Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 68: JEBAKAN?


__ADS_3

Begitulah irama dari ketukan nya. Tiba-tiba, suara itu berhenti bersamaan dengan suara pintu terbuka. Waktu yang menunjukkan pukul sebelas malam, membuat si penghuni kamar berjalan pelan seperti seorang pencuri. Padahal itu rumahnya sendiri, "Start of my game."


Seseorang yang menggunakan tudung keluar dari rumah mewah, lalu mengendarai sebuah motor kesayangan. Laju kendaraan itu cukup kencang menuju sebuah jalanan yang tak begitu banyak orang lewati. Orang-orang menyebut daerah itu adalah area khusus untuk balapan liar.


Suara deru motor orang itu terdengar tidak begitu memekakkan telinga dan langsung mengalihkan perhatian semua orang. Para pemuda dan pemudi yang sudah berkumpul di area khusus. Terlihat semua orang tengah sibuk menyiapkan balapan malam ini, "Akhirnya, King sudah datang. Jadi, balapan malam ini pasti sangat seru, tapi siapa yang akan bertanding dengan King? Semua tahu ia memang terkenal sebagai raja jalanan."


Bisik-bisik para anak muda, tidak membuat orang yang dipanggil king merasa heran. Pemuda itu tahu, seperti apa dirinya sendiri. Tak ingin ambil pusing, ia memilih untuk menunggu lawan yang seimbang sembari menikmati malam. Waktu berlalu begitu cepat dan tepat ketika pukul 11.00 malam. Tetap saja, tidak ada satu orang pun penantang yang berani melawannya.


Tiba-tiba, ada suara motor yang datang dan itu mengalihkan perhatian semua orang termasuk sang raja jalanan. Entah dari mana motor itu datang, tapi satu hal yang membuat mereka terperangah karena motor sport hitam itu. Terlihat begitu gagah, indah dan juga elegan serta simple. Namun, sudah pasti dimodifikasi sedemikian rupa. Sang pengendara berhenti tepat di sisi sang raja jalanan.


"Mantep! Ada penantang baru. Kuy, King, gas. Bisa kita mulai balapannya."

__ADS_1


"Aku akan balapan, tapi dengan satu syarat," kata si pengendara sport hitam, dan itu membuat raja jalanan tersenyum sinis di balik helm nya.


Sontak saja, si raja jalanan membuka kaca helm dan memperlihatkan netra mata kecoklatan miliknya, "Syarat? Ini tempat balapan liar, dan hanya taruhan dengan motor masing-masing. Bukan meminta syarat seperti apa yang ada di dalam pikiranmu. Siapa kamu, berani menawarkan syarat?"


"Sayang sekali, bahkan kamu tidak mencoba mendengar syarat ku. Jadi, ya sudah. Lebih baik aku pergi saja," sanggau pengendara motor hitam, lalu berniat untuk meninggalkan area balap. Akan tetapi, baru saja ingin menginjakkan gas. Tiba-tiba ada tangan yang menghalanginya.


"Apa syarat mu? Jika hanya soal taruhan motor, aku tidak keberatan sama sekali...,"


Tindakan nya, tentu saja membuat banyak mata tercengang. Dimana para anak muda hanya bisa melongo seraya menggelengkan kepala. King adalah raja jalanan yang cukup disegani, tapi si pengendara itu justru bersikap sesuka hati. Wow, fantastik. Patut diacungi jempol. Reaksi yang menunjukkan kagum mengubah ekspresi sang raja jalanan menjadi muram.


Tanpa berpikir panjang. Dia memutuskan untuk mengikuti kepergian sang pengendara sport hitam. Alhasil keduanya tetap melakukan balapan liar di jalanan yang memang memiliki rute khusus. Sayangnya, si raja jalanan tidak menyadari. Jika ia telah masuk jebakan. Mungkin ini bukan malam keberuntungannya, karena ia harus menerima sebuah kejutan dari sang pengendara motor sport hitam.

__ADS_1


Setelah saling saling menyalip. Akhirnya balapan berakhir ketika keduanya berhasil mencapai titik tujuan yang memang sudah ditentukan. Tepat di jalanan utama yang memang kondisi sepi. Ada tiga mobil Jeep yang sudah menunggu di jalan itu, lalu sang pengendara sport hitam menghentikan motornya, kemudian berjalan menghampiri beberapa pria berbadan kekar yang sudah menunggunya.


Sang raja jalanan ikut berhenti ditempat itu. Niat hati ingin kabur, tapi tidak bisa berbuat apapun lagi karena di saat berbalik. Datanglah tiga mobil lain dari arah belakang dan menutup akses jalan. Tak ayal, dia pun mengumpat begitu keras. Meski tetap berusaha untuk tenang. Rasa terkejutnya masih belum usai. Tiba-tiba seseorang keluar dari mobil yang ada di depan. Wajah yang tak asing dan ingin rasanya langsung menampar wajah itu.


"Kalian, bawa pulang Tuan Muda!" Titah orang itu dengan jelas, membuat para bodyguard yang memang menjadi pengawal pribadi langsung menghampiri pemuda yang selalu dipanggil raja jalanan. Perlawanan tak bisa sebanding karena satu lawan enam. Sama saja seperti bermain layang-layang. Penangkapan itu berjalan mulus, sedangkan si pengendara sport hitam tidak membuka helmnya sama sekali. Siapapun dia, orang itu langsung meninggalkan tempat eksekusi setelah mendapat upah yang dijanjikan.


Siapapun mereka. Pasti akan kita ketahui. Namun, saat ini, kita harus meninggalkan mereka semua di tempat yang seharusnya. Malam ini menjadi malam penangkapan bagi kehidupan seseorang, tapi bagi kehidupan lain adalah malam kebingungan.


Bagaimana tidak bingung? Ketika baru sadar. Justru beberapa ingatan terekam jelas di dalam benak dan orang itu tidak bisa mengingat semua wajah yang dulu mengisi hari-harinya. Kenyataan itu, membuat para dokter harus menarik nafas begitu dalam. Sepertinya pengobatan yang selama bertahun-tahun dilakukan memberikan efek samping cukup begitu berat dan tidak bisa ditoleransi kembali.


"Aku tanya sekali lagi. Siapa namamu?" tanya seorang dokter untuk kesekian kalinya, membuat si pasien merasakan sakit di kepala.

__ADS_1


Pasien itu kembali memegang kepalanya, " Namaku Abhi. Kenapa sakit sekali kepalaku? Rasanya seperti ditusuk-tusuk. Ada apa denganku? Kenapa begitu banyak peralatan medis yang menempel di tubuhku?"


__ADS_2