Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 39: SIARAN RADIO


__ADS_3

Gadis itu berjalan meninggalkan rumah reyot dengan bersenandung lagu kesukaannya. Suasana hati yang kurang membaik menjadikan Prita tak ambil pusing soal semua yang baru saja ia alami. Mobil mini Cooper beranjak meninggalkan tempatnya, dan di saat itulah. Sebuah tangan dengan gelang hitam kembali muncul dari balik dinding.


"Keluarkan, Aku."


Suara lirih dari dalam bangunan itu, tapi tidak akan ada yang mendengarkan. Posisi rumah terbengkalai dan jauh dari rumah warga sekitar. Jika dilihat secara keseluruhan. Rumah reyot itu berdiri ditengah karangan tak terpakai dengan semak yang mengering. Meskipun bangunan masih memiliki atap utuh, yah setidaknya hanya beberapa lubang kecil di atas.


Rantai panjang yang menggantung di sebuah tiang menjulur ke bawah. Dimana rantai itu berujung melingkar di pergelangan tangan seorang gadis dengan penampilan kusut dan dekil. Rambutnya tergerai bebas menutupi wajah yang pucat. Sementara di sekelilingnya banyak bungkus makanan dan kaleng minuman berserakan.


"Lepaskan, Aku...,"


Suara lirih itu masih saja berusaha demi kebebasan yang ingin ia raih. Hanya saja tak seorangpun akan menolongnya karena tempat penyekapan benar-benar tidak bisa dibayangkan. Sementara itu, Prita menikmati perjalanannya dengan mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Perjalanan yang ditemani lalu lalang kendaraan lain membuat gadis itu menyalakan radio. Setidaknya sekarang ada yang menemani, dan berita yang ia dengar mengalihkan pikirannya yang sedikit berantakan. Semua yang terjadi hari ini, tengah diusahakan dalam satu rangkaian.


"Selamat pagi menjelang siang, pendengar setia FM 3. Hari ini cuaca begitu cerah tanpa awan hitam, sama seperti kabar yang akan saya bawakan."


Penyiar Radio menyapa seluruh pendengar yang pasti dari berbagai tempat dan tengah sibuk melakukan aktivitas masing-masing, "Berita baik untuk para pecinta kompetisi saham bisnis telah tiba. Tunggu, sebelum lebih lanjut. Saya sendiri juga tidak paham. Apa itu saham bisnis, tapi tenang guy's. Disini ada tamu spesial yang akan menjelaskan ketidaktahuan kita semua. Silahkan, Bapak Safi'i. Tempat dan waktu, saya luangkan."


"Terima kasih, bang Liem. Nama yang bagus, apa kamu keturunan Cina?" tanya Pak Safi'i sekedar berbasa-basi sebelum berbicara ke topik serius.


"Wah, ibu memang selalu menjadi garis terdepan tentang itu. Baiklah, sebelum saya jelaskan. Selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya Safi'i. Pekerjaan sebagai penerima telepon untuk para peserta perebut saham bisnis."


"Pasti ketika ada kata saham. Di otak kita semua hanya satu pikiran yaitu money, money dan money. Hehe, benar sekali. Saham bisnis biasanya dilakukan perhitungan setiap pergantian jam waktu tertentu. Nilai dari naik turunnya mata uang negara selalu menjadi tolak ukur. Begitu juga dengan saham. Terkadang bisa melejit, tapi seketika bisa turun drastis."

__ADS_1


"Jangan khawatir. Kompetisi kali ini bukan tentang membeli atau menjual saham, tapi ada investor yang baik hati. Beliau siap memberikan dana untuk memberikan modal bagi para usahawan dan para generasi muda yang berniat memiliki usaha sendiri. Meskipun ini menggiurkan. Ada syarat dan ketentuannya."


"Syarat dan ketentuan silahkan para pendengar cek di https.//competitionsaham2022. Jika ada pertanyaan bisa kirimkan ke layanan yang tersedia di halaman browser. Saya rasa cukup itu saja. Sekali saya berharap banyak peminatnya karena bagi tiga pemenang akan bertemu langsung dengan pihak donatur."


"Satu clue biar semua orang antusias dengan kompetisi perebutan saham bisnis. Donatur kali ini memberikan hadiah yang fantastis. Sayangnya, itu masih rahasia."


"Wow, setelah mendengar penjelasan Pak Safi'i. Jujur saja jiwa saya ikut melayang. Apa hadiah yang akan diterima pemenangnya? Pastinya tidak akan mengecewakan. Jika tidak keberatan, bisakah berikan clue. Siapa donatur itu, pak?" tanya Liem penasaran.


"Penasaran kan? Ayo ikut saja, nanti saya tulis di list pertama pendaftaran." kata Pak Safi'i dengan setengah bercanda.


Perbincangan itu seketika membuat Prita tersenyum penuh arti. Permasalahan akan segera teratasi berkat siaran radio yang menemani perjalanannya hingga mobil memasuki parkiran rumah. Langkah kaki menuju rumah, dimana kesepian masih senantiasa hinggap. Ketika pintu terbuka. Tatapan mata nyalang menyambutnya, tapi bukan itu yang membuat Prita terkejut. Melainkan sosok pria bersimbah darah yang tergeletak di lantai.

__ADS_1


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Prita terdiam di tempat dengan tubuh membeku.


__ADS_2