Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II


__ADS_3

"Rose, mommy ingin memberitahu. Jika papa Vans, bukan papa kandungmu. Lanjutkan perjalananmu, perlahan-lahan kebenaran akan mommy ungkap. Namun, ingatlah. Kami tidak berniat menyembunyikan ini karena semua ini, demi kebaikan bersama."


Bagaikan petir menyambar. Malam yang berbintang dengan hiasan lampu di atas pasir putih. Alam pun menyambut hari spesialnya dengan keindahan yang pantas dipandang mata dan untuk dikenang. Namun, sepenggal kalimat dari kertas yang ada ditangannya. Menyajikan kebenaran yang pahit. Tiba-tiba, tenggorokannya terasa pahit sekali. Apakah benar, jika Papa Vans bukan papa kandung?


"Rose, jangan berhenti. Tetaplah berjalan!" Titah Sang Kakek Luxifer menghempaskan sisa kesadaran gadis bermata biru.


Mau berkata seperti apa? Bibirnya saja terasa kelu. Langkah kaki terasa begitu berat. Seakan ada beban puluhan kilo yang menggantung di pergelangan kakinya, "Come on, Rose. You can do it!"


(Ayo, Rose. Kamu bisa lakukan ini!)

__ADS_1


Rose kembali melanjutkan perjalanan, tapi, kali ini langkahnya begitu lesu tak berdaya. Sekuat hati meyakinkan diri. Jika apapun yang akan menjadi kejutan dihari ulang tahunnya. Maka, semua pertanyaan yang menjadi keraguan selama beberapa waktu terakhir. Pasti mendapatkan jawaban yang pasti. Lima langkah dari noted pengakuan Sang mommy ada sebuah papan selancar berdiri tegak.


Itu hanya sebuah papan seluncur. Tidak ada yang aneh, hingga kedatangan Justin seraya mengulurkan sebuah tongkat bisbol. Duke memberikan isyarat tangan dan memberi tahu. Bagaimana cara memecahkan teka-teki kali ini. Rose meletakkan dua lembar foto dan secarik noted mini ke atas pasir. Kemudian memegang tongkat bisbol, lalu mengayunkan sekuat tenaga.


Buugh!


Papan selancar yang ternyata terbuat dari gabus hancur menjadi beberapa bagian. Di antara potongan-potongan itu. Rose melihat satu noted kecil lagi. Tanpa pikir panjang mengambilnya, lalu dibaca dari dalam hati. Satu kebenaran terungkap, tapi justru menambahkan kebingungan. Apa hidup Sang mommy begitu rumit? Jika benar. Dari mana sikap tenang seorang queen?


Kini, di depannya adalah pintu utama Villa. Satu yang menjadi tanda tanya. Kenapa ada kertas yang sengaja digantung dengan tulisan *Be Strong, Princess Rose*. Tulisan itu merupakan tulisan tangan. Jelas itu dari papanya. Ingin sekali berbalik dan melupakan semua keraguan di dalam hati. Serta puluhan pertanyaan dari kepalanya. Namun, keadaan tidak sinkron seperti yang dimau.

__ADS_1


Rose menarik pintu utama Villa. Suara derit kayu yang bergesekan terdengar begitu khas memasuki gendang telinga. Secara bersamaan, hembusan angin membawa kesegaran yang bercampur aroma buah-buahan. Aroma itu menjadi perwakilan seorang Queen Asfa Luxifer. Yah, karena itu aroma parfum kesukaan Sang mommy. Satu langkah kaki menapaki masuk ke dalam Villa.


Tiba-tiba, seluruh lampu padam. Lalu, sebuah lampu sorot terarah pada dinding diantara lantai dua ke lantai satu. Layar putih yang meluncur menjadi papan pusat perhatian. Rose tahu apa yang akan terjadi dan memilih tetap melangkah maju hingga menemukan sebuah kursi di tengah jalan. Sudah pasti, kursi itu untuk dirinya.


"Selamat datang, Rose Qiara Salsabila Luxifer. Silahkan, relax kan pikiran dan lihatlah sekilas kisah dari kedua orang tuamu. Sebelum itu, selalu ingat. Seorang ibu tidak pernah berniat melukai hati anaknya. Apalagi menghancurkan kepercayaan. Bijaklah, Nak. Masa depan masih membentang seluas samudera."


Suara penyambutan berakhir, berganti dengan layar tancap yang menayangkan beberapa video secara beruntun. Benar saja, foto yang ada di tangannya dan semua bukti yang dia dapat. Mommy nya memang sengaja mengatakan kebenaran dengan cara yang tidak terduga. Semua pertanyaan mendapatkan jawaban. Namun, hati tak sanggup berbohong. Rasa sesak di dada menjadi kebenaran.


Empat puluh lima menit, kemudian.

__ADS_1


Tayangan limited edition berakhir. Rose mengepalkan kedua tangannya. Tidak peduli dengan foto serta noted yang menjadi rusak. Perasaan yang dipaksa untuk menerima kenyataan pahit. Tanpa ampun menusuk hatinya. Sungguh, semua kebenaran itu patut disesali. Kenapa tidak disembunyikan saja untuk selamanya?


"Rose!"


__ADS_2