Darkest Dream

Darkest Dream
Mantra Ingatan


__ADS_3

Di suatu tempat, Sky seperti baru saja mendapatkan pendengaran. Suara seorang wanita yang begitu familiar di telinga nya.


"Siapa kau? kenapa selalu hadir dalam ingatan ku" ujar Sky nyaris putus asa. Suara seorang wanita selalu menggema di kepalanya, saat dirinya dalam keadaan tertekan. Seolah suara itu berusaha membuat nya tenang.


Klek


Mora masuk ke dalam ruang kerja Sky dengan dress tali spaghetti yang tembus pandang. Sky memalingkan wajah nya ke arah lain, penampilan yang memuakkan. Sedikit pun dirinya tidak terpengaruh.


Mora berjalan lenggak-lenggok dengan penuh percaya diri, wanita itu berjalan ke arah belakang kursi kerja Sky. Tak lama sebuah tangan melingkar di leher Sky, di susul suara bisikan sensual, yang membuat Sky mau muntah.


"Selamat ulang tahun pernikahan, sayang. Aku ingin membuat malam ini berkesan untuk mu. Sama persis seperti sebelum kau kehilangan ingatan mu. Dulu kau sangat memuja tubuh ku, bahkan sering tak ingin melepas ku walau sejenak." Bisik nya penuh makna, gigitan kecil dia berikan di telinga Sky, pria itu bergeming.


Melihat Sky tak menolaknya seperti yang sudah-sudah, hati Mora bersorak senang. Mungkin kah Sky sudah mau menerima nya sekarang. Dengan berani, Mora memutar kursi Sky lalu duduk di atas pangkuan pria itu.


Gesekan pelan dia berikan dengan cara menggoyang pinggulnya. Sky masih bergeming. Tangan Mora mengelus rahang kokoh Sky yang hanya bisa dia bayangkan selama ini, satu tangan menurun kan tali gaun tidur nya hingga melorot ke perut. Kini tubuhnya sudah toples. Jari lentik nya bermain di puncak dada nya sendiri, memancing reaksi Sky agar segera menerkam nya.


Entah kapan kancing kemeja Sky terbuka, kini tangannya mengelus dada bidang suami nya itu.


"Kau sangat seksi, sayang. Aku selalu mendamba nya, sentuh aku, aku milikmu malam ini" ucap Mora dengan suara serak menahan hasrat.


Mora akan menyatukan bibir mereka namun Sky menghindari nya, Mora terlihat kecewa.


"Kenapa kau masih menolak ku, saat aku sudah dalam kondisi seperti ini. Berhenti menyiksa batin ku Sky, aku merindukan mu yang hangat seperti dulu. Suami ku yang penuh kasih sayang, dan selalu memperlakukan dengan mesra." Isak Mora menjatuhkan tubuhnya di dada Sky, gesekan kulit mereka semakin membuat Mora tersiksa.


Sky mendorong pelan yang tubuh istrinya, menatap nya sebentar lalu mengangkat tubuh Mora. Mora bersorak senang. Sky membawa tubuh Mora yang kini hampir naked ke atas ranjang. Hanya tersisa benda segi tiga yang menutupi tubuh nya. Mora sudah bersiap akan di hujami oleh keperkasaan suami. Dia menatap perut kotak-kotak Sky yang selalu membuat iman nya runtuh. Sky menarik benda segi tiga itu dan menatap tubuh polos istri. Mora melebar kan kedua kaki nya agar Sky bermain dengan miliknya, sudah lama dia tidak merasakan kehangatan di bawah sana.


Nafas Mora tak beraturan, mata sayu nya menatap Sky. Wanita itu baru saja mencapai puncak nya, meski bermain sendiri namun dengan Sky dihadapan nya, cukup membantu fantasi nya bekerja liar.

__ADS_1


"Kenapa kau membuatku seperti seorang ******* Sky ?" tanya nya dengan sorot mata kecewa. Sky bangkit dari posisi nya lalu turu dari ranjang. Ruang kerja itu dia lengkapi dengan ranjang, karena sepanjang dia terbangun dari komanya, dia tidak pernah ingin siapa pun tidur di samping nya. Termasuk Mora yang tiba-tiba hadir sebagai istri nya.


Mora menatap punggung kokoh suaminya, posisi masih sama. Berharap Sky akan berbalik dan menerkam nya. Namun sayang, pria itu kembali mengancing bajunya dan melanjutkan pekerjaan nya.


"Keluar lah, dan bersihkan dirimu. Aku ingin segera mengganti ranjang ku yang sudah kau kotori dengan cairan mu itu." Ujar Sky tanpa perasaan, Mora mengeram penuh emosi. Sky benar-benar kelewat, berkali-kali selalu saja merendahkan nya.


"Apa salah ku Sky ? aku ini istri mu, tapi kau tidak pernah memuaskan hak batin ku. Aku wanita normal, hargai aku sedikit saja." Ujar Mora terisak sambil merapikan pakaian nya.


"Bukan kah kau sudah puas barusan? apa ******* mu itu pura-pura ? aku lihat Sangat lah banyak, arti nya kau puas. Aku sudah cukup berkontribusi sebagai suami yang baik, bukan?. Dengan membiarkan mu menikmati pemandangan tubuhku yang membuat jiwa liar mu berkelana." Ejek Sky menyeringai puas.


Wajah Mora memerah menahan malu "kau sungguh keterlaluan Sky!" ucap nya marah kemudian bergegas Menuju pintu, namun belum sempat membuka pintu, suara Sky Kembali menampar harga dirinya.


"Milik ku bahkan tidak terbangun saat melihat tubuh polos mu. Kau pikir aku melakukan hal itu tadi karena menginginkan mu? kau salah, aku hanya sedang menguji kesetiaan keperkasaan ku. Sekarang aku yakin, jika milik ku hanya akan berdiri tegak, saat bertemu dengan pemilik yang sesungguhnya." Mora terkesiap mendengar kalimat Sky, hati nya ketar ketir. Mungkinkah pria itu sudah mengingat semua nya. Tidak, tidak bisa saat dia san putri nya sudah mendekati pencapaian akhir tujuan mereka.


Mora bergegas meninggalkan kamar sekaligus ruang kerja Sky, dia harus mengatakan nya pada putrinya.


"Kau pintar menjaga harga diri mu, junior. Kau tau lubang mana yang boleh kau masuki, aku bangga padamu. Maafkan mata ku sayang, kini sudah tidak suci lagi. Aku telah melihat milik wanita lain selain milik mu. Namun sungguh, aku sama sekali tak terpengaruh sedikit pun, kau bisa bertanya pada junior jika tak percaya." Sky berbicara sendiri menatap sebuah foto kecil yang berhasil dia satukan. Untung saja sobekan nya tidak terlalu parah, jadi masih bisa di rekatkan kembali.


"Aku merindukan mu, mom. Apa kabar anak-anak ajaib kita, aku merindukan kalian semua." Sky terus berbicara oada foto buram di tangan nya, wajah wanita itu tidak terlalu jelas. Namun dia tau itu wanita nya, ada dua buah nama, dan sebuah kalimat mantra dari putri kecil nya, Lizzie. Kalimat itu lah yang membuat ingatan pulih kembali.


flashback


Sky mengernyit heran saat melihat Maria sibuk mengumpulkan sesuatu dari gudang.


"Apa yang kau lakukan Maria ?" Maria tersentak kaget lalu menyembunyikan sesuatu di balik punggung lebarnya.


"Berikan padaku Maria, kau pasti belum mau menjadi makanan hewan peliharaan ibuku, bukan ?" ancam Sky membuat Maria mau tak mau menyerahkan apa yang tengah dia sembunyikan.

__ADS_1


Sky menatap heran lembaran yang berupa potongan kertas atau semacamnya.


"Apa kau sudah kekurangan pekerjaan di dalam mansion, sampai harus mengumpulkan sampah seperti ini, Maria ?" Maria bergeming ekor matanya terlihat gelisah.


"Aku akan membuang nya, kau sudah terlalu tua rupanya. Lihatlah, kelakuan mu. Sudah seperti anak-anak kembali." Ujar Sky meninggalkan Maria yang semakin gelisah, dia takut Sky benar benar membuangnya. Hanya itu satu-satunya jalan untuk mengembalikan ingatan putra baptisnya itu.


Sky menaruh potongan sampah itu dia tas meja kerja nya kemudian bergegas membersihkan diri. Selesai mandi, Sky duduk menatap potongan kertas yang dia anggap sampah itu dengan seksama.


"Apa ini foto?" gumamnya mulai menyatukan satu persatu potongan tersebut. Hingga akhirnya membentuk sebuah potret seorang wanita cantik, meski buram dia tau, jika wanita itu pasti lah sangat cantik. Sky mulai mencari lem untuk merekatkan nya, setelah kering. Sky mengangkat untuk melihat dengan jelas, namun ekor matanya malah tertuju pada sebuah tulisan tangan yang terlihat acak. Seperti tulisan tangan anak-anak, itu kesimpulan nya.


Sky yang penasaran langsung membacanya, meski terbata karena tulisan nya yang tak beraturan karena terkena lem dan akibat robekan. Sky akhirnya dapat menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba kepalanya berdenyut sakit luar biasa, Sky berusaha menahan namun tak mampu lagi. Sakit seperti di hantam palu besi. Sekelebat bayangan kejadian di sebuah pulau terlintas dipikiran nya, lalu Sky kehilangan kesadaran nya.


Saat terbangun, ada Maria yang duduk menggenggam tangannya sambil menangis pelan.


"Maria ? di mana foto istri ku, dimana?" Sky mendudukkan dirinya secara paksa.


"Ada, ada, aku menyimpan nya nak. Istirahat lah, kau membuat wanita tua ini ketakutan. Kenapa selalu tak sadar setiap kali aku melihat mu, aku benci kau selalu melupakan ku jika sudah terbangun." Omel Maria semakin terisak, Sky meraih tubuh tambun ibu baptis. Memeluk wanita itu penuh kerinduan.


"Maafkan putra bodoh mu ini, sekarang aku sudah mengingat segala nya. Bantu aku sekali lagi," pinta Sky menatap ibu nya dengan penuh harapan.


"Tentu saja anak nakal, aku ini ibumu. kau tumbuh karena asuhan tangan dingin ku." Balasnya mencubit pelan lengan kokoh putranya itu. Sky terkekeh pelan, lalu kembali memeluk Maria untuk menebus banyak waktu nya yang terbuang sia-sia.


flashback off


โˆ†Maaf jika kehaluan author terlalu tinggi ๐Ÿ˜๐Ÿ˜semoga terhibur, setiap kisah yang tertuang bukan untuk di pelajari dan di praktekkan di dunia nyata. Cukup ambil hikmahnya saja, oke.


Luv yuuu para Readers ku yang baik hati, sehat selalu, Tuhan memberkati. Amin๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2