Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN


__ADS_3

Surprise gift first by me.~batin orang itu ikut menghilang dari kerumunan para mahasiswa.


Ketika Della dan Sarah meninggalkan lapangan. Justru Rose maju untuk melakukan pidatonya. Gadis itu terlihat begitu tegas dengan tatapan mata serius dan tajam. Langkah kaki yang pasti mendekati dimana mikrofon berada.


"Siang, Semuanya. Perkenalkan nama saya, Rose Qiara Salsabila. Visi misi saya untuk mengikuti pemilihan senat, kali ini adalah saya ingin menjadikan kampus ini lebih baik. Lebih berpendidikan. Kita semua tahu, jika di kampus terbagi menjadi dua kubu. Satu kubu dari para mahasiswa yang berasal dari anak-anak tak mampu dan satu lagi kubu dari orang-orang yang memiliki kekayaan dari orang tua. Aku tidak akan mengatakan kelebihan dan kekurangan masing-masing."


"Bagiku, baik kaya maupun miskin sama di sini. Kita semua memiliki tujuan untuk menempuh pendidikan demi ilmu setinggi-tingginya. Tidak perlu panjang kali lebar. Saya berdiri disini hanya ingin menjadi perwakilan kalian. Siapapun yang merasa TIDAK DIANGGAP di dalam kampus ini. Tentunya sebagai perwakilan. Saya akan menyampaikan keluhan dan juga aspirasi kalian. Para mahasiswa sekalian, demi menjaga keamanan dan juga kesetaraan di dalam kampus Regal Academy."


"Setelah banyak kejadian yang menimpa kita. Termasuk saya menjadi korban bully, maka saya sendiri akan fighting dengan semua para pelaku perundungan. Disini, saya akan menunjukkan. Bahwa kita mampu, untuk menjaga diri kita dan kita mampu untuk maju menjadi pribadi yang lebih baik. Silahkan, kalian pilih saya. Jika kalian merasa, memang saya pantas duduk di kursi senat. Jika tidak, jangan pilih saya. Saya tidak ingin memiliki tanggung jawab tanpa kepercayaan kalian."


Pidato Rose memberikan banyak sekali harapan untuk para kubu yang memang tidak dianggap layak. Semua orang menatap Rose dengan tatapan penuh arti. Ada yang suka dan ada juga yang tidak suka. Apapun itu tidak dipikirkan gadis itu karena ia hanya memiliki satu tujuan saat ini yaitu keadilan dan juga kesetaraan di dalam kampus Regal Academy.

__ADS_1


Sangat singkat, jelas dan padat. Itulah yang bisa kita simpulkan dari pidato Rose. Gadis itu tak ingin berbelit-belit atau memberikan janji yang muluk-muluk. Dia hanya mengambil poin utama yang memang harus ia tunjukkan. Bukan hal rahasia lagi, jika di kampus Regal Academy memang terkenal dengan kasus bully termasuk dirinya yang pernah dibully. Kini ia seperti menjelma menjadi sosok seorang pemimpin baru.


"Hidup Rose!"


"Hidup Rose!"


Teriakan para mahasiswa begitu mengelu-elu kan Rose. Sementara gadis itu meninggalkan tempatnya berpidato. Meskipun begitu, ia tidak merasa bangga karena saat ini dirinya tahu benar. Perjuangannya baru dimulai. Apalagi setelah apa yang terjadi. Pasti Sarah tidak akan membiarkan dia hidup tenang.


Sementara di tempat lain. Tepatnya di dalam toilet. Sarah terkejut melihat kaca toilet yang memiliki coretan tinta merah. Gadis itu benar-benar syok melihat apa yang kini ada di depan matanya. Untung ada Della yang mencoba untuk menenangkan temannya, "Sar, tenanglah. Kita pasti menemukan pelakunya, ini mungkin hanya orang yang iseng."


Tulisan itu adalah sebuah peringatan atau bisa disebut ancaman dan dianggap sebagai bentuk tantangan terbuka. Tentu saja dilayangkan khusus untuk Sarah dan Della. Tinta merah yang ada di cermin toilet bertuliskan *Welcome To My Life geng Cantika You're punishment coming soon by your enemy*.

__ADS_1


(Selamat datang ke dalam hidupku geng Cantika hukuman kalian segera hadir dari musuh mu)


Tulisan itu, mungkin bagi orang lain biasa saja. Tetapi tidak bagi Sarah karena justru menimbulkan rasa takut dan khawatir. Jangan-jangan kejahatannya sudah terbongkar. Jangan-jangan, apa yang ditakutkan saat ini, bisa terjadi dan siapa yang menjadi musuhnya? Apa mungkin orang yang dia kenal, atau orang lain yang diam-diam memiliki niat jahat dengannya.


Begitu banyak yang muncul di dalam benak Sarah tetapi Della masih bersikap tenang. Gadis rambut sebahu itu masih memikirkan sesuatu hingga akhirnya menemukan titik terang, "Sar, Gue, mau jujur sesuatu sama lo."


"Jujur soal apa? Apa jangan-jangan ini perbuatan, Lo?" tanya Sarah dengan negatif thinking terhadap teman yang kini masih berada dipihaknya.


Della memutar matanya jengah karena mendengar tuduhan yang Sarah tuduhkan padanya, "Lo, nggak percaya sama gue? Sekarang gue ini disini sama lo dan setia sama lo."


Sarah menghela nafas. Sungguh ia merasa frustasi dengan apa yang baru saja terjadi, lalu ia menatap sang teman seraya menggenggam tangan Della, "Sorry, bukan maksud gue, buat negatif sama lo, tapi lo tau bener kalau gue bener-bener takut masuk penjara."

__ADS_1


"Hust, Lo, ini kalau ngomong nggak bisa direm. Kita ini, masih di wilayah kampus. Lo, harus jaga mulut. Jangan sampai ada orang yang dengar," Della langsung membungkam bibir Sarah agar tak bicara ceplas-ceplos lagi dan tak seorangpun boleh mendengar percakapan yang baru saja mereka perbincangan.


Tanpa keduanya sadari. Semua perbincangan di dalam toilet itu. Sudah terekam karena ada perekam yang tersembunyi. Siapapun yang memulai memberikan efek jera. Pasti orang itu memiliki rencana untuk mengumpulkan bukti secara perlahan.


__ADS_2