Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 77: TAMAN


__ADS_3

''Jika tidak ingat. Kenapa mommy mengatakan kebenaran itu padaku? Kenapa tidak menjadi rahasia seumur hidup saja." Protes Rose dan tanpa sadar mendorong tubuh Asfa karena gadis itu melakukan pemberontakan secara refleks, "Maaf, Mom ....,"


Asfa hanya menatap Rose tanpa ada senyuman karena wajah wanita itu terlalu dingin, tatapan mata yang tajam, tetapi menyiratkan banyak duka. Untuk pertama kalinya, Rose melihat kesedihan dalam diam sang mommy. Sungguh bukan maksudnya untuk melukai wanita yang selalu memberikan cinta kasih.


"Mom, I really sorry." Cicit Rose, lalu menurunkan pandangan mata, tapi beberapa detik kemudian terasa usapan lembut yang memberikan kenyamanan seperti biasanya.


Sentuhan itu, akan selalu menjadi sentuhan favorit. Meski, apapun yang sudah terjadi. Tetap saja, seorang ibu tidak bisa mengabaikan anaknya. Kebersamaan itu tak luput dari pantauan kamera pengawas yang sengaja dilakukan oleh Vans.


Pria yang memiliki status suami queen, sekaligus papa dari gadis bermata biru. Kini keluarga merasa lega karena Asfa bisa mengembalikan kestabilan emosi Rose. Jujur saja, selama beberapa jam terakhir hanya dipenuhi ketegangan.


Meninggalkan keluarga besar Luxifer. Di sebuah taman yang dipenuhi anak kecil. Riswan terdiam di tempat yang sama. Dimana dulu, Sarah memergokinya. Hari ini, setangkai bunga kembali menjadi tujuannya.

__ADS_1


Mata memerah dengan tangan mengepal. Pemuda itu tengah menikmati rasa bersalah yang tidak akan pernah termaafkan, "Nara, Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Pasti kamu masih menyalahkan aku atas kemalangan mu. Jadi, bagaimana caraku membuktikan. Jika aku tidak terlibat?"


"Kenapa kamu selalu menghantui ku? Aku sudah janji untuk mengumpulkan bukti bukan? Please, jangan ganggu aku." Ridwan tertegun ketika ada bayangan dari arah belakangnya, pemuda itu mendadak berhenti bicara.


"Ayo, kita bekerja sama. Aku tidak tahu tragedi malam itu, tapi kamu tahu separuh dari kebenarannya. Bukan begitu, Riswan? Atau mau diputarkan rekaman CCTV. Saat kamu mengajak kekasih cadanganmu ke ruang seni? Jika iya, besok pagi seluruh kampus akan menyaksikan live rekaman reka adegan ....,"


Penjelasan tanpa basa-basi, membuat Riswan langsung menutup kedua telinganya dengan tangan, "HENTIKAN!"


Riswan segera berbalik, sebelum bayangan itu menghilang, tapi ternyata di belakangnya terlalu banyak orang. Bagaimana bisa seperti itu? Lalu, kenapa hanya suara satu orang yang terdengar. Sungguh aneh, apakah mungkin semua itu hanya halusinasi, lagi?


Jangankan rasa tenang, untuk bernafas saja sangatlah sulit. Seolah-olah ada yang selalu mengawasinya. Sejak peristiwa pelecehan yang terjadi pada Nara, dan kasus kematian temannya. Hidup yang dirasakan hanya dipenuhi kegelisahan dan emosi yang selalu menggebu-gebu.

__ADS_1


Buliran keringat membasahi wajah yang terlihat pucat pasi. Riswan berusaha untuk mencari si pemilik suara, tetapi tidak satupun pengunjung taman memiliki suara yang sama. Sontak saja, pemuda itu memilih untuk kembali ke tempat parkiran dan di saat ingin memasukkan kunci ke motor.


Sayup-sayup terdengar suara yang sama dengan perbincangan logat cepat. Rasa penasaran membawa langkah kakinya menyusuri deretan tumbuhan hijau yang setinggi dada. Pemuda itu, berjalan sangat pelan agar tidak ketahuan. Namun, ketika tumbuhan mencapai ujung. Tidak ada siapapun.


"Arrrggghhh! S!al."


Riswan menjambak rambutnya sendiri karena kesal. Semua yang terjadi semakin membingungkan. Suara sama, tapi tidak ada wujudnya. Benar-benar menambah kegelisahan hati. Tanpa ingin menunggu lama, dia memilih untuk meninggalkan taman.


Suara deru motor yang perlahan menjauh, membuat seseorang di balik sebuah pohon besar keluar dari persembunyiannya. Orang itu tersenyum dengan tangan menggenggam sebuah pisau. Ntah kenapa memiliki benda tajam yang bisa melukai orang.


"Kita lihat, siapa saja yang akan menjadi orang baik dan siapa saja yang akan memilih menjadi orang jahat. Satu, persatu. Semua akan mendapatkan akibatnya. Ku harap semua berjalan sesuai rencana."

__ADS_1


__ADS_2