Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI


__ADS_3

"Always, apa yang mau kakak tanyakan padaku?" tanya Asfa memulai pada poin yang pasti tidak salah sasaran, ia tahu jika suaminya tengah dalam dilema.


"Apa yang akan kamu lakukan? Jika nanti, Abhi sudah sadar. Apakah kamu, akan memberitahu Rose. Bahwa Abhi adalah ayahnya atau ...," Vans menghentikan ucapannya karena ia sendiri tak mampu untuk berkata lagi. Semua terasa sesak, seketika benar-benar membingungkan.


Kekhawatiran, kecemasan, kesedihan. Jelas sekali terpancar dari tatapan mata Vans. Kerapuhan pria itu, membuat Asfa bangun lalu memeluk tubuh suaminya, "Aku tahu, kamu sangat mencintai Rose, sama seperti mencintaiku. Percayalah, apapun yang terjadi nanti. Kejujuran adalah yang terbaik. Bukankah kamu selalu mengajarkanku untuk jujur. Meskipun, sebuah kebenaran itu sangat pahit."


"Aku hanya merasa takut kehilangan Rose dan kamu. Aku tahu, kamu sudah menjadi istriku dan Rose akan selalu menjadi putriku, tapi Abhi tetap ayah kandungnya. Satu sisi, pria itu juga pernah menjadi bagian hidupmu. Apa aku tidak boleh, merasakan rasa takut kehilangan keluarga ku?" Vans merasa benar-benar tidak tahu apa yang ada dipikirkannya. Semua menjadi satu dan tak bisa untuk dipikirkan jernih.

__ADS_1


"Apa Kakak tahu. Ketika aku menikah dengannya, aku masih belum mencintainya karena aku masih menjadi seorang queen. Dimana diriku sendiri hidup dalam dunia topeng. Aku hanya berusaha untuk menjadi seorang istri dan melakukan tugas serta kewajiban dengan caraku. Akan tetapi, disaat aku tahu berita kehamilan ku. Sungguh itu hal yang sangat luar biasa dalam hidupku."


"Kupikir, hidupku begitu banyak tipu muslihat dan juga orang selalu siap untuk menjatuhkanku. Tetapi, dibalik semua itu, ada satu kebahagiaan yang kini menjadi hidupku. Rose adalah alasanku tetap hidup dan bertahan. Begitu juga dengan kakak, karena suamiku menjadi alasan keduaku. Aku tetap menjadi seorang ibu dan menjalankan tugas kewajiban sebagai putri, sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang saudara."


"Aku tak pernah menganggap hubungan kita, seperti hubungan timbal balik karena aku percaya denganmu. Ka Vans adalah suami terbaik dan ayah terbaik untuk keluarga kecil kita. Namun, aku juga tidak mungkin untuk selalu menyembunyikan kebenaran. Jika Abhi adalah ayah kandung Rose. Aku hanya berharap, kakak mau tetap menggenggam tanganku. Disaat aku tak bisa lagi menentukan keputusan yang benar."


Pernyataan Asfa benar-benar membuat Vans merasa lebih baik. Pria itu benar-benar sangat terpukul dengan kenyataan bahwa Abhi sudah mulai sadar. Akan tetapi, ia juga tak ingin untuk mendoakan hal buruk terhadap pria yang telah mengikhlaskan memberikan Rose dan Asfa untuk menjadi miliknya.

__ADS_1


"Maafkan aku, bukan maksudku untuk menyakitimu. Aku tahu, kamu akan selalu melakukan yang terbaik untuk kita semua. Maaf ya, peri ku."


"Aku tak masalah dengan apapun, Kak. Kamu itu suamiku, dan kamu berhak untuk mengungkapkan semua keluh kesah dan curahkan seluruh isi hati dan pikiranmu padaku. Kita adalah satu. Aku juga minta maaf karena tidak bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk hubungan kita," Jawab Asfa seraya mengeratkan pelukannya, membuat Vans ikut membalas pelukan sang istri.


Kebersamaan suami istri itu, mengakhiri dilema yang ada di dalam hati. Kini perasaan Vans lebih lega karena sang istri akan melakukan yang terbaik. Tidak perlu lagi khawatir, apalagi ragu untuk masa depan. Percakapan keduanya berjalan sangat baik. Sementara di tempat lain. Seseorang tengah menatap ponselnya dengan begitu serius. Ia berulang kali membaca alamat yang ada di dalam pesan singkat.


"Aku rasa, ini tidak salah jalan dan juga salah alamat. Jadi, aku harus tanya seseorang untuk memastikan bahwa yang kucari memang berada di daerah ini."

__ADS_1


__ADS_2