Energi yang nona muda kirim melalui keajaiban nya, telah secara tidak langsung, meringankan beban tugas kalian, sebagai seorang pengabdi yang melindungi para pewaris." Sela Mina berapi-api, wanita itu tidak terima, saat nona muda nya yang sejak balita. Sudah memahami arti setiap tetesan darah yang tumpah karena keserakahan leluhur nya, di katakan jauh dari ekspektasi seorang pewaris.


Ted terdiam, teringat bagaimana di suatu waktu, saat nona muda nya masih berusia 5 tahun. Gadis kecil itu hanyut di sungai dengan arus yang sangat deras, namun sebuah keajaiban membuat nya terdampar dalam keadaan baik-baik saja. Dia pikir itu karena keajaiban nona muda nya sendiri. Hati nya menyangkal, jika ada keturunan murni lainnya, yang tengah menukar takdir nona kecil nya agar tetap bertahan hidup. Meski Mayra selalu berkata, jika seorang gadis lain, menariknya keluar dari deras nya arus sungai, menuju ke tepian. Mereka beranggapan, jika itu hanyalah bagian dari teman khayalan seorang anak kecil. Meski di sudut hati mereka menyadari, jika salah seorang keturunan lain, telah menyelamatkan Mayra, dan entah di tukar dengan kesakitan apa.


Melihat Ted terdiam, Mina kembali berkata "Kau pasti mengingat dengan jelas, bukan? karena kecerobohan mu yang tidak bisa menjaga nona muda mu dengan baik, Lizzie ku nyaris mati membeku agar dapat menyelamatkan Mayra. Dan kau, Lucifer!" Tunjuk Mina ke arah pria yang dia panggil Lucifer. "Karena kurang nya ketanggapanmu, tuan muda Harlan nyaris mati terinjak kuda nya sendiri saat ulang tahunnya ke 7. Kau tau siapa yang menyelamatkan nya, bukan karena ketangkasan mu yang membawanya ke rumah sakit. Namun karena kemurahan hati nona muda ku, Lizzie. Gadis remaja berusia 10 tahun itu hampir saja yak ku lihat lagi. Karena menukar takdir tuan muda mu. Dan kalian semua, telaah baik-baik semua ingatan tua kalian. Apa yang terjadi, bukanlah kebetulan. Nona mudaku berjuang seorang diri selama hidupnya, agar tugas kalian terasa ringan. Masih pantaskah kalian meragukan nya!"


Tubuh Mina bergetar, dada nya bergemuruh menahan sesak. Saat nona muda nya diragukan, saat nona mudanya dianggap tidak layak meski tidak secara langsung. Maria berjalan mendekati Mina, wanita tua itu merangkul bahu kakak nya dengan penuh kerinduan. Kedua saling menguatkan dalam diam. Hanya tangis yang mewakili, betapa besar kasih sayang kedua nya terhadap keturunan murni klan Belluwig tersebut.


Tak satu pun yang berkomentar, tak ada lagi suara ricuh yang saling bersahutan. Kini hanya ada mata yang saling menatap satu sama lain. Berusaha melempar kan kesalahan masing-masing, namun tak saling bersambut. Pikiran mereka menerawang jauh pada kejadian-kejadian silam, di mana hal janggal terjadi yang berusaha mereka anggap kebetulan.

__ADS_1


"Sekarang aku sudah memiliki keputusan ku, aku memilih melanjutkan perang ini dan terlibat langsung di dalam nya. Jika ada di antara kalian yang keberatan, sebaiknya kalian menolak nya sekarang. Karena keterpaksaan, biasanya akan melahirkan seorang pengkhianat yang paling di benci dan kutuk keberadaan nya." Tegas Sandora penuh penekanan. Dia tidak ingin klan nya kembali menjadi seorang pengkhianat baru, cukup di masa lalu. Dan itu masih menghantuinya hingga sekarang.


__ADS_2