Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 112: SECRET, VALENTINE


__ADS_3

Nara Alona. Yah, gadis itu selamat, tapi dalam keadaan depresi berat. Semua ini bermula setelah peristiwa pelecehan yang terjadi menimpa remaja tersebut. Kejadian yang mengerikan dan tidak bisa dilupakan. Pada malam percobaan bunuh diri, orang suruhan Queen datang untuk mengeksekusi.


Bukan melenyapkan, tetapi menyelamatkan. Namun, tidak ada yang tahu. Jika malam itu menjadi malam panjang. Setelah bersusah payah membuat surat kematian palsu serta proses pemakaman yang luar biasa. Asfa memberikan perintah untuk membawa Nara ke tempat yang paling aman sebagai saksi.


Gadis yang memiliki bukti dan juga menyimpan beberapa rahasia tentang kehidupan beberapa orang penting. Mereka yang ada di Regal Academy, namun gadis itu harus mengalami banyak kepedihan. Tindakannya yang terlambat mengorbankan Nara yang tanpa perlindungan.


Tubuh remaja itu menggigil hebat mengingat semua yang telah dia lewati. Sungguh tak sanggup untuk menjalani kehidupannya lagi. Alih-alih ia merasa kesakitan, jiwanya lebih terguncang. Namun, satu hal yang disadari Nara. Benar kata wanita di depannya. Jika di luar sana masih ada orang yang mengharapkan ia kembali.


Bukan tanpa alasan ia terkadang menyerah, tapi semangatnya kembali bangkit berkobar. Semua itu karena telinga selalu mendengar, bagaimana perjuangan Rose untuk mendapatkan keadilan dalam kasusnya. Memang ia tidak bisa melihat. Apalagi mendengar dan merasakan apa yang terjadi di luar sana.


Akan tetapi, orang-orang di sekitarnya akan memberikan begitu banyak informasi tanpa satupun terlewatkan. Nara menundukkan kepala menyesal, "Maafkan, Saya. Sungguh saya tidak bermaksud untuk membuat putri Anda dalam penderitaan."


"It's oke. Sekarang, aku ingin, kamu tetap tenang dan lanjutkan perawatan. Ingat satu hal, semua yang menjadi rahasia akan terungkap setelah beberapa hari. Duke, tolong jaga Nara karena aku harus kembali ke kota." Titah Asfa, lalu pergi meninggalkan ruangan perawatan remaja itu.


Inilah rumah baru bagi Nara Alona yang berada di tengah perbukitan dengan udara yang menyejukkan. Ditemani seluruh tim medis yang selalu bersamanya, bahkan ia selalu dijaga selama 24 jam selama ini. Meskipun, satu kebenaran ini bisa mengubah segalanya. Asfa sengaja membiarkan gadis itu tetap dalam pengawasannya.


Semua orang yang menjaga remaja itu adalah orang-orang terbaiknya. Tidak akan ada seorang penghianat diantara mereka. Kini yang harus dilakukan adalah memulai permainan. Tentu bersama orang-orang yang berada di lingkaran kegelapan. Permainan akan segera dimulai dengan pengumuman yang pasti akan membuat semua orang tercengang.


Sesaat langkahnya terhenti. Mengedarkan pandangan menikmati pemandangan alam. Apa yang kurang dalam kehidupannya? Tidak ada, bahkan semua bisa ia miliki. Namun, semua itu tidak ada artinya. Ketika melihat sang putri harus berjuang keras kesana kemari hanya untuk sebuah kebenaran.


Ingin rasanya duduk bersama. Kemudian membicarakan dari satu hal ke hal lain, hanya untuk menjelaskan bahwa semua hanya ada dalam angan. Kenyataan itu, tak seperti yang dipikirkan. Akan tetapi, apakah Rose tidak akan terluka?

__ADS_1


Ego manusia akan selalu mempertanyakan benar dan salah. Apalagi, jika tidak sesuai dengan harapan yang mereka inginkan. Sama halnya emosi yang tidak selalu bisa dikendalikan. Walau memiliki tingkat pengendalian yang tinggi.


Kasus pelecehan itu nyata. Namun, Nara Alona masih dapat bisa diselamatkan. Kini hanya dia yang bertanggung jawab atas semua yang akan terjadi. Apakah ia harus berkata jujur terlebih dahulu pada putrinya atau membiarkan sang putri mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan dalam permainan nanti. Dilema.


Untuk pertama kalinya. Asfa bimbang dalam rasa, emosi, ego, kepemimpinan, kekuasaan dan penyerahan diri. Mencoba untuk memahami jalan yang menjadi pilihannya. Berat, bukan hanya dalam pikiran, tapi juga menjadi beban hati.


Permainan ini, akan menjadi akhir dari semuanya. Well, aku siap untuk mengakhiri semua kisah yang dimulai dari diriku sendiri. Welcome the game. Truth or dare.~batin Asfa, lalu membuka pintu mobilnya.


Hari ini, kebenaran yang tersembunyi mulai menampakan diri. Bukan atas nama takdir, tetapi hanya rencana dari seorang Queen. Apa yang tidak terlihat oleh orang lain. Wanita itu melihat melalui banyak mata yang tersebar. Ini bukan permainan petak umpet biasa. Kehidupan yang terus bergulir. Nyatanya membuat Asfa semakin belajar taktik tipu muslihat untuk mengungkapkan rahasia yang terpendam.


Roda waktu yang terus berputar menjemput siang, dan malam. Tak terasa sudah satu minggu setelah tiket emas dibagikan. Waktu yang ditentukan hanya menghitung jam. Rencana bisa berubah, tetapi tidak dengan niat dari sang dalang.


Hari senin, empat belas Februari. Hari valentines. Dimana orang-orang merayakannya dengan memberikan coklat atau sekuntum bunga sebagai tanda cinta. Hari ini, kurir khusus telah memulai pekerjaan mereka. Sesuai dengan alamat yang akan mendapatkan tiket gratis agar bisa mengikuti permainan terbaik tahun ini.


Seorang kurir pizza memberikan layanan gratis dengan demo di tempat, membuat keluarga itu menikmati hari valentine dengan kegembiraan yang tiada terkira. Tanpa mereka sadari. Salah satu kurir meletakkan hadiah valentine di kamar ayah dan putrinya saat semua orang sibuk.


Rumah Tuan Atmadja.


Kesenangan adalah anugrah. Pria satu itu, tidak memiliki rasa malu untuk membawa wanita bayaran sebagai pemuas nafsu. Wanita yang cantik dengan kemampuan service terbaik di atas ranjang. Pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang dalam sekali permainan. Namun, ia datang hanya untuk melakukan tugasnya dari sang penguasa jalanan.


Rumah Rektor Wisnu.

__ADS_1


Harta adalah segalanya. Pria yang mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pimpinan rektor, tetapi justru memanfaatkan jabatan untuk memenuhi seluruh hasrat serakahnya. Seperti di hari valentine. Pria itu, tidak mau membayar upah para pekerja yang telah menyelesaikan tugas pembersihan saluran selokan yang macet. Memang dia pelit, hingga mendapatkan umpatan yang kasar.


Setiap pemilik tiket emas akan mendapatkan pengalaman valentine sesuai dengan harapan dan impian masing-masing. Semua telah disesuaikan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang akan mengalami kerugian di hari special ini. Kecuali satu orang yang memilih untuk duduk di samping makam dengan mendoakan sang sahabat yang telah lama tiada.


Rose Qiara Salsabila. Gadis bermata biru itu, merayakan hari valentine dengan menaburkan bunga mawar ke atas pusara. Bukan hanya itu saja. Rose juga mengulang janjinya. Sama seperti janji setelah Nara di kebumikan. Suara yang bergelar dengan rasa yang menyesakkan. Ini bukan akhir, melainkan awal baru untuk keadilan.


"Aku Rose Qiara Salsabila Luxifer berjanji akan membalaskan semua rasa sakit dan air mata mu Nara Alona. Ini janji seorang putri Queen Asfa Luxifer." Seruan dengan denyut nadi yang sama, membuat aliran air mata menyapa kedua pipinya.


...° ∆ -------- ••• ------- ∆ °° ∆ -------- ••• ------- ∆ °...


.


.


.


Sembari menunggu up, yuk kepoin karya temen othoor. Sebarkan semangat kalian.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2