Darkest Dream

Darkest Dream
Bab 9


__ADS_3

Akhirnya, setelah memilih kata-kata yang tepat dikepalanya, Sky mulai bercerita. "Baiklah, dengar kan aku Cloey. Jika aku mengatakan bahwa aku adalah Deren, apa kau akan percaya?" pertanyaan Sky membuat Cloey beringsut duduk.


"Jangan main-main Sky, aku tidak suka. Suamiku sudah tiada, jangan menjadi kan nya sebagai leluncon. Aku sama sekali tidak tersentuh" Cloey hendak beranjak namun Sky menahannya.


"Dengarkan aku dulu, Lui" Sky menatap Cloey dengan wajah serius.


"Kau ingat aku bilang jika aku mengalami amnesia? itu sebelum aku bertemu dengan mu, tapi saat aku bertemu denganmu perlahan-lahan, ingatan ku mulai kembali. Itu kenapa aku gelisah saat kau tidak terlihat di kantor. Aku tidak meminum obatku selama 2 minggu ini, dan itu memberikan efek yang baik pada ingatan ku." Sky memutar tubuh Cloey.


"Dan semalam saat tidur di kamar mu, ingatan ku benar-benar pulih kembali. Foto pernikahan yang ada di kamar mu, membuat kepalaku berdenyut sakit hingga aku pingsan. Aku tidak benar-benar tidur nyenyak semalam, aku terbangun pukul 5 subuh. Dan saat aku bangun, aku ingat semuanya. Kecelakaan kita 3 tahun yang lalu, itu bukan murni kecelakaan biasa. Keluarga ku yang melakukan nya, mereka membawaku dan meninggalkan mu di sana untuk mati." Suara Sky mulai parau, pria itu menangis.


"Aku di kurung di sebuah kabin milik di sebuah pulau pribadi milik keluarga ku. Aku mengingat nya dengan jelas, mimpi ku adalah gambaran tentang hidup ku selama berada di sana. Bagaimana aku berkali-kali mencoba untuk kabur namun tak pernah bisa. Hingga akhirnya, orang tuaku memutuskan untuk melakukan operasi plastik pada wajah ku. Dan ingatanku di manipulatif oleh obat-obatan yang mereka suntik kan padaku. Aku di biarkan koma selama bertahun-tahun, agar efeknya permanen. Aku tersadar dari koma ku kurang 2 bulan yang lalu. Dan aku kehilangan memori ku." Sky bercerita dengan wajah memerah menahan gejolak di hatinya.


Orang tuanya yang begitu kejam, sungguh di luar bayangan nya. Keluarga nya benar-benar psikopat mengerikan, bagaimana dirinya bisa terlahir dari keluarga dengan moral serendah itu.

__ADS_1


"Jadi maksud mu, kau adalah Deren suamiku?" tanya Cloey dengan suara bergetar, wanita itu menelisik wajah Sky mencari kebohongan di kedua mata pria itu.


"Hanya jika kau mengakuinya, Lui. Tapi kau adalah istri ku selama nya, Velasquez bukanlah namaku sebenarnya. Itu nama ibu baptis ku, Maria Velasquez. Beliau adalah seorang kepala pelayan di mansion keluarga ku, dan aku sangat menyayangi nya. Lebih dari separuh hidupku, Maria lah yang merawat ku sejak aku bayi, mungkin. Wanita itu bahkan rela tidak menikah agar bisa mencurahkan semua kasih sayang nya padaku." Jelas Sky panjang lebar.


"Jadi? apa kau mau menerima ku kembali, Cloey Rodriguez?" Sky mencium jari Cloey yang masih terpasang cincin pernikahan mereka.


"Aku ingat, cincin ini aku beli setelah mengumpulkan uang gajiku selama dua bulan di Belluwig company. Aku bekerja di sana sebagai direktur utama, daddy belum mempercayai tanggung jawab besar padaku. Aku tidak menghubungi mu karena aku kehilangan ponsel ku, dan cerdas nya aku, aku lupa menghapal nomormu." Sky terkekeh geli, saat dia uring-uringan selama dua bulan karena kehilangan kontak dengan Cloey.


"Kenapa mereka jahat sekali, mereka bahkan membuang ku ke jurang saat itu." Adu Cloey dengan suara bergetar. Sky membulatkan kedua matanya lalu mendorong pelan Cloey dari pelukannya.


"Katakan sekali lagi, Lui. Apa yang mereka lakukan padamu?" Rahang Sky mengeras giginya gemeletuk menahan amarah.


"Saat kecelakaan aku tidak benar-benar pingsan, aku melihat beberapa orang keluar dari mobil Rover Evoque silver kemudian mengangkat mu. Aku pikir mereka akan menolong, aku senang namun aku lemah. Perutku sangat sakit dan aku terjebak didalam mobil." Cloey masih terisak pelan.

__ADS_1


"Dua orang menghampiri ku, mereka mengeluarkan ku dengan cara yang kasar. Mereka menarik ku keluar dari sana, lalu menyeret ku ke tepi jurang. Aku berteriak meminta tolong padamu, kau bergeming. Mereka menggelinding kan tubuh ku dalam jurang, aku pasrah, aku pikir aku tidak mungkin selamat. Hingga aku terbangun di sebuah rumah sakit, dan perutku sudah rata. Putriku sudah lahir dalam kondisi prematur, namum Tuhan begitu baik padaku. Lizzie ku baik-baik saja." Sky kembali menarik Cloey dalam pelukannya. Hatinya sakit mendengar kekejaman orang tuanya.


"Keluarga Joanna yang menyelamatkan ku, mobil ayahnya mogok persis di samping jurang dimana aku di buang. Ceceran darah yang ada di bibir jurang membuat paman Greg Bennett penasaran, dan menelusuri jejak itu hingga dirinya pun terjatuh, ternyata jurang itu tidak terlalu dalam. Paman melihatku tersangkut di batu besar, lalu membawa ku dengan susah payah melalui pinggir ngarai lain. Itulah kenapa selama ini aku dan Lizzie bisa tinggal di pulau Catalina." Cloey terlihat begitu emosional mengingat bayangan buruk 3 tahun yang lalu.


"Maafkan aku sayang, aku mendengar mu waktu itu. Hanya saja aku tidak dapat menggerakkan tubuhku sama sekali, seseorang menyuntik sesuatu padaku saat aku di masukkan kedalam mobil. Aku mendengar kau berteriak memanggil namaku. Dan itu yang selalu aku mimpi kan setiap malam setelah aku terbangun dari koma ku." Keduanya berbagi kisah menyedihkan dengan air mata berurai.


"Sudah, jangan menangis lagi. Lihatlah matamu sudah bengkak, Lizzie akan marah padaku nanti." Goda Sky mencairkan suasana haru mereka.


Cloey buru-buru menghapus air matanya, "Astaga! aku sampai lupa Lizzie sendirian di kamar sebelah. Aku ingin melihat nya dulu," Sky menahan tangan Cloey saat wanita itu akan beranjak dari ranjang.


"Mandi dulu, aku sudah menyuruh orang menyiapkan baju untuk mu di lemari. Pilihlah yang kau suka, aku yang akan melihat putri kita." Sky mengecup kening Cloey lalu memakai pakaian nya dan bergegas mengecek Putri nya di kamar sebelah. Hati Cloey menghangat mendengar kata yang di ucapkan Sky. Selama ini hanya dia dan para saudara angkat nya lah, yang memanggil Lizzie dengan kata putriku. Kini ada Sky, Deren nya, Suaminya.


Cloey bergegas ke kamar mandi, dia ingin bergabung bersama kedua orang kesayangan nya. Berbagi kisah, canda dan tawa. Persis seperti yang selalu Lizzie katakan, dia ingin punya ayah, hanya ayahnya. Dan kini Cloey mulai mengerti. Walau tidak sepenuhnya memahami, apa yang selalu putrinya katakan.

__ADS_1


__ADS_2