Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA


__ADS_3

Tidak mungkin dia masih hidup. Aku sendiri yang membunuhnya waktu itu, jadi siapa dia? Apapun kebenarannya. Jangan sampai Asfa tahu, aku tidak mau adikku mengalami masalah karena kecerobohan ku sendiri.~batin Justin seraya menyimpan ponselnya kembali.


Dilema yang dialami Justin. Ternyata, juga dirasakan oleh seorang gadis. Tubuh gadis itu bergetar hebat karena melihat video yang menayangkan pembunuhan di toilet wanita sebuah rumah sakit. Meskipun, video itu dibuat blur. Tetap saja, ia hafal dan tahu benar, jika di dalam video yang ditayangkan adalah dirinya sendiri. Di saat bersamaan, ada tangan yang langsung menyambar ponsel. Hal itu, mengejutkan sang gadis.


Namun, ketika melihat siapa yang mengambil ponsel. Gadis itu, langsung berdiri dan memeluk pria yang tengah menonton videonya, "Papa, aku tidak mau dipenjara. Aku benar-benar khilaf telah melakukan itu semua. Bagaimana sekarang, Pa? Jangan-jangan, video itu sudah tersebar. TIDAK! Aku tidak mau di penjara. Jika aku harus memilih, maka lebih baik mati saja."


Gadis itu langsung melepaskan pelukan, dan berniat mengambil pisau yang ada di atas meja. Tangannya masih belum sampai memegang gagang pisau itu. Akan tetapi, sebuah tangan menghentikannya. Pria itu menatap sang putri dengan tajam, lalu sebuah tamparan diberikan. Suara yang cukup keras menggema di dalam kamar itu. Meski jejak jari nampak jelas, tetap saja pria berwajah dingin itu. Tidak merasa bersalah.


Sekali lagi, iya hadiahkan tamparan di pipi kiri, agar Putri yang ia cintai sadar diri, "Kamu itu bodoh. Jika kamu sudah membuat kesalahan. Jangan membuat Kesalahan kedua kali dengan bunuh diri. Jika ada orang yang mengancammu. Maka, ancam dia balik dengan cara yang lain. Siapa yang mengirimkan video ini. Apa kamu tahu orangnya?"


Nasehat sang papa benar-benar mengejutkan, tapi juga benar. Dia sadar terlalu overthinking, hingga dirinya berpikir sempit. Helaan nafas dilakukan agar tidak panik dalam menanggapi situasi yang memang sudah rumit. Lagi pula, satu hal bisa dipastikan. Papanya pasti memiliki jalan keluar dari masalah yang dia buat.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, siapa yang mengirim video itu. Hanya saja, video diterima setelah aku sampai di rumah. Pesan itu baru masuk dan itu berarti, dia mengawasi ku. Seharusnya, aku masih ada di rumah sakit untuk menemani Sarah. Semua ini karena si bibi s!alan. Jika tidak, sudah pasti. Aku masih di rumah sakit. Lalu, sekarang bagaimana? Apa Papa bisa menemukan orang yang mengirimkan video ini kepadaku?"


Penjelasan Sang Putri, membuat pria dingin itu terdiam sejenak, lalu mengambil ponsel dan melakukan panggilan. Beberapa saat, dia sibuk menelpon orang yang menjadi kepercayaannya. Kemudian tersenyum licik, "Masalah ini, biarkan Papa yang urus. Istirahatlah dan jangan lupa makan. Aroma ini, kamu belum bersih-bersih, ya? Lihat noda darah di bajumu masih ada."


Gadis itu melihat ke arah yang dimaksud oleh papanya. Benar saja, ada noda darah di ujung pakaian, "Hehe, maaf, Pa. Aku tidak sengaja, mungkin karena terburu-buru dan terbawa emosi. Jadi tidak menyadari hal ini. I love you, Pa. Yasudah, aku akan bersih-bersih."


Langkah gadis itu berjalan menuju kamar mandi, membuat sang Papa hanya menggelengkan kepala. Ternyata satu hal yang bisa terlihat dari putrinya. Di mana gadis rambut sebahu itu memang memiliki jiwa psikopat seperti dirinya. Itu sangat bagus karena dengan begitu. Apapun yang akan menjadi tujuan kehidupan di masa depan. Bisa didapatkan tanpa harus memikirkan hati dan juga rasa kasihan.


Foto yang ada di ruangan tengah terlihat hanya dua anggota keluarga. Seorang ayah dan putri yang tersenyum ceria. Foto itu diambil beberapa tahun silam. Di mana mereka masih tinggal di rumah sederhana dengan sekeliling rumah yang cukup kumuh. Namun, kini mereka tinggal di rumah gedong dengan fasilitas lengkap selayaknya orang berada. Jangankan untuk makan ayam setiap hari. Bepergian ke luar negeri pun. Sekarang mampu dilakukan.


Satu kebenaran tidak bisa terabaikan. Perjuangan seorang ayah karena pria itu melakukan segala sesuatu demi masa depan sang putri tercinta. Namun, apa yang diajarkannya berakibat fatal. Gadis yang seharusnya tumbuh dengan kasih sayang. Justru melihat kekerasan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Bisa dikatakan, saat ini. Gadis itu telah terkontaminasi dengan pikiran-pikiran yang memang di luar batas.

__ADS_1


Jika hanya melakukan bully itu masih dianggap sebuah kenakalan remaja. Akan tetapi, ketika itu sudah menjadi sebuah pembunuhan, maka taraf ini akan disebut sebagai kriminal. Yah, dia menciptakan putri menjadi seorang psikopat. Bukan menjadi generasi masa depan yang lebih baik.


Pria itu meraih foto yang berukuran sedang, lalu mengusap wajah manis putrinya, "Della, Papa akan lakukan apapun demi membuatmu tersenyum dan tetap bahagia. Meski untuk itu, harus menyingkirkan banyak orang. Alasanku tetap bertahan adalah kamu. Tidak seorang pun boleh menyentuh apalagi melukaimu. Itulah janji Papa untuk putri tersayang ku."


...----------------...


......................


Reader's tersayang, jangan bosen ya, setiap hari, othoor kasih rekomendasi novel yang bisa menemani kalian di waktu senggang. Yuk kepoin, tinggalkan jejak juga 😁 mari kita sebarkan semangat. Berkat kalian, Author lanjut nulis, loh. 🤭


__ADS_1


......................


__ADS_2