Darkest Dream

Darkest Dream
Banjir Bandang


__ADS_3

Semua mata tertuju ke arah tangga, bagi Sky yang belum mengetahui seluk beluk kisah putri pemarah nya. Pemandangan itu terlihat begitu memukau di mata nya. Putri nya sangat cantik, dia mulai berpikir tentang putri sulung nya. Lizzie nya pasti juga akan terlihat mempesona seperti putri kedua nya tersebut.


Usapan lembut Cloey menyadarkan lamunan Sky. Sky buru-buru menyeka sudut mata nya yang berair, kemudian tersenyum lebar pada sang istri.


"Akhirnya aku punya anak perempuan juga.." celetuk Ashley memecah kan suasana hening di antara mereka.


"Ck! baju ini membuat ku seperti badut maskot." Sahut Leah mematahkan argumen sang bibi. Ashley mencebik kesal mendengar kalimat sang keponakan.


"Baju mu itu membantu kami untuk bisa membedakan, jenis kelamin mu di kartu keluarga." Tukas Ashley tak mau kalah. Benar perkataan Lizzie, sang adik dan bibi nya pasti sangat cocok bila di satukan dalam satu lingkup yang sama.


"Mom, bisakah kita makan saja. Mau memakai pakaian apa saja, kak Leah tetap yang tercantik di antara kami berempat." Sela Alex mulai tak tahan dengan adu argumen tersebut. Leah dan Ashley sama-sama mencibir.


"Kau sangat cantik sayang, putri ku memang tak ada bandingannya." Puji Sky menatap kagum pada putri nya.


"Kak Lizzie jauh lebih cantik, andai saja dia sempat memakai baju mahal ini. Sayang sekali kakak ku itu selalu membeli pakaian bekas di pasar, agar kami bisa pakai pakaian baru dan layak." Cetus Leah dengan nada dingin. Hati Sky serasa tercubit keras mendengar satu lagi fakta tentang putri sulung nya.


Cloey semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada sang suami. Dia tau Leah masih belum bisa menerima kenyataan, dan tidak akan pernah bisa.


"Ah, baiklah. Kita semua sudah berkumpul, sebelum menyantap makanan penuh gizi dan bisa membuat kolesterol dan darah tinggi ini.. Mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang murah hati dan...."


"Bisa kah daddy tidak perlu berpidato panjang, kami semua bisa mati kejang-kejang karena menahan lapar." Potong Alex kesal. Aslan mencebik kesal. Baru saja dia akan menunjukkan kebolehannya dalam memanjat kan rasa syukur, putra nya yang menyebalkan sudah memangkas kalimat nya.


"Aku saja.." Potong Ashley cepat.


"Tuhan Yesus yang baik, terimakasih atas daging panggang yang terlihat nikmat ini. Semoga dengan memakannya, kami terhindar dari berbagai penyakit akibat mengkonsumsi nya nanti. Terimakasih pula atas kembali nya anak-anak juga saudara ku. Semoga kami kau jauhkan dari segala hal buruk, dan tolong tunjukkan lah jalan pertobatan untuk keponakan ku yang sedikit sulit di hadapi. Sadarkan lah dia akan kodrat nya sebagai seorang wanita normal. Amin"


Kalimat doa Ashley membuat Leah ingin sekali melempar pisau ke mulut berbisa bibi nya tersebut.


"Doa mu sangat eksentrik mom.." ledek Morgan menatap tengil pada sang kakak. Leah melempar serbet ke wajah sang adik dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Lee.." peringkat sang ibu lembut. Sungguh Leah sangat merindukan suara wanita itu.


"Dia menyebal kan mom, aku menyesal tidak memutilasi nya untuk persediaan perbekalan kami selama di jalan." Tukas Leah datar. Cloey hanya menggeleng kan kepalanya melihat watak keras sang anak. Jika Lizzie yang selalu bersikap lembut pada saudara nya, Leah lain sendiri.


Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Besok Leon pulang, Jeff sudah menghubungi ku." Ucap Aslan di sela obrolan mereka.


"Sungguh ? aku tidak sabar ingin bertemu dengan putra ku.." Sky nampak bersemangat mendengar berita itu.


"Aku harap dad bisa merubah nya menjadi laki-laki sejati.." Sky mengerjab heran. Apa maksudnya, apa putra nya belok.


"Leon sedikit berbeda, dad. Dia lebih perasa dan mudah menangis untuk hal-hal kecil. Hati nya selembut kapas, namun dia tetap putra kita yang perkasa." Jelas Cloey tak ingin suami nya salah paham.


"Aku semakin tak sabar, honey. Pasti putra ku sangat tampan."


"Ck! putra ku juga tampan," timpal Aslan tak mau kalah.


Berada di tengah para orang tua membuat kepala pusing. Dia harap doa laknat sang ibu di kabulkan oleh Tuhan. Dia seperti akan mengalami gejala tensi darah tinggi, kepala nya mendadak pening dan perut nya sedikit melilit mual.


Klek


Leah masuk ke dalam kamar Alex yang terlihat samar-samar, tanpa aba-aba Leah menjatuhkan tubuhnya di samping sang adik lalu memeluk nya erat.


"Aku sudah tidur, jangan menggangguku kak." Ucap Alex memperingatkan.


"Ck! kenapa orang tidur bisa berbicara lancar tanpa efek serak-serak jahanam." Tukas Leah memukul pelan punggung Alex yang membelakangi nya. Alex berbalik lalu memeluk sang kakak hingga Leah merasa sesak nafas.


"Kau ingin membunuh ku ya.." Leah mendorong kepala Alex ke samping.

__ADS_1


"Maka nya jangan menggangguku.." sahut Alex menggerutu, kemudian berbaring telentang. Lengan kekar nya menarik kepala sang kakak ke atas lengan nya. Leah memeluk perut Alex dengan posisi ternyaman. Dia merindukan pelukan Leon adik nya.


Keduanya tertidur dalam posisi berpelukan, Sky terharu melihat kasih sayang sang keponakan pada putri nya Leah. Padahal mereka tidak lah dekat dari kecil, tapi lihatlah pemandangan ini. Sungguh menyentuh relung hati nya.


"Paman?" Morgan memeluk bonek beruang besar nya di depan pintu kamar sang kakak. Sky tersentak kaget, saat melihat manusia berbulu yang ternyata adalah sebuah boneka yang tengah di peluk oleh keponakan nya.


"Kau mau kemana dengan boneka itu?" tanya Sky heran, dia pikir Morgan sedang mengigau berjalan sambil tidur.


"Aku ingin ikut tidur bersama kakak di dalam.." Sahut Morgan cengengesan.


"Masuklah, jangan membuat kegaduhan. Atau mereka akan merendam mu dalam bathtub semalaman." Sky mengingat kan. Morgan mengangguk mantap lalu masuk ke dalam kamar kakaknya.


Pagi hari terjadi kegaduhan di dalam kamar Alex, bagaimana tidak. Morgan tanpa sengaja mengompol di kasur king size milik sang kakak. Pria itu mengelak dengan mengatakan jika diri mya tengah bermimpi bermain di pantai, dan di dalam mimpi itu diri nya buang air kecil sambil berendam air laut. Nyata nya, air laut itu membanjiri kasur Alex. Leah yang tidur di tengah pun terkena efek banjir bandang tersebut. Membuat gadis itu mengomel hingga berbuih.


"Dasar bayi! aku mau kau ganti kasur ku dengan yang baru, yang ukurannya sama dan model nya sama persis seperti ini. Harus ada hari ini juga. Dan ya, bawa boneka Barbie mu keluar dari kamar ku!" Seru Alex yang masih di landa kekesalan maksimal.


"Ck! ini boneka beruang. Dasar pemarah, lagi pula mana ada yang sama persis seperti ini. Kau kan pesan langsung tidak beli di toko. Dan lagi hanya basah sedikit saja, sisanya sudah di serap oleh Teddy dan baju kak Leah." Kilah Morgan meringis menatap wajah sangar Leah. Baju Leah basah kuyup akibat menyerap air laut buatan Morgan. Bagaimana dia tidak kesal setengah mati.


"Aku tidak mau tau! kasurku harus sudah di ganti sore ini juga. Keluar sana..!" usir Alex marah.


"Hanya basah sedikit, tidak perlu mengganti nya. Nanti akan di bersihkan, jangan berlebihan pada adik mu." Tegur Ashley datar.


"Kau dengar kak? nanti juga bisa di bersihkan.." timpal Morgan tersenyum mengejek.


"Dan kau! cepat lah tumbuh dewasa, masa balita mu sudah lewat jauh. Malu pada adik mu, dia saja tidak pernah mengompol sejak usia 3 tahun." Sambung Ashley membuat bibir Morgan mengerucut sempurna.


"Kan aku tidak sengaja.." gerutu Morgan tak terima di bandingkan dengan sang adik.


"Kakak mandi lah, baju mu menetes kan air di lantai kamar ku." Titah Alex menyerah kan handuk dan kimono bersih pada Leah. Leah meraihnya lalu bergegas mandi.

__ADS_1


Sementara Alex menatap miris pada kasur nya, pria itu sangat pembersih. Tidak suka jika kamar nya di masuki oleh orang lain. Leah pengecualian. Tidak mendapatkan saudara perempuan membuat nya sangat menyayangi Leah juga Lizzie.


"Ck! ini benar-benar bencana alam yang dahsyat..! Dasar adik laknat!" gerutu Alex menahan kesal. Pria itu membuka sprei kasur nya lalu menumpuk dalam keranjang besar. "Ini menjijikkan, iiuughhhh..!" Alex bergidik ngeri melihat bekas air yang menyerupai pulau tersebut "Awas saja kalau sampai membekas, akan aku panggang milik mu Moge sialan." Moge adalah panggilan yang dia semat kan untuk sang adik. Morgan suka sekali dengan jenis-jenis motor gede. Tak lain adalah untuk menarik perhatian para betina di sekolah mereka.


__ADS_2