Darkest Dream

Darkest Dream
Pria menyebal kan


__ADS_3

Brian terpaku di ambang pintu, melihat ke arah gadis yang telah menjungkirbalikkan hati nurani nya. Menjadi kan nya pria kejam tanpa perasaan.


"Nona muda.." Brian masuk kemudian menunduk hormat pada Lizzie. "Senang melihat mu kembali, terimakasih banyak. Istri ku pasti akan sangat bahagia mendengar kabar tentang anda." Lanjut Brian dengan mata berkaca-kaca.


"Senang akhirnya bisa bertemu dengan mu paman. Kau dan bibi Sofi telah berkorban sangat besar untuk ku, entah dengan apa aku bisa membalas nya. Terimakasih juga karena telah menjaga ayah ku, terimakasih banyak telah menjadi bayangan ku di setiap peristiwa yang tak bisa ku hadapi sendiri. Aku berhutang terlalu besar, sampai-sampai aku tidak tau bagaimana cara.... untuk mengembalikan kebaikan hati yang sudah kalian pinjamkan dalam hidup ku." Lizzie menetap netra Brian seolah tengah memindai kedalaman peristiwa yang sudah pria itu lalui untuk membantu nya.


"Aku sangat malu jika harus meminta permohonan lagi, tapi aku harus...bisa kah sekali lagi bantuan mu, paman?" ucap Lizzie tersenyum lembut.


"Tentu saja, seluruh hidup ku adalah bagian dari sebuah pengabdian sejati untuk anda nona. Apa pun itu, aku akan mengabulkan nya." Jawab Brian mantap. Tanpa tau jika permintaan Lizzie sangat bertentangan dengan nurani nya.


"Aku mengalami peristiwa di mana ramalan takdir masalah lalu telah aku alami beberapa waktu lalu. Bisa kah membuat ku seolah telah tiada... aku ingin menjadi Lizzie Velasquez. Hanya Lizzie Velasquez tanpa keajaiban apapun. Aku ingin memulai kehidupan ku yang baru, di tempat baru, tanpa siapa pun dari masa lalu. Hanya ada aku dan....dia yang akan menanggung beban takdir baru di masa yang akan datang." Ucap Lizzie lirih, untuk pertama kalinya, keangkuhan seorang Lizzie tersamarkan oleh wajah teduh penuh tekanan dan kesedihan.


Brian terkesiap, namun segera menetralkan air muka nya. "Aku akan mencari kan kota yang cocok untuk mu, nona. Kau dan...anak mu bisa hidup tetram di sana. Kota yang sangat jauh dan terpencil, di mana kekuatan sihir bahkan tidak mampu menembus nya." Tukas Brian menyarankan rencana nya. Dia tidak ingin kehilangan jejak Lizzie lagi, tidak setelah gadis itu telah menyelamatkan umat manusia tanpa satu pun para insan fana itu tau.


Lizzie tersenyum samar, dia sudah dapat membaca arah pikiran Brian.


"Aku akan mengikuti saran mu, paman. Tapi melalui jalur lain." Ucap Lizzie terselip maksud tertentu.


"Lalau bagaimana dengan letnan bodoh di luar ruangan ini..." Lizzie tertawa renyah mendengar perkataan Brian. Si playboy Ramos seketika terpesona, Eun yang menyadari situasi segera menginjak kaki sang Casanova dengan kekuatan maksimum.


"Auuwww..!!" pekik Ramos kemudian berjongkok mengusap kulit sepatu nya meski itu tidak memberikan pengaruh apapun.


"Kau gila ya!!" seru Ramos lepas kontrol.

__ADS_1


"Lebih baik aku gila dari pada kau membuat kekacauan baru untuk kita semua." Balas Eun mendesis dan tampak acuh melihat kesakitan sang sahabat. Ramos menatap sekeliling, lalu menyadari jika dirinya baru saja akan mengantarkan para rekan nya menuju akhirat.


Dengan kikuk Ramos berdiri lalu sedikit bersembunyi di balik punggung Sergan. Lizzie tersenyum lucu melihat tingkah si Casanova yang menggelitik hati nya.


"Dia akan ikut bersama ku, meski aku mengancam akan mendorong nya masuk ke dalam ranjau sekali pun. Pria bodoh itu tidak akan menyerah." Ujar Lizzie tersenyum simpul. Bern adalah takdir pengganti, namun pria itu akan menjadi masa depan takdir nya yang baru.


Brian terlihat menghela nafas panjang, berat untuk melepaskan Lizzie kembali setelah gadis itu sudah jelas ada di depan mata nya.


"Bagaimana dengan ayah ku, paman?" lanjut Lizzie saat melihat keterdiaman brian.


"Orang-orang ku sudah menemukan di mana Tuan di asingkan. Maria, wanita tua keras kepala itu diam-diam menyelinap ke dalam boks kontainer, saat tuan muda Sky akan di asingkan ke kabin di tengah pulau iblis. Mereka sedang dalam perjalanan menuju kediaman nona muda Ashley. Jeff sendiri akan membawa tuan muda Leon dari markas nya setelah keadaan tuan muda benar-benar pulih. Untuk yang lain, aku belum mengetahui keberadaan nya." Papar Brian panjang lebar.


"Adik-adik ku sudah mengarah pulang, pastikan orang-orang mu memantau aktivitas adik-adik ku terutama nona muda pemarah itu. Ku rasa dia akan cocok bila di satukan dengan bibi Ashley." Kekeh Lizzie menerawang dengan wajah penuh kerinduan pada keluarga nya.


"Aku akan pergi sebelum fajar, dan pastikan paman memulangkan mereka pada keluarga masing-masing tanpa kurang satu apapun. Terutama pria yang tengah bersembunyi di balik punggung profesor Sergan. Aku khawatir dia pulang dengan sedikit kekurangan. Mungkin saja bagian vital kebanggaan." Lanjut Lizzie tersenyum laknat. Ramos segera menutup area 21+ milik nya. Masa depan kebanggaan nya seperti nya harus mulai dia jaga dengan ekstra, dari para wanita yang pernah berkenalan langsung dengan junior nya itu.


"Seperti yang anda ingin kan nona." Balas Brian kembali mengangguk hormat.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Klek


Brian menatap Bern yang terlihat seperti kain lap.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar duda kesepian yang menyedihkan... astaga.. lihatlah penampilan mu ini, pantas saja kau menjadi duda." Cetus Brian tanpa perasaan. Bern nampak acuh fokus nya masih pada kondisi Lizzie.


"Bagaimana kondisi nya.."


"Ck! tentu saja baik. Kau saja yang terlihat sangat buruk. Perbaiki tampang menyedihkan mu itu baru kau boleh menemui nya. Atau kau ingin nona muda sekarat karena melihat penampilan mu ini. Isshhh... bagaimana bisa nona muda mengenal makhluk hidup seperti mu." Oceh Brian tak habis-habisnya membuat Bern pusing.


"Aku hanya bertanya bagaimana keadaan nya, kenapa harus sepanjang itu mengomentari keadaan ku. Dasar tidak berperasaan." Ketus Bern tak terima terus di komentari buruk oleh Pria di hadapan nya itu.


"Aku kesal pada mu..." balas Brian tak kalah ketus. Kedua pria itu layak nya wanita yang sedang sama-sama dalam masa periode. Saling melempar ucapan dan tatapan penuh permusuhan. Brian kesal karena berkat si mafia bodoh, kini takdir Lizzie harus kembali menjauh dari jangkauan nya. Dan yang paling menyebal kan, saat orang yang akan memenuhi takdir sang nona muda adalah seorang duda yang terlihat tidak cocok di mata dan penilaian Brian.


Lizzie sudah seperti putri bagi nya dan sang istri, mereka tentu ingin jodoh terbaik untuk memenuhi takdir sang putri kesayangan. Namun sayang, garis takdir Lizzie tidak begitu bagus. Sehingga duda kesepian itu mampu menembus batas kosong untuk memenuhi kekosongan tersebut.


"Memang nya apa salah ku.." Sahut Bern sedikit menaikkan oktaf nya.


"Karena kau terlihat menyebalkan di mataku, itu saja. Apa harus ada alasan untuk tidak suka terhadap seseorang..." Jawab Brian menatap tajam pada Bern. Bern pun tak mau kalah, kedua nya saling menatap untuk menunjukkan sisi pertahanan masing-masing.


"Apa kalian tidak punya kegiatan lain yang lebih bermanfaat selain berlaku seperti anak-anak berebut permen Halloween." Suara lembut penuh tekanan seorang wanita membuat atensi mereka teralihkan.


Sofi tengah duduk di kursi roda di dorong oleh seorang perawat wanita. Kondisi nya menjadi lebih baik setelah mendengar kabar baik dari seorang perawat. Jika putri kecil nya telah kembali. Tentu saja kabar itu seperti obat mujarab untuk nya. Namun apa yang dia lihat di depan ruangan Lizzie sungguh mencengangkan. Suami nya terlihat tenang adu mulut dengan pria yang menolong putri nya.


"Sayang? kenapa kau kemari?" Brian segera menghampiri sang istri kemudian berjongkok dan memegang kedua tangan Sofi lalu mencium nya dengan lembut.


"Kenapa kau ribut dengan nya..apa dia punya masalah dengan mu.." selidik Sofi tanpa menjawab pertanyaan sang suami.

__ADS_1


"Tidak honey, aku hanya kesal saja pada nya. Kau pasti mengerti apa maksud ku...sudah jangan membahasnya, tidak penting. Ayo kita temui putri kecil mu.." Bujuk Brian mengalihkan topik mereka. Ekor matanya melirik Bern yang terlihat kesal.


"Kau tunggu giliran mu," ejek Brian tersenyum smirk. Bern melengos jengkel, ingin sekali dia menonjok mulut lemes pria itu andai tidak ada istri nya di sana. Benar-benar menyebalkan.


__ADS_2