
Suara riuh para remaja juga musik terdengar dari arah kolam renang di taman belakang rumah besar milik salah seorang pengusaha kaya raya. Sebuah pesta kecil sedang berlangsung di taman belakang tersebut, karena hanya ada beberapa orang remaja saja.
"Grend..kau nampak tak bersemangat..kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Dom duduk di samping sahabat nya yang terlihat lebih banyak melamun sejak acara di mulai.
"Aku sedang tidak bersemangat untuk berpesta, ini ide kalian. Jadi bersenang-senang lah..." ujar Grend dengan nada malas.
"Ck! apa yang sedang kau pikirkan? berbagilah pada ku, kita ini sahabat bukan? lihat lah Rosa, gadis itu tampak sangat seksi malam ini. Itu kode alam dude, kau harus bergerak lincah untuk mendapatkan nya. Penuhi kamar mu malam ini dengan suara de*s*ahan nya. Di jamin semua beban pikiran mu akan lenyap seketika." Setelah mengatakan kalimat frontal, Dom tergelak renyah. Grend hanya bisa menghela nafas panjang, ternyata image buruk tak bisa terlepas dari nya. Dia tetap pria brengsek yang sama, sekuat apapun dia berniat untuk berubah.
Grend meletakkan gelas minuman nya kemudian berjalan ke arah Rosa yang tengah menari sambil meliuk-liuk kan badan nya di tepi kolam renang. Tangan kekar Grend menarik pinggang Rosa hingga membentur ke tubuh tegap nya. Rosa tersenyum penuh kemenangan. Grend terpesona oleh keseksian nya.
Tangan Rosa terulur mengelus rahan tegas Grend dengan tatapan dan gaya sensual. Grend sejenak menikmati perlakuan tersebut, hingga merasakan benda kenyal dan basah menempel di bibir nya. Mata nya terbuka sejenak, kemudian tertutup kembali. ******* tersebut mulai saling menuntut. Grend melepaskan ciuman mereka lalu menarik Rosa menuju pintu samping dimana ada tangga di sana yang menghubungkan ke lantai atas.
Adegan raba-meraba kembali terjadi, Rosa yang nampak berpengalaman mulai meraba area sensitif Grend hingga tanpa sadar pria itu mulai mengerang. Rosa nampak lebih mendominasi permainan tersebut.
"Kau ingin menikmati yang lebih dari sekedar sentuhan, Grend sayang.." bisik Rosa dengan nada erotis di telinga Grend. Grend hanya mengangguk, dan mulai merasakan sensasi lain. Rosa membuka seluruh pakaiannya hingga kini tubuh nya benar-benar polos. Grend menatap pemandangan di hadapan nya dengan senyum miring. Lalu mulai menarik tubuh polos Rosa menuju ranjang. Rosa yang di dorong hingga terbaring mulai menggerakkan kan tubuh nya untuk menggoda Grend. Sudah payah Grend menelan ludah nya saat melihat lembah surgawi yang kini terpampang di hadapannya.
"Kemari lah sayang...aku akan memuaskan mu.." Rosa menggerakkan jari telunjuk nya untuk mengode pergerakan Grend ke arah nya. Grend melepaskan apa yang melekat di tubuhnya kemudian merangkak menuju Rosa yang sedang terbaring pasrah.
Ciuman kembali terjadi, ******* hisapan yang Grend berikan di tubuh Rosa membuat gadis itu terus men*d*esah tak karuan.
"Ouchh .. Grend.." Grend kini mulai menyusuri lembah surgawi milik Rosa, dua jari nya mulai bermain nakal di sana. Membuat Rosa mulai kepanasan karena terbakar gairah.
" I'm coming..." erang Rosa akhirnya. Semburan nya melumuri jari-jari Grend.
"Kau puas ?" Rosa mengangguk dengan wajah masih memerah. Grend tersenyum puas, lalu mulai mengarah kan milik nya. Sesaat akan masuk, bayangan wajah Helen menguar di pelupuk mata nya. Grend menarik diri nya kemudian duduk di tepi ranjang, kedua tangan nya menyugar rambutnya frustasi.
__ADS_1
Rosa nampak heran karena Grend tiba-tiba menghentikan kegiatan mereka.
" What happen, baby?" tanya Rosa sambil memeluk Grend dari belakang, dada nya sengaja dia gesek kan ke kulit punggung Grend untuk memancing hasrat pria itu kembali. Karena Rosa melihat jika milik Grend kembali tertidur lelap di bawah sana.
"Hentikan Rosa, aku sedang tidak ingin. keluar lah dari kamar ku.." Usir Grend terdengar sangat kesal, Rosa mendengus kasar. Gadis itu kembali memakai pakaian lalu keluar dari kamar Grend, tak lupa suara dentuman pintu tertutup keras. Grend hanya menatap pintu kamar nya dengan tatapan miris.
"Kau sebenarnya mau apa, hah! jika kau menolak ku, tolong keluar dari kepala ku segera! dasar gadis menyebalkan!" Teriak Grend frustasi. Bayangan Helen terus membuat semau fokus teralih kan.
Tok tok tok
Grend menatap ke arah pintu lalu menatap tubuh polos nya, bergegas pria itu mengenakan pakaian nya. Tak lupa mengganti nya dengan yang baru.
"Sebentar..!" seru nya dari dalam kamar.
Klek
"Dibawah ada 3 orang remaja, katanya mereka di undang ke pesta tuan muda. Nama salah satu gadis itu, Berea dan...." beluk sempat selesai sang pelayan dengan kalimat nya, Grend sudah berlari menuju tangga.
Nafas Grend tersengal-sengal karena berlari menuruni tangga menuju teras depan. Dia sampai lupa jika di rumah nya ada lift. Sesaat akan membuka pintu, Grend sejenak mengatur alur nafasnya yang memburu.
Klek
Terlihat seorang gadis dengan gaun berwarna hitam tengah berdiri tegak dihadapan nya. "Maaf jika kedatangan kami mengganggu aktivitas mu, Grend." Ucap Berea penuh makna, Grend terlihat gugup seolah dirinya tengah kepergok selingkuh. Pria itu menggaruk tengkuknya salah tingkah.
"Ti_tidak. Masuk lah, pestanya di belakang.." ajak Grend dengan tatapan tak henti-hentinya menatap ke arah Helen. Gadis itu terlihat salah tingkah.
__ADS_1
Grend melambat kan langkah nya, dia berusaha mensejajarkan langkah nya dengan Helen.
"Kau sangat cantik, tapi jangan sering-sering seperti ini. Aku tidak suka banyak orang memperhatikan mu nanti." Ujar Grend berbisik pelan di samping telinga Helen.
Helen sedikit terganggu dengan deru nafas Grend yang menerpa kulit leher nya.
"Jaga jarak mu bung. Kami bahkan belum mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer. Aku khawatir kuman-kuman akan menempel pada mu nanti, bukan kah itu berbahaya." Tegur Berea tanpa menoleh. Grend menjadi kikuk dan malu. Dia bahkan tak sempat mencuci tangan kotor nya akibat kegiatan nya tadi.
Dom mengernyit heran melihat siapa yang datang bersama Grend, bukan kah tadi pria itu sedang di lantai atas bersama Rosa. Dia pikir keduanya tengah bercinta di sana. Mengingat Rosa bahkan belum kembali ke sana.
"Mereka? kau mengundang nya?" tanya Dom penasaran sekaligus heran. Mata nya tanpa sengaja menatap objek yang membuat bola mata nya melotot tajam. Rupa nya pesona Helen telah menghipnotis pria itu.
"Hai, kau siapa? aku Dom. Dom Kennedy.' Ujar nya dengan bangga. Tangannya terulur menanti sambutan tangan Helen, namun gadis itu bergeming menatap datar ke arah pria yang juga pernah ikut andil melecehkan nya di sekolah.
"Ck! tak perlu berkenalan, dia Helen. Dan aku yang mengundang mereka semua," terang Grend menatap tak suka ke arah sahabat nya. Lalu kembali menilik penampilan Helen yang sangat terbuka menurut nya. Jika dulu dan beberapa menit yang lalu dia pengagum gadis dengan pakaian minim, tapi tidak sekarang. Tidak jika itu adalah Helen. Grend membuka kemeja kotak-kotak milik nya, hingga kini hanya menyisakan kaos berwarna putih saja.
Pupil mata Dom semakin melebar, tatapan nya menelisik dari atas hingga ke bawah. Membuat Helen sedikit tak nyaman. Dengan cekatan Grend menutup punggung terbuka Helen menggunakan kemeja nya.
Helen tersentak kaget, sementara Berea menarik sudut bibir nya. Senyum kepuasan karena telah berhasil membungkam mulut dan mata para pria jahanam itu, dengan penampilan Helen yang memukau.
"Pakai ini, cuaca nya dingin nanti kau bisa sakit." Ucap Grend penuh perhatian. Helen tidak mengatakan apapun, satu tangan nya menggenggam sebelah ujung kemeja tersebut.
"Kemana Rosa? bukan kah tadi kalian berdua sedang melakukan kegiatan panas di lantai atas?" Ujar Linda menyela situasi. Grend terlihat panik dan gugup. Matanya melotot tajam ke arah Linda agar wanita itu bungkam.
"Aku juga tidak melihat Andy, kemana kekasih mu itu pergi Linda?" sela Dom berusaha menengahi keadaan. Linda terlihat menoleh ke kiri dan kanan nya. Rupanya gadis itu baru sadar jika kekasih nya pun turut menghilang dari sana. Dengan langkah lebar, Linda meninggalkan teman-teman nya untuk mencari sang kekasih.
__ADS_1