Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 52: SI BOS


__ADS_3

"Bos, Loe disini? Tumben, ada apa ini?" tanya salah satu preman bangun dari posisi nyamannya, lalu menyambar sebotol soda dingin dan dilemparkan ke arah orang yang baru saja masuk.


Orang itu menyibak tudung kepala ke belakang, lalu jemarinya merapikan rambut yang cukup panjang untuk seorang pria. Tentu saja, setelah menangkap botol soda yang dilemparkan salah satu anak buahnya. Cara jalan yang angkuh dengan tatapan mata tajam, meskipun matanya sangat sipit.


"Yup, Aku di sini. Bagaimana pekerjaan kalian semua, sudah beres?" Tanya orang itu dengan suara begitu tegas, membuat para anak buahnya menduduk.


Seorang anak buah yang melemparkan botol soda mendekati sang bos, "Semua sudah siap, Bos. Jadi, kapan kita eksekusinya?"


"Tunggu sebentar dan ingat satu hal. Jangan sampai, hal ini keluar dari markas. Aku tidak mau, ada orang yang bermain belakang. Apa kalian paham," Jelas orang itu dan berhasil membuat semua anak buah hanya bungkam dan mengangguk setuju.


"Bos, ada pekerjaan baru dari seseorang dan email baru datang satu jam yang lalu. Apa mau diterima?" tanya salah satu anak buah dengan memberikan ponselnya kepada sang Bos.


Orang itu menerima, lalu memeriksa ponsel anak buahnya. Dirinya membaca dengan teliti. Pekerjaan apa yang harus mafia mereka lakukan. Lagi pula, ini masih dalam lingkup ruang kecil. Jadi pasti peralatan dan senjata juga masih seadanya, bahkan markas pun masih di sebuah gudang yang terletak di salah satu rumah anak buah.

__ADS_1


Di saat ia tengah berpikir untuk memastikan pekerjaan itu aman dan seberapa besar resikonya. Tiba-tiba saja, ada suara dering ponsel dari saku jaketnya. Namun, orang itu tidak berniat mengangkat. Panggilan itu langsung ia reject. Terlihat wajah yang begitu kesal dan juga merah padam dan sebuah gumaman terus saja keluar dari anak lelaki itu.


Para anak buah yang memang paham perubahan ekspresi wajah Sang bos. Akhirnya memilih diam, karena satu alasan saja bisa mengubah suasana. Tidak seorangpun berani ikut campur. Jangan sampai, mereka, membuat kesalahan dan mengakibatkan Bos mereka marah besar. Minuman soda yang ada di tangan, terus saja diteguk tanpa mau berhenti.


"Pekerjaan ini cukup berat dan risikonya sekitar 20 sampai 40%. Apa kalian bisa melanjutkannya? Jika tidak, aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Si Bos seraya mengembalikan ponsel anak buahnya.


Semua saling pandang. Mereka berpikir, bagaimana mereka akan setuju, tapi jika tidak setuju. Masa, ia membiarkan sang bos bekerja seorang diri, "Kami akan selalu setia dan siap bekerja, Bos. Tinggal rencanakan apa yang harus kita lakukan. Seperti biasa, kita akan bagi tugas...,"


"Aku, tidak mau mengambil resiko terlalu berat. Jadi, kalian tangani semua pekerjaan yang lain dan aku akan melakukan pekerjaan ini seorang diri. Apapun tugas masing-masing, ingat kalian adalah satu team. Jika, kalian saling berbeda pendapat. Jangan lupa untuk mengutamakan komunikasi karena satu keraguan saja bisa menghancurkan pekerjaan kita semua. Aku tidak akan membiarkan satu diantara kita menjadi seorang penghianat."


"Oke, sudah untuk hari ini. Aku harus kembali, kalian silahkan berpesta kembali," pamit si bos dengan santai nya, membuat para anak buah hanya memberikan hormat dan membiarkan Bos mereka untuk meninggalkan markas.


Langkah kakinya meninggalkan rumah yang memang berada di paling sudut sebuah perumahan. Rumah itu, sedikit terlihat tidak terawat, tapi jika semakin masuk ke dalam. Maka, akan ada sebuah ruangan untuk menuju markas. Orang itu menaiki motor dan kembali dengan penampilan yang cukup tertutup dengan tudung kepala yang ditutup helm ful face.

__ADS_1


Aku sudah kembali, tapi apakah langkahku ini benar? Jika tidak bagaimana? Apa aku harus kembali menghilang.~ batin orang itu yang sudah mengendarai motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Motor itu melaju sangat kencang meninggalkan jejak terjal di belakang. Ditemani rintik hujan, membuat jalanan semakin berkabut. Bukannya menurunkan kecepatan, ia justru semakin menambah kecepatan hingga maksimal. Tiba-tiba saja ada sorot lampu dari arah samping kiri. Sontak ia terkejut dan membanting motornya ke arah kanan.


Namun, dari arah berlawanan. Dimana motornya melesat. Justru ada sebuah mobil datang. Pada akhirnya, motor itu harus menerobos jalan. Akibat tidak seimbang, justru mencium aspal jalanan dan pengendara terpental membentur sebuah pohon. Kecelakaan itu, tak bisa lagi dihindari dan sebuah mobil langsung berhenti karena menyadari telah melakukan kesalahan dengan menabrak sebuah motor.


"Kamu, tunggu di sini. Aku akan keluar untuk memeriksa semuanya," ucap sang pengemudi mobil yang menabrak, tapi penumpang yang ada di sebelahnya tak mau tinggal diam.


Kedua penghuni mobil itu keluar, lalu memeriksa bagaimana keadaan orang yang menjadi korban tabrak mereka. Helm yang dilepaskan, membuat sang pengemudi mobil tahu siapa orang yang ia tabrak. Sementara, satu orang yang tak mengenal langsung memeriksa detak jantung dan juga denyut nadi, bahkan anak lelaki yang memiliki kesadaran sedikit itu masih sempat mengucapkan sepatah kata.


"Tooloong...,"


"Kita bawa anak ini ke mansion!"

__ADS_1


__ADS_2