Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 83: HANYA SUARA


__ADS_3

Malam, Queen. Kami membawa gadis itu, apa mau dibuka penutup matanya?" Pria pertama yang bertanggung jawab memberikan laporan seraya memposisikan si gadis agar berdiri dengan benar.


Asfa melepaskan pelukannya, lalu menaruh telunjuk jari didepan bibir agar Rose tidak bersuara. "Tinggalkan dia disini! Kalian bisa kembali ke mobil."


Para pria itu melepaskan pegangan tangan mereka dari si gadis, lalu berjalan menjauh seperti perintah sang queen. Kemudian, Asfa berbalik menatap gadis yang menjadi pilihan suaminya sebagai mata-mata. Gadis dengan tinggi yang hampir sejajar dengan Rose putrinya.


"Relax, untuk apa bernafas memburu seperti itu? Malam ini, kamu hanya perlu mendengarkan suaraku." Asfa melepaskan ikatan tangan si gadis, sedangkan Rose hanya bisa menonton melihat apa yang dilakukan oleh mommynya. "Siapa namamu?"


"Prita Amara." Jawab si gadis dengan suara cemas, entah kenapa ada nada keraguan dari ritme yang Asfa dengarkan.


Rose terkejut, ingin rasanya berjalan maju untuk melihat. Akan tetapi isyarat tangan sang mommy memberikan perintah untuk menjaga jarak. Lalu, Asfa memegang kedua lengan Prita. Dibiarkan tubuh itu berputar ke arah lain. Kini posisi mereka saling membelakangi.

__ADS_1


Asfa menarik ikatan yang menutup mata Prita, "Jangan bergerak! Katakan padaku, bagaimana hasil dari penyelidikan mu? Apa ada perkembangan."


Pertanyaan itu, kenapa sama persis seperti orang yang menyuruhnya untuk menurut apapun yang akan dilakukan keempat pria yang dengan santainya menculik dengan izin. Ingin waspada, tapi hati berkata semua tidak ada yang mencurigakan.


"Hasil penyelidikan ku masih seperempat. Semua petunjuk yang Anda berikan masih tidak menemukan titik terang. Aku sudah berusaha ke desa itu, bahkan melihat seluruh isi rumah dari saksi satu-satunya, tapi hasilnya nihil." Prita menceritakan semua yang dia lakukan, membuat Asfa tersenyum tipis.


Selama lima belas menit. Asfa membiarkan Prita berdongeng. Setiap informasi bukan hal sulit baginya, tapi untuk Rose itu adalah hal paling penting. Setidaknya, kini sang putri tahu. Jika dalam kasus yang menimpa Nara. Bukan hanya kasus sederhana.


Asfa hanya berusaha untuk memberi jalan yang terang karena dia tahu. Jika Rose masih kurang mampu untuk menangani masalah ini, "Aku memberikan satu kesempatan. Kembalikan ke mobil itu, dan jangan menoleh ke belakang. Tetapi, satu peluru akan menembus jantungmu. Jika ...,"


"Aku tidak akan menoleh." Balas Prita memahami ancaman itu hanyalah untuk menguji kesetiaannya. Lagi pula, bagaimana akan berkhianat, dia ingat masih harus menemukan kakaknya yang katanya berada di pusat rehabilitasi.

__ADS_1


Kepergian Prita, membuat Asfa menarik tangan putrinya. Lalu, memberikan isyarat agar menaiki motor. Keduanya serempak menyalakan mesin motor. Kemudian meninggalkan tempat itu melewati jalan lain. Suara deru kendaraan yang menjauh, tidak mengalihkan perhatian Prita.


Gadis itu menahan diri agar tidak mengikuti rasa ingin tahunya. Semua itu karena dia sadar diri, siapa dirinya saat ini. Meskipun, dia tidak tahu kenapa hidupnya menjadi begitu rumit. Dilema yang dirasakan Prita, juga dirasakan oleh gadis rambut sebahu.


Dimana gadis itu mogok makan. Para pelayan yang mencoba membujuk, malah justru terluka. Ada saja yang bisa digunakan Della untuk mengusir semua orang yang benar-benar mengusik ketenangan nya. Emosi yang membara semakin tidak bisa dikendalikan.


"Kalian kenapa? Wajah dan tangan kalian terluka. Ada yang bisa jelaskan. Apa yang terjadi disini?" Tuan Vincent mengernyitkan dahi, bagaimana tidak bingung. Disaat baru saja sampai dirumah, justru para pelayan berkumpul menjadi satu di depan pintu masuk dengan wajah ketakutan.


"Tuan, Nona sudah tidak war ....,"


Tuan Vincent tahu, apa yang akan dikatakan salah satu pelayannya itu. Sontak saja tangannya terangkat memberikan tamparan keras hingga si pelayan terhuyung dan menabrak pelayan lain yang ada di belakang. Tatapan matanya nyalang dengan acungan tangan yang masih meninggalkan sensasi panas.

__ADS_1


"Jika kalian masih mau hidup. MASUK!"


__ADS_2