
"Kau seperti nya sangat menyukai pelukan ku, Cloey?" goda Sky menggigit pelan leher Cloey hingga meninggal kan jejak di sana.
"Tuan Sky!" hardik Cloey kesal namun Sky malah tertawa puas.
"Kau saja yang suka memeluk sembarangan wanita" tuduh Cloey, entah kenapa hatinya mendadak tak nyaman, saat memikirkan jika Sky tengah memeluk wanita lain.
"Tidak pernah ada wanita lain dalam hidup dan hati ku. Aku hanya memikirkan satu orang, dan selamanya hanya ada dia di dalam hatiku ini." Jelas Sky menatap serius oada Cloey yang pias, pikiran nya sudah berkeliaran entah kemana. Beruntung sekali wanita itu pikirnya.
"Aku menyukai mu, Cloey. Beri aku kesempatan untuk dekat dengan mu dengan caraku sendiri" bisik Sky berharap.
Cloey bergeming, dia bukan wanita naif, dia pun merasa nyaman berada di dekat Sky. Tidak bisa di jelaskan memang, namun kehadiran pria itu yang tak terduga, memberikan debaran lain di jantung nya. Sama persis seperti yang dia rasakan pada mendiang suaminya dulu. Perasaan yang sudah lama mati kini hidup kembali.
"Sweet heart? kenapa kau tidak menjawab ku?" desak Sky kembali menggigit kecil danun telinga Cloey.
"Sky, berhenti melakukan itu padaku" tanpa sadar dia telah memanggil Sky tanpa embel-embel tuan di depannya. Sky menyeringai, pria itu menaruh dagunya di bahu Cloey dan mengeratkan pelukannya.
"Aku jatuh cinta padamu, Cloey. Tidak kah kau menyadari nya" ujar Sky pelan. "kejadian kemarin mungkin kebetulan, aku tidak berniat mencelakai mu. Tapi aku tidak mengelak jika aku senang bertemu dengan mu walau caranya sedikit ekstrim. Kemarin aku sengaja mencarimu di setiap sudut kota, hingga akhirnya aku berkendara sejauh itu tanpa sadar. Kau tidak datang ke kantor selama satu Minggu kemarin, aku mencari mu, aku merindukan mu, Cloey." Sky berbicara dengan nada yang begitu rendah, terlihat jika pria itu mencoba jujur dengan perasaan nya.
"Dari sekian banyak wanita cantik dan segalanya di California, kenapa aku, hanya wanita janda dari kota kecil dan tak berpendidikan tinggi. Juga bukan dari kalangan bangsawan atau pengusaha kaya raya?" Cloey memaparkan statement nya menuntut penjelasan.
"Karena kau berbeda, aku menyukai mu yang sederhana. Aku juga menyukai putri mu, maka ijin kan aku dekat dengan kalian." Bisik Sky penuh harap.
"Aku tidak tau Sky, jalani saja. Kita sangat kontras, perbedaan diantara kita terlalu jelas. Aku ragu membuka hatiku padamu, aku tidak ingin terluka." Ujar Cloey jujur.
"Baiklah sweet heart, kita jalani saja dulu. Aku akan membuktikan kau pantas untuk ku, terimakasih baby" Sky mencium pipi tirus Cloey dengan perasaan bahagia.
"Kau harus lebih banyak makan, sweet heart. Pipimu terlalu tirus," kekeh Sky lalu memutar tubuh Cloey, pria itu mulai mencium lembut bibir wanita nya.
Ciuman yang lembut itu berubah jadi sedikit liar dan panas. Sepanas cuaca yang mulai beranjak menuju tengah hari.
__ADS_1
"Lanjut di kamar?" Sky menatap Cloey dengan tatapan berkabut gairah "aku memesan dua kamar, dan terhubung dengan kamar ini." suara parau Sky menari-nari indah di telinga Cloey, tanpa sadar wanita itu mengangguk.
Sky langsung menggendong Cloey seperti anak koala, dan mulai menciumi leher mulus dan jejang Cloey. Sesampai di kamar Sky membaring kan Cloey di ranjang, lalu kembali mengunci pintu penghubung ke kamar Lizzie.
Sky membuka semua pakaian nya lalu merangkak naik ke atas ranjang, pipi Cloey memanas. Pemandangan yang sudah sangat lama tidak pernah dia lihat.
Sky mulai mencium lembut wanitanya, ciuman yang menuntut dan liar.
Sky menarik apa saja yang menempel di tubuh Cloey, seolah pakaian itu mengganggu pandangan nya.
Ciuman Sky turun hingga perut datar Cloey lalu berhenti sejenak, di tatapnya bekas operasi Caesar yang lumayan besar itu dengan hati miris. Sky mencium lembut bekas operasi itu, wanita ini pasti berjuang keras untuk menghadir kan putrinya ke dunia.
Cloey meremat rambut Sky saat pria itu mulai bermain liar di segitiga Bermuda miliknya. Sesekali tubuh nya terangkat naik saat Sky memainkan kacang almond nya.
"Skyy.. ouchhh ssshhhh..." Cloey meracau bebas tanpa sadar, rasa malunya tadi kini lenyap entah kemana.
Sky semakin bersemangat, lidahnya semakin lincah bermain diarea basah itu. Cloey menggelinjang hebat, tubuh nya bergetar saat merasakan sesuatu mendesak keluar dari inti nya. Sky memainkan jarinya lebih cepat, tidak lupa gigitan kecil dia berikan di rawa lembab Cloey. Tubuh Cloey menegang, nafasnya terengah-engah. Dadanya naik turun dengan cepat, Sky menyedot habis cairan hangat milik Cloey.
"Katakan kau menyukai nya, sweet heart" tuntut Sky menatap sayu kekasihnya.
"Aku menyukai nya.." jawab Cloey pelan lalu mengalihkan pandangannya ke samping. Sky terkekeh kecil lalu mulai menciumi leher Cloey dan berakhir di dada sintal wanita itu.
Dada yang tidak sesuai untuk ukuran tubuh Cloey yang mungil. Sky sangat menyukai nya.
Sky mulai mengarahkan milik nya, Cloey melotot melihat ukuran yang membuat nya merinding.
Penyatuan terjadi hingga hampir satu jam lamanya.
"Terimakasih sweet heart, rasanya masih sama." Puji Sky tanpa sadar. Efek euforia yang baru saja dia rasakan hingga kepalanya tidak bisa berpikir jernih.
__ADS_1
Cloey tertegun mendengar ucapan Sky yang selalu membuat nya samakin penasaran.
"Sky?" Cloey yang sedang berada di dekapan lengan kekar Sky mendongak.
"Hmm?" Sky menatap wanita yang baru saja mengantar nya ke puncak nirwana. "ada apa? tanyakan jika kau ingin bertanya"
"Kenapa kau selalu mengatakan sesuatu yang ambigu? katakan sesuatu padaku, aku tidak suka di bohongi." Cloey balas menatap Sky menuntut penjelasan atas rasa penasaran nya.
Sky berbalik menghadap Cloey, merapikan rambut Cloey yang berantakan.
"Kau sungguh ingin tau?" Sky balik bertanya dan di balas anggukan cepat oleh Cloey.
"Dengar, ini mungkin terdengar mustahil. Begitu juga dengan ku, tapi kau harus mencernanya dengan baik." Sky manarik nafas panjang lalu menghela nya perlahan. Apa suami mu bernama Deren Velasquez?" Cloey terdiam lalu kemudian mengangguk pelan.
"Apa yang kau ketahui tentang nya sebelum kalian menikah?" Cloey semakin bingung, kenapa menjawab satu pertanyaan nya Sky mengajukan banyak pertanyaan padanya.
"Jawab saja Cloey" desak Sky gemas melihat wajah bingung Cloey.
"Tidak banyak, Deren tidak pernah mengatakan banyak hal tentang keluarga nya. Kami menikah di kota kecil di kota Carmel, kami tinggal di sana sampai aku hamil anak pertama kami. Hidup kami sederhana tapi kami adalah pasangan yang bahagia. Deren bekerja di sebuah museum di sana, sebagai office boy. Yang aku tau, keluarga nya tidak pernah setuju Deren menikahi wanita yatim piatu seperti ku. Untuk itu kami memilih tinggal di sana, daerah yang jauh dari sini. Deren hanya bilang, keluarga nya tinggal di California. Tepatnya di mana aku tidak tau, dan tidak ingin mencari tau." Cloey menceritakan tentang suaminya dengan mata berkaca-kaca.
Sky mengusap sudut mata wanita nya meski dirinya sendiri sudah hampir menangis.
"Kami bertemu di kota Burbank 4 tahun lalu, aku bekerja di sebuah restoran cepat saji. Kami berkenalan dan mulai dekat selama hampir satu minggu, sebelum akhirnya Deren kembali ke kehidupan nya. Komunikasi kami terputus tanpa sebab, lalu dua bulan kemudian, Deren tiba-tiba kembali datang dan mengajak ku menikah. Lucu bukan? kami hanya berkenalan selama seminggu dan berpisah dua bulan, lalu dia datang dan langsung mengajak ku menikah." Cloey tertawa pedih mengingat momen dimana Deren melamar nya, dengan cicin berlian yang sangat indah.
Pria itu mengatakan, dia bekerja keras selama dua bulan penuh bagai kuda, untuk bisa membelikan nya cincin itu. Maka Cloey tidak boleh menolaknya.
"Dia pasti sangat mencintai mu, bukan?" Sky memecah keheningan.
"Ya, dia sangat mencintai ku. Bahkan rela hidup apa adanya, Deren tidak suka aku bekerja. Dia lebih suka saat dia pulang, ada istri nya menyambut nya di rumah, dengan aroma panggangan roti dan bumbu dapur." Kekeh Cloey lucu. Suami nya sangat pencemburu.
__ADS_1
"Jadi? apa hubungannya pertanyaan ku dengan segala penjelasan ku tentang mendiang suamiku?" tanya Cloey mengingatkan.
Sky menatap Cloey bingung, dari mana dia akan menjelaskan semuanya.