
Mommy harap setelah malam ini. Kamu semakin dewasa, karena apapun yang akan terjadi nanti. Hati yang selama ini ku jaga. Aku sendiri yang akan menghantamkan badai emosi.~batin Asfa seraya melirik ke arah Justin dan memberikan kode jari agar rencana dijalankan.
Tangga menuju daratan di turunkan, lalu satu persatu anggota keluarga turun dengan hati-hati. Namun, Asfa sengaja meminta Rose untuk berjalan paling depan karena ada kejutan yang telah dia siapkan. Begitu langkah si gadis menapaki pasir putih yang lembut. Lampu kerlap-kerlip menyala, membuat Rose tersenyum mempesona.
Disaat menoleh kebelakang, senyuman hangat juga tersungging di bibir seluruh anggota keluarga. Tanpa Rose sadari, keluarganya tengah merasakan kecemasan yang luar biasa. Malam ini akan menjadi sejarah dengan goresan luka. Mungkin saja, gadis kesayangan mereka mengamuk atau justru memutuskan untuk berdiam diri.
Tiba-tiba, Tuan Luxifer mengingat di saat Asfa putus cinta dan berakhir menikah Abhi. Tangannya kembali bergetar dengan sensasi panas dingin. Satu tamparan yang selalu menjadi penyesalan seorang ayah. Namun, sentuhan hangat yang menggenggam tangannya dengan sandaran kepala di dada mengalihkan perhatiannya. Asfa tersenyum manis.
__ADS_1
"Calm down, Pa. Everything fine, don't worry okay," ucap Asfa mencoba memberikan ketenangan pada sang papa yang terlihat begitu tegang.
Vans bersyukur bisa menikah dengan wanita yang sangat peka terhadap sekitarnya. Meski dia tahu, jika kondisi hati sang istri tengah diterjang badai. Wanita bermata biru itu, tetap mengutamakan perasaan sang papa. Bagaimana dirinya akan mengeluh? Ketika peri yang menjadi pasangan hidupnya selalu bersinar. Meski hanya menjadi seekor kunang-kunang.
Sementara itu, Rose mengikuti jalan bercahaya yang ada di depannya. Langkahnya perlahan dengan tatapan mata takjub, hingga beberapa lampu terlewati. Tiba-tiba netranya melihat meja bundar dengan sebuah kotak kado di atasnya. Kotak kado itu, bertuliskan. Open me yang berarti buka aku. Sudah pasti itu kejutan pertama dari sang mommy tercinta.
Kotak kado yang berwarna biru langit dengan caption angka yang menuliskan tanggal, bulan dan tahun. Rose membukanya, tetapi saat melihat isi dari kotak itu. Dia menaikkan alis seraya mengambil selembar foto robek yang hanya bagian samping. Dimana foto itu bertuliskan mommy. Begitu foto dibalik, memang benar foto Asfa.
__ADS_1
Namun, ada tulisan *Hug Me* yang berarti peluk aku. Justru tergantung di leher boneka beruang itu. Siapapun yang menyiapkan kejutan itu. Pasti bekerja keras. Kalung nama yang indah dengan pilihan hadiah yang tepat. Rose menghampiri si boneka, lalu memeluknya dengan erat. Tiba-tiba, ada sesuatu yang mengganjal dari punggung si boneka.
"Apa ini?" Rose bertanya pada dirinya sendiri, terlebih ketika tangannya menggenggam sebuah kotak persegi panjang dari punggung si boneka beruang, tak ingin dipenuhi rasa penasaran. Gadis itu meletakkan boneka ke kursi, lalu membuka kotak yang dia temukan, "Foto lagi, tapi siapa mereka?"
Kenapa hatiku merasa takut? Foto mommy memakai gaun pengantin dengan tahun sebelum kelahiran ku dan foto sebuah keluarga yang kini ada di dalam genggaman tanganku. Apa maksud dari semua ini? Bukankah Papa hanya memiliki keluarga di luar negeri? Apa mungkin, ini keluarga jauh? Jika iya, kenapa tidak pernah melihat mereka.~batin Rose mencoba mengambil kesimpulan sendiri.
Sekali lagi, apapun yang Rose pikirkan teralihkan karena suara dari belakang. Kali ini, bukan Bunda Rania, tapi Ayah Varo yang memintanya untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Villa. Mau, tak mau. Maka harus kembali melangkahkan kaki. Namun, dua foto yang menjadi hadiah ulang tahun. Tetap ada di genggaman tangannya.
__ADS_1
Lima langkah dari boneka beruang. Nampak sebuah lukisan pemandangan, tapi ada yang aneh dengan lukisan itu. Rose mencoba mengamati, hingga netranya menangkap bayangan dari balik canvas. Sontak saja, lukisan itu di balik, hingga rasa terkejut tidak bisa dikendalikan. Sebuah tulisan dengan tinta hitam tertera begitu jelas di canva yang putih.
"Rose, mommy ingin memberitahu. Jika papa Vans, bukan papa kandungmu. Lanjutkan perjalananmu, perlahan-lahan kebenaran akan mommy ungkap. Namun, ingatlah. Kami tidak berniat menyembunyikan ini karena semua ini, demi kebaikan bersama."