Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 84: PENGADUAN DELLA


__ADS_3

Tuan Vincent tahu, apa yang akan dikatakan salah satu pelayannya itu. Sontak saja tangannya terangkat memberikan tamparan keras hingga si pelayan terhuyung dan menabrak pelayan lain yang ada di belakang. Tatapan matanya nyalang dengan acungan tangan yang masih meninggalkan sensasi panas.


"Jika kalian masih mau hidup. MASUK!"


Bukan hanya terkejut. Para pelayan lari terbirit-birit karena bentakan sang majikan. Baik pelayan baru ataupun pelayan lama. Mereka tahu, jika Tuan Vincent yang berprofesi sebagai dokter tidak akan mengampuni siapapun. Meskipun itu seorang pelayan sekalipun.


Setelah puas melihat rasa takut yang ia ciptakan di mata para pelayannya. Vincent bergegas menuju kamar sang putri. Dia ingin tahu, kali ini apa yang menjadi penyebab emosi Della. Satu hal pasti adalah sesuatu yang berbau kegagalan akan dirinya dengar.


Ketika ingin mengetuk pintu. Ternyata kamar Della terbuka sedikit, terlihat gadis itu tengah berjalan mondar-mandir seraya memegang topeng wajah. Wajah itu seperti ia kenali. Setelah memperhatikan. Benar saja, itu adalah wajah Nara dari gadis yang ...


"Papa, sampai kapan akan berdiri di depan pintu hanya untuk mengintip? Apa papa tidak mau tahu. Kenapa Aku membawa ini?" Della mengangkat topeng wajah Nara, membuat Papa Vincent berjalan masuk ke dalam kamar putrinya. Pria itu juga mengunci kamar agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka berdua.


Vincent mengambil topeng wajah Nara dari tangan Della, lalu memperhatikan tekstur dari pembuatan topeng itu. Sesaat, pria itu sibuk hanya sekedar memastikan dan menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi, hingga terdengar suara benturan dengan dentingan pecah yang ternyata, sang putri melemparkan gelas dari atas meja.


"Aku muak, Pa." Ujar Della, lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjangnya. Wajah gadis itu, merah padam. Matanya begitu diselimuti kabut kemarahan, dengan tangan mengepal, bibir mencebik.


Vincent menenteng topeng itu. Langkahnya terus maju menghampiri putrinya, diusapnya kepala Della. Dia berharap perlakuannya akan mengurangi amarah putrinya, meski hanya dua persen. Itu lebih baik, "Katakan, apa masalahmu kali ini?"

__ADS_1


Della mendongakkan wajah, tatapan matanya terpatri pada mata kejam nan dingin yang selalu memberikan ilmu taktik di setiap waktu. "Aku mau kasus kematian gadis sialan itu, tidak akan pernah terungkap. Apa papa tahu, tadi di kampus terjadi keributan. Bukan aku pelakunya."


"Sarah saja masih di rumah sakit. Prita sibuk mengurus cafe yang kami rusak. Riswan sibuk bersama geng motornya. Aku bingung, siapa yang memiliki bukti sebanyak itu. Video rekaman dari CCTV. Dimana Riswan membekap Nara dari belakang tersebar dan pesan misterius yang ternyata seluruh kampus mendapatkan pesan itu, tanpa terkecuali."


Gadis rambut sebahu itu, menceritakan semua yang terjadi, bahkan termasuk tindakannya yang mencoba untuk memanipulasi keadaan dengan menyamar menjadi saudara jauh Nara. Sayangnya, Rose tidak percaya dan seakan tahu. Jika dia bukan saudara dari si gadis sialan.


Semua detail rincian yang diceritakan sang putri, membuat Vincent berpikir sejenak. Masalah itu kembali mencuat, tapi kenapa baru sekarang? Dari waktu pelecehan, lalu kematian Nara dan saat ini. Setidaknya berjarak cukup lama.


"Sekarang, bisa jelaskan. Sebenarnya siapa saja yang merencanakan pemerk0saan Nara pada malam itu dan sebutkan semua nama pemuda yang menyentuh tubuh gadis itu."


"Della!" Papa Vincent memanggil putrinya, tetapi gadis itu malah memilih memalingkan wajahnya ke arah jendela. "Ok, jika kamu tidak mau jujur. Maka, Papa akan menemui Sarah dan bertanya hal sama pada gadis itu."


.


.


.

__ADS_1


.


...πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸŒšπŸŒšπŸŒšπŸƒπŸƒπŸŒšπŸŒšπŸŒšπŸ₯ΊπŸ₯Ί...


Malem, para pembaca. Aku cuma minta satu aja, andai kalian gak suka cerita yang kusajikan. SKIP AJA.


JANGAN LANJUT BACA. GAK PP, KOK.


cuma jangan main kasih RATE KOMEN BINTANG TIGA, APALAGI SATU.


Jujur saja, seorang author nulis satu Bab itu butuh kerja keras. Saat mood lagi kacau karena masalah dunia nyata. Atau karena kesibukan yang gak bisa dipastikan. Seorang author tahu kewajiban buat update ceritanya.


Setiap karya membawa kisahnya masing-masing. Boleh banget kalian kecewa, mungkin karena cerita tidak sesuai ekspektasi kalian. Tetapi, bukan dengan memberikan rate komen bintang satu.


Seorang author bahkan harus menahan rasa kantuk, melawan penyakit mager hanya untuk melanjutkan karya yang dia buat. Aku gak melarang kalian, ketika tidak menyukai cerita ku.


ATTENTION PLEASE. JUST SKIP. NO RATE COMMENT BINTANG 1⭐ karena itu bikin PENULIS DOWN.

__ADS_1


__ADS_2