
Klek
Sky menelisik setiap sudut kamar, mencari keberadaan Cloey.
Klek
Rupanya Cloey baru habis mandi, dan terkejut melihat Sky berada di kamar nya.
"Apa yang kau lakukan, keluar lah tuan. Kau sudah membuat ku layaknya wanita murahan hari ini." Cloey mendiamkan Sky sejak keluar dari kamar putri nya tadi. Pria itu benar-benar keterlaluan.
"Aku ke sini ingin minta maaf padamu, Cloey. Maaf, sudah berbuat lancang dan terkesan merendahkan mu..."
"Kau memang merendahkan ku, tuan Sky Belluwig!" Sarkas Cloey memotong kalimat Sky, dengan mata berkaca-kaca. Sudah lama sekali dirinya tidak menangis, menjadi ibu sekaligus ayah bagi Lizzie, memaksa Cloey harus setegar batu karang.
"Maaf.." Sky berkata dengan nada rendah, lalu berbalik keluar. Sebelum itu, Sky kembali menutup pintu kamar Cloey.
Cloey duduk di sisi ranjang, wanita itu menangis tergugu. Dia ingin menjadi Cloey yang cengeng seperti tiga tahun yang lalu. Saat suaminya masih ada, dia lelah menjadi Cloey yang tangguh. Nyatanya, dia tetap lah wanita rikuh, dengan hati yang rapuh.
Sky ternyata masih berdiri di depan pintu kamar Cloey, pria itu mengusap sudut matanya yang basah. Dia menyesal telah berbuat selancang tadi pada Cloey. Dirinya hanya terbawa suasana, dan ya, Cloey mampu membuat nya nyaman. Wanita itu memberi nya sedikit jawaban atas semua mimpi buruknya.
Namun untuk saat ini, cukuplah dia memendamnya seorang diri. Terlalu berbahaya, jika Cloey tau segalanya. Hidup mereka akan terancam bahaya setiap detiknya.
Sky berjalan pelan menuju sofa didepan televisi kecil yang sedang di tonton oleh Lizzie.
"Sweetie? kau sedang menonton apa, hmm?" Sky duduk kemudian memangku gadis kecil itu dan mencium pucuk kepalanya. Air matanya menetes tanpa permisi, buru-buru Sky mengusap nya.
"Apa mommy belum bersiap?" yang dia tau, tadi Sky bilang akan menyusul sang ibu agar wanita itu bergegas cepat.
"Mom sedang bersiap, tunggu sebentar lagi." Balas Sky fokus pada wajah oval Lizzie. Gambaran yang sangat sempurna, benar-benar seperti duplikat. Sky mencuri ciuman di pipi Lizzie berkali kali.
"Paman, kau membuat ku geli" Lizzie tertawa geli, akibat bulu-bulu tipis di wajah Sky. Pria itu hanya tersenyum menanggapi celotehan Lizzie.
Cloey menatap kedua nya dari arah belakang, hatinya masih di landa rasa penasaran. Karena ucapan ambigu Sky. Namun pria itu tidak ingin menjelaskan apapun padanya, selain melecehkan nya.
__ADS_1
"Khmmm..." deheman Cloey mengalih perhatian kedua orang yang tengah asyik menonton tersebut.
Sky terkesima melihat penampilan Cloey, dress motif bunga-bunga berwarna kuning kenari selutut. Namun terlihat begitu seksi di mata Sky.
"Apa kau tidak punya baju yang lebih bagus lagi?" ketus Sky mendengus.
"Memangnya apa yang salah dari bajuku?" Protes Cloey tak terima. Sky seolah menghina bajunya, meskipun bukan baju mahal, tapi masih sangat layak di gunakan. Cloey merasa tersinggung.
"Ck! ayo bersiap" Sky tak ingin memperpanjang perdebatan, akhirnya memutuskan mengalah saja. Walau hati nya sedikit panas. Apa-apaan wanita itu, Kenapa harus berpenampilan secantik itu hanya untuk pergi ke pantai. Sky berkali-kali menghela nafas kesal. Membayangkan banyak mata yang menatap lapar pada Cloey, hatinya sudah terbakar. Bagaimana jika benar dia melihat nya, mungin dia akan langsung menjadi bara.
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, mereka sampai di pantai la Jolla cove, san Diego, di pusat kota California.
"Dia tidur?" Sky tiba-tiba sudah berada di belakang Cloey, membuat wanita terkejut.
"Ya"
"Sini aku gendong" Sky meraih tubuh Lizzie tanpa menunggu jawaban dari Cloey. Mereka bertiga berjalan menuju hotel, untuk beristirahat sebentar sebelum bermain di pantai.
Klek
"Kau menyukai nya?" pertanyaan Sky membuat Cloey malu, dirinya seperti sedang tertangkap basah mencuri. Lalu mengalihkan pandangannya pada putrinya yang sedang tertidur lelap di atas ranjang.
"Kau belum menjawab ku, Lui?" tuntut Sky tak sabar.
"Berhentilah memanggil ku dengan sebutan itu, tuan..Itu panggilan khusus mendiang suamiku. Orang lain tidak boleh menggunakan nya" balasan yang tidak Sky duga, namun pria itu menarik sudut bibirnya diam-diam.
"Wanita yang setia" gumam Sky hampir tak terdengar.
"Baiklah, maafkan aku. Sekarang Katakan padaku, apa kau menyukai kamarnya?" ulang Sky duduk di sisi sebelah Lizzie.
"Aku suka, pemandangan nya bagus." Ujar Cloey jujur. "Pemandangan pantai di kotaku juga tak kalah bagus dan menarik, tuan harus ke sana sesekali." Lanjut Cloey memamerkan kota asalnya dengan bangga.
__ADS_1
"Pasti!" balas Sky mantap, "aku mau mandi dulu, aku belum mandi sejak dari rumah tadi." Sky berjalan menuju kamar mandi, namun sebelum nya pria itu membuka baju dan celana jeans nya di depan Cloey. Membuat pipi Cloey memanas karena malu.
"Tidak bisa kah kau membuka nya di dalam saja" Cloey beranjak menuju balkon, wajahnya sudah merah dan terasa panas. Dasar pria cabul pikir nya kesal.
Sky hanya tersenyum samar, dia sengaja melakukan nya. Dia ingin Cloey melihat bagian tubuhnya dan sedikit menyadari, ada bagian yang mungkin mengingat kan nya pada seseorang.
Setelah melepas pakaiannya dan hanya tinggal memakai boxer, Sky bergegas ke kamar mandi.
Cloey menatap pemandangan pantai dari balkon, dia teringat pada suaminya. Dulu sangat menyukai tempat seperti ini, itu lah kenapa mereka memilih tinggal di kota Carmel, yang terletak di semenanjung Monterey, California.
Lamunan Cloey buyar oleh tangan kekar yang melingkar di perutnya.
"Kenapa kau selalu memeluk ku sesuka mu, tuan?" Cloey memutar tubuh nya, menatap netra pria yang mengingat kan nya pada seseorang.
Tangan Cloey terulur menyentuh pelipis Sky, pria itu memejamkan kedua matanya. Menikmati sentuhan wanita yang sangat dia rindukan nya itu.
"Kenapa kau selalu melakukan sesuatu seolah kita pernah begitu dekat?" Cloey kembali bertanya dengan mengubah arah pertanyaan nya.
Sky membuka matanya, lalu menatap manik wanita didepannya dalam.
"Aku hanya merasa, kita pernah sangat dekat di masa lalu. Kau lupa, aku ini amnesia? mungkin kau yang lebih tau banyak hal dari ku, jadi aku ingin memulai nya dengan dekat dan mengenal mu lebih jauh." Sky merapikan rambut Cloey yang di terpa angin.
"Apa kau keberatan? apa ada pria lain yang sedang dekat dengan mu sekarang?" jantung Sky berdetak tak karuan menanti jawaban Cloey.
Cloey terlihat menimbang jawaban nya, Sky semakin tak sabar.
"Katakan Cloey.." desak Sky sudah tak sabar.
"Tidak bisa si bilang dekat, hanya saja, beberapa pria mendekati ku dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang mendekati ku melalui Lizzie, ada juga yang mendekati ku langsung. Hanya saja" Cloey menggantung kalimat nya, melirik ke ranjang putri nya.
"aku tidak ingin memberikan ayah tiri untuk Lizzie. Bagiku, suamiku selalu hidup di hatiku dan Lizzie selama nya. Dia tak tergantikan," Sky tersenyum samar bahkan hampir tak terlihat. Hatinya berdesir, kata-kata Cloey adalah hal yang paling dia nantikan. Deren Velasquez memang tak tergantikan, akan dia pasti kan itu.
"Lalu bagaimana jika dengan ku? bukankah Lizzie terlihat menyukai ku, bukan?" goda Sky menatap jahil pada Cloey.
__ADS_1
"Dia hanya merindukan paman William nya di Catalina, jangan terlalu percaya diri tuan." Cloey mendengus lalu kembali berbalik menatap pantai.
Sky terkekeh, kemudian memeluk Cloey tanpa penolakan dari wanita itu. Mungkin Cloey juga merasa nyaman berada di dekapan hangat Sky. Boleh kah Sky berharap lebih sekarang?