Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 113: Enam Belas Jam


__ADS_3

Hari valentine. Hadiah istimewa telah diterima oleh mereka. Semua orang yang akan datang pada acara spectacular dengan tajuk Truth or dare. Acara yang akan diadakan di Regal Academy pada tanggal lima belas Februari. Tepat setelah pukul enam lebih tiga puluh menit.


Berakhirnya perayaan valentine, membuat orang-orang kelelahan dengan sisa rasa kebahagiaan. Namun tidak bagi mereka yang menyibukkan diri untuk mempersiapkan penampilan terbaik. Seperti clue yang mereka dapatkan. Setiap peserta memiliki gelang istimewa yang akan menjadi tiket masuk.


Gelang yang di desain dengan sistem waktu digital, tetapi ada pengendali jarak jauh yang bisa mengubah pengaturan waktu. Warna hitam dengan lingkaran jam persegi panjang yang elegan. Setiap peserta juga diwajibkan untuk memakai dresscode yang sudah tercantum.


Enam belas jam sebelum acara dimulai.


Kesibukan dunia menenggelamkan banyak fakta dalam kegelapan. Pertemuan demi pertemuan telah dilakukan. Orang-orang sibuk dengan ego dan keserakahan. Tidak satupun mendapatkan ketenangan. Mereka mencoba yang terbaik dalam keberhasilan.


Deretan motor sport memenuhi parkiran sebuah pusat perbelanjaan. Entah sengaja atau apa, tapi terlihat di antara kerumunan para pengunjung ada wajah yang tidak asing tengah berdiri mengedarkan pandangan mencari sesuatu yang dibutuhkan. Bukan hanya satu wajah.


Wajah-wajah lain juga ikut berkumpul menjadi satu. Sepertinya mereka sengaja melakukan pertemuan. Langkah kaki para rombongan menjauh dari titik pertemuan. Apa yang membuat mereka berada pada satu tempat yang sama? Geng cantika, geng motor milik Riswan. Kedua rombongan memenuhi sebuah caffeshop Delia.

__ADS_1


"Del, Loe bawa yang gue minta?" tanya Riswan menagih janji si gadis rambut sebahu, membuat Sarah menoleh dengan kerutan keningnya. "Sayang, ini bukti terakhir yang disimpan setelah malam pesta ....,"


Belum juga menyelesaikan ucapannya. Sarah sudah membekap mulut Riswan agar tidak mengatakan yang seharusnya menjadi rahasia. Apalagi di sekitar mereka ada banyak orang asing dan pengunjung lain. Jangan sampai, satu kata saja bisa menjadi bukti nyata.


Pertemuan yang di adakan di tempat umum, membuat gadis satu itu lebih waspada. Dirinya memang temperan, tapi bukan bodoh hingga mengumbar aibnya secara terang-terangan. Sontak saja Della melepaskan tas punggungnya, lalu menarik resleting, kemudian mengambil barang yang diminta Riswan.


Sebuah kotak kado persegi dengan corak garis memanjang diserahkan ke Riswan. Pemuda itu dengan cepat memeriksa isinya, "Syukurlah masih ada. Sekarang ini akan bersamaku. Oh, ya, siapa saja yang di antara kalian yang mendapatkan hadiah istimewa saat valentine?"


"Apa kalian tidak merasa ada yang aneh dengan tiket unlimited yang hanya di dapat oleh beberapa orang saja?" Riswan memainkan jemarinya mengetuk meja untuk mengurangi rasa cemas di hatinya, "Aku rasa, kejadian akhir-akhir ini ada yang tidak benar. Bagaimana menurut kalian?"


Pandangan mata penuh keraguan dengan sorot mata ketidaknyamanan. Pemuda itu benar-benar terganggu dengan situasi yang ada. Akan tetapi, Sarah masih bersikap tenang, bahkan terlihat santai menanggapi pernyataan sang kekasih. Gadis satu itu sudah merasa aman karena tahu. Jika dalam acara nanti akan ada Papanya juga.


Jika dibilang wajar. Tentu tidak. Situasi dengan jelas mengatakan bahwa mereka akan memasuki sebuah permainan. Dari nama acara saja, sudah memastikan akan terjadi apa. Lalu, jika orang berharap semua baik-baik saja. Bukankah sama saja bodoh?

__ADS_1


"Aku berpikir semua baik. Kenapa harus overthinking? Bukankah di surat perjanjian jelas tertera syarat dan ketentuan yang berlaku." jelas Della tak ingin ikut larut dalam kecemasan Riswan.


Kalian semua berpura-pura bodoh. Padahal tahu, jika malam ini akan menjadi kisah yang panjang. Rupanya tidak ada logika dalam ketidakwarasan. Welcome to darkness life.~ batin seseorang di antara gerombolan.


Waktu berlalu begitu cepat. Di tengah ketegangan, orang-orang mencoba untuk menjadi diri mereka sendiri. Sejenak menikmati sisa waktu yang mereka pikir akan terenggut untuk selamanya. Suara detakan jarum jam. Semakin menambah kegelisahan. Tik tok, tik tok, tik tok. Iramanya tak mampu dilupakan.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2