Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV


__ADS_3

Apa yang menjadi perbincangan Asfa dan Vans, tanpa keduanya sadari. Ada yang mendengar secara diam-diam seraya menutup mulut agar tidak ketahuan. Apapun yang dia dengar tidak bisa dicerna. Ntah kenapa seperti itu, hanya satu hal yang menari di dalam memorinya yaitu mantan suami. Siapa mantan suami seorang Asfa? Lalu, apakah ada anak lain dari suami pertama?


Gadis yang tidak sengaja menguping itu. Diam-diam meninggalkan tempat persembunyian, lalu kembali ke kamar. Padahal, ia diminta sang kakek untuk memanggil kan Papa dan Mama agar bisa berangkat bersama ke perusahaan. Namun, karena perbincangan di dalam tempat gym cukup serius. Sontak saja mengambil sikap dengan mencari tempat aman untuk mendengarkan.


Apa yang dilakukan Rose, membuat hati gadis itu diliputi rasa cemas dan tanda tanya. Selama bertahun-tahun, hingga usianya menginjak usia tujuh belas tahun. Tidak sekalipun ada pembicaraan tentang riwayat pernikahan orang tuanya. Jadi, darimana datangnya kisah sang mantan suami ini berasal? Apakah kehidupan sang mommy benar-benar seperti di film.


Tidak ada yang bisa diajak bicara. Jika mencoba target untuk mendapatkan sesi tanya jawab. Mungkin, tidak satupun bisa memberikan informasi seperti yang diharapkan. Beberapa kemungkinan juga akan langsung tertutup rapat. Yah, kecuali satu cara terakhir yang pasti berhasil, tapi untuk melakukan itu. Maka harus bermain cantik.


Rose langsung mengunci double password pintu kamarnya, lalu berlari menghampiri meja belajar. Dimana satu set komputer terbaru dan juga laptop selalu menjadi tempat mengasah keahliannya. Gadis itu langsung menarik kursi, dan mulai memainkan jemari di atas papan ketik untuk berselancar ria. Ntah darimana harus memulai, tapi pasti ada secercah harapan jika mau berusaha.


Kesibukan Rose menyelam di dunia hacker, hingga melupakan rencana awalnya yang ingin berkeliling perusahaan sang mommy. Gadis itu berusaha mencari informasi dengan meretas sistem basis data yang ada di salah satu cabang perusahaan. Jangan bertindak gegabah karena satu keputusan yang keliru. Justru bisa terlacak begitu saja.


Sementara di bawah, Tuan Lucifer ditemani Prince Chubby menunggu anggota keluarga yang lain. Tidak menunggu lama, Vans dan Asfa kembali ke ruangan keluarga. Akan tetapi tidak ada Rose, membuat pria paruh baya itu menoleh ke belakang, tapi tetap tidak ada cucu pertamanya. Jadi, dimana gadis yang ia suruh untuk memanggil anak dan sang menantu?

__ADS_1


"Papa cari siapa?" tanya Asfa seraya merengkuh tubuh mungil menggemaskan Prince Chubby yang sudah memberikan tatapan memelas ingin di gendong.


"Rose, anak itu kemana? Tadi papa suruh dia buat panggil kalian berdua," jawab Papa Luxifer, seketika membuat Asfa terdiam mencerna situasi yang terjadi.


Vans yang melihat perubahan wajah istrinya langsung paham apa yang tengah mengganggu pikiran Asfa. Dia tidak ingin menambah ketegangan, diusap nya punggung sang istri, "Periku, lihat prince menatapmu seperti itu. Calm down, kasian putra kita ikut sedih."


"Sayangku, maafin mommy, ya. Pangeran kecilku," bujuk Asfa seraya mengecup pipi kanan, lalu pipi kiri Prince Chubby.


Tuan Luxifer memberikan kode mata pada sang menantu dan hanya dibalas kedipan mata. Apapun yang terjadi mungkin sudah takdir. Namun, tidak dengan pemikiran Asfa. Wanita itu beberapa kali melirik ke lantai atas. Dimana putri kesayangannya pasti tengah melakukan sesuatu. Firasat seorang ibu tidak pernah salah. Cepat atau lambat. Rahasia tentang Abhi akan terbongkar.


Aksi brutal seorang gadis yang melakukan pembunuhan karena pengaruh amarah yang meledak. Kini tersimpan di ponsel pintarnya, "Sekarang satu bukti sudah ada di tanganku, jadi waktunya menghubungi pihak kepolisian. Aku pastikan untuk membuat bukti ini menjadi aset yang berharga. Tentu saja, orang tua harus ikut menanggung akibat dari perbuatan anak mereka."


Satu jam kemudian. Semua saluran TV menyiarkan breaking news tentang penemuan mayat di toilet umum wanita yang ada di sebuah rumah sakit. Hal itu menjadi trending topic dalam waktu sepuluh menit, bahkan Justin yang tengah sibuk memeriksa beberapa data di berkas lama, langsung menghentikan kegiatannya dan membesarkan volume televisi.

__ADS_1


"Selamat siang pemirsa. Saya Delima reporter dari TV channel Kejora menyiarkan secara live dari tempat tragedi berdarah di rumah sakit Senja Purnama. Para polisi masih melakukan olah TKP dengan mayat yang baru saja dikeluarkan dari toilet wanita…,"


Panjang kali lebar sang reporter menyiarkan keadaan di rumah sakit itu, tapi tidak ada yang janggal. Namun, tanpa sengaja si juru kamera menangkap wajah familiar di antara kerumunan yang ada di rumah sakit itu. Justin menyambar ponsel, lalu memberikan pintar pada anak buahnya untuk segera memeriksa sesuatu. Wajah pria itu tiba-tiba menegang.


Tidak mungkin dia masih hidup. Aku sendiri yang membunuhnya waktu itu, jadi siapa dia? Apapun kebenarannya. Jangan sampai Asfa tahu, aku tidak mau adikku mengalami masalah karena kecerobohan ku sendiri.~batin Justin seraya menyimpan ponselnya kembali.


...****************...


...----------------...


Reader's tersayang, jangan bosen ya, setiap hari, othoor kasih rekomendasi novel yang bisa menemani kalian di waktu senggang. Yuk kepoin, tinggalkan jejak juga 😁 mari kita sebarkan semangat. Berkat kalian, Author lanjut nulis, loh. 🤭


__ADS_1


...----------------...


__ADS_2