
"Helaan nafas mu menjelaskan, jika kau banyak menyimpan beban yang berat. Atau mungkin sebuah rahasia besar, apa yang coba kau sembunyikan dari ku Charles? Pertanyaan ku tak pernah kau jawab selama ini, kau terkesan menghindari ku. Apa yang sebenarnya terjadi pada Lupe, usianya bahkan jauh lebih muda dari ku. Kenapa tubuh nya bisa sampai seringkih itu, apa seorang keturunan klan Servidor bisa menderita penyakit alami manusia biasa. Sungguh aku tercengang, kondisi Lupe jauh dari kata baik seperti yang selalu kau katakan padaku." Lanjut Sandora mencecar Charles.
Charles terdiam, bagian ini yang paling dia benci. Tidak cukup kan pembahasan mengenai para pewaris? itu saja sudah cukup membebani pikiran rikuh nya.
"Lupe baik-baik saja, Sando. Berhenti terlalu memikirkan adik mu itu. Dia hanya terlalu banyak mengkonsumsi makanan manusia, kau tau kebanyakan dari makanan enak tersebut, sering kali bisa menimbulkan banyak penyakit pada sistem pencernaan dan organ lain nya." Ujar Charles berkilah, tawa tawar nya menjelaskan, jika perkataan nya hanya sekedar pelipur lara hati nya sendiri.
"Jika aku tau ada yang coba kalian sembunyikan dari ku, kau orang pertama yang akan aku kirim ke Eter tanpa pernah lagi bisa kembali dalam wujud apapun di masa depan kelak." Ancam Sandora penuh peringatan. Hanya dia yang memiliki kuasa tersebut, untuk itu semua klan Servidor, masih tunduk pada nya.
"Jika hanya itu yang ingin kau sampai kan, kau tau jelas keputusan ku tak akan berubah. Aku pergi, titip salam untuk Lupe adik ku. Katakan jangan terlalu memaksa kan diri untuk peperangan ini, biarkan yang lain melakukan nya."Setelah menyelesaikan kalimatnya, Sandora berdiri dan hendak meninggalkan taman. Namun suara berat Charles membuat kedua kaki nya tidak hanya berhenti, namun juga lemas seketika.
"Miu dan Zig, masih hidup " Dengan sigap Charles menopang tubuh Sandora, namun wanita itu menepis kuat bantuan Charles. Bukan hanya terkejut, namun hati nya juga terluka.
"Kenapa kau tega melakukan ini pada ku, Charles ? Kenapa kau dan Lupe menikam ku hingga tidak memberi celah untuk ku sekedar bernafas dengan baik. Kenapa?!" suara Sandora melemah seiring isak tangis nya. Kekecewaan nya begitu besar pada kedua besan nya tersebut.
"Bagaimana bisa hal sebesar ini tidak kau katakan padaku, mereka anak-anak ku. Kenapa kau tidak memikirkan perasaan ku sama sekali ?" lanjut Sandora terus mencecar berbagai pertanyaan menyayat hati terhadap Charles, pria tua itu hanya bisa terdiam. Dia sudah menduga nya. Namun menyimpan lebih kama lagi, diri nya sudah tidak sanggup lagi. Walau harus mengkhianati kepercayaan sang istri, Charles lebih memilih menyerahkan nyawanya pada Sandora tanpa perlawanan.
__ADS_1
"Mereka memang anak-anak mu, Sando. Untuk itulah keputusan besar dan berat ini kami buat tanpa sepengetahuan mu. Kau pasti akan menolaknya, kau paling benci sebuah pengorbanan yang abu-abu. Aku paling tau diri mu melebihi diri mu sendiri. Aku sudah cukup mengikuti apa yang kau inginkan sedari dulu, aku ingin bertindak sekali saja sebagai seorang pria sejati di sisa usia ku. Kau boleh membenci ku, tapi Lupe, dialah yang paling tersiksa di sini. Bukan hanya batin nya, namun juga fisik nya. Kau tau apa yang aku maksudkan." Suara Charles terdengar begitu lirih.
Kini berganti Sandora yang terdiam, wanita itu tertegun dengan pengakuan Charles sekaligus merasa tertampar. Benar memang, kehidupan yang Charles jalani adalah hasil permintaan nya. Charles menikahi Lupe karena keinginan nya, dan Lupe pun tidak keberatan. Garis takdir mereka cukup rumit, tidak ada satupun yang bisa menolak atau menerima jika sang pewaris klan Servidor murni sudah berkehendak.
Sandora pun tersiksa, menikah kan wanita yang sudah dia anggap seperti adik nya, dengan pria yang sangat dia cintai. Itu bukanlah hal mudah, rasa sakit itu masih ada hingga kini. Andai dia mampu menggulingkan takdir masa kini di masa lalu, maka semua akan berjalan sesuai harapan mereka masing-masing. Namun sayang, takdir masa lalu itulah yang yang menentukan masa kini. Untuk itu tidak ada yang protes ketika keputusan besar di buat, meski harus berpisah dengan orang-orang yang mereka cintai.
"Di mana mereka sekarang?" pertanyaan akhirnya keluar dari bibir keriput Sandora, terdengar sangat lemah dan putus asa.
"Di markas utara, kau tau tempat nya. Aku berharap sebelum purnama bulan biru, kedua nya sudah terbangun. Atau klan kita akan mengulang kisah lama, aku benci pengkhianat. Dan aku paling benci, jika keturunan ku lah yang menjadi pengkhianat nya." pungkas Charles penuh penekanan, di sisa getar suara nya. Pria itu beranjak dari kursinya, meninggalkan Sandora yang masih termenung.
Sandora menatap liontin nya, liontin yang nyaris jatuh ke tangan seorang preman jalanan. Jika saja nona muda nya tidak segera tiba di saat yang tepat. Atau memang takdir lah yang membawa nona muda nya ke sana.
"Di mana kau berada nona, mohon ampuni apapun yang akan cucu ku lakukan. Aku tau aku tidak pantas meminta sebuah permohonan pada mu, namun aku tidak rela, jika harus memutuskan hubungan takdir kita. Kau harus memiliki putri bersama cucu ku, Sandro. Meski kelak bukan cucu ku yang akan merawatnya bersama mu. Ya Tuhan, para dewa yang agung. Kali ini, kali ini saja. Tolong, buatlah ikatan darah terjadi antara cucuku dan nona muda. Aku mohon!" Lirih Sandora dengan deraian air mata.
Sandora tidak tau, jika telinga para dewa telah mendengar permohonan nya. Dan oleh karena permohonan itulah, cucu nya akan menjadi pria yang paling di benci oleh nona muda nya, Lizzie. Dia pikir itu hanya harapan seorang wanita tua yang terikat hutang tak pernah terbayar, sehingga berusaha mengikat takdir, lagi-lagi sesuai keinginan nya.
__ADS_1
Namun di sudut lain, seorang raja iblis menyeringai puas penuh kemenangan. Wadah nya untuk menjelma dalam wujud seorang manusia, pria dengan sejuta ambisi dan ego. Kini telah terbuka lebar.
Dan lagi-lagi, purnama bulan biru, peperangan dan banyak tetesan darah akan kembali terjadi pada generasi yang akan datang. Sungguh, sesuatu yang sangat di sayangkan. Takdir itu tidak mampu Lizzie putus di masa nya. Putri kecil nya akan kembali menanggung beban takdir dari kesalahan para leluhur nya.
∆Kisah season pertama Tamat di part ini ya🙏🙏
Tunggu lanjutannya di season kedua, sudah author oret-oret tinggal lanjut menulis nya saja.
∆Season pertama ini sedikit gantung, othor tau, mohon maaf banget. Di season pertama menjelaskan dan menguak sedikit demi sedikit rahasia para pewaris darah murni juga pewaris tahta, dan tentang para klan Servidor yang bertugas menjaga para pewaris dari banyak keluarga keturunan darah murni lain nya. Di mana para leluhur para pewaris ini, ada beberapa klan yang membentuk sebuah ordo di masa lalu. Namun di dalam ikatan ordo tersebut, terjadi banyak pengkhianatan, pertikaian hingga perpecahan yang membuat ordo tersebut tak lagi sejalan. Lalu lahirlah klan Servidor, yang terbentuk dari sisa ordo yang masih setia. Mereka membentuk ikatan untuk melindungi keturunan yang memiliki keistimewaan, dengan lahir membawa tanda sebagai seorang pewaris darah murni. para pewaris ini harus di jaga, agar darah meraka tidak disalah gunakan oleh ordo jahat yang tersisa.
∆Semua akan jelas di season kedua, paling lambat 3 hari sudah update, tapi semoga bisa lebih cepat. Othor harus kembali dari dunia kehaluan ke dunia nyata, dan ternyata, othor punya satu anak remaja dan anak baru lulus balita(TK). Yang besok akan memulai petualangan di sekolah baru( sebagai peserta didik baru) author hampir khilaf, karena terlalu terlena dengan tingkat kehaluan yang hakiki 😁😁😂😂
∆Semoga kalian sehat selalu, tetap stay di daftar favorit ya, heheh maksa banget yak😆😆
∆Mohon dukungan nya, agar othor tau, kalau karya receh ini ada peminat nya walau hanya satu dua orang. Namun itu sudah cukup membuat hati othor berbunga-bunga, dan senyum-senyum sendiri.🥰🥰🥰
__ADS_1
Note : Eter (suatu tempat yang di sebut keabadian) dimana setelah mangkat, para Servidor akan terlahir kembali dalam jiwa seorang bayi manusia, yang terlahir di saat hari kematian mereka.