Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 100 : Mengutarakan perasaan.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Hari berlalu ... bulan berganti dengan tahun begitu cepat, kedua insan membubuk mahligai cinta dalam ikatan pernikahan. Tidak ada kata pertengkaran, pertikaian, apa lagi sampai beradu mulut dari keduanya.


Rumah tangga yang di awali dengan rasa cinta, kepercayaan dan saling menghargai satu sama lain akan berdiri tegak walau badai terus berhembus.


Tepat hari ini, adalah tahun pertama Ziell dan Sultan yang baru merayakan satu tahun pernikahan mereka. Keduanya nampak bahagia tanpa ada orang lain yang bisa masuk kedalam rumah tangga mereka.


Begitu pun dengan Guntur yang tidak pernah terdengar kabar semenjak dia pindah Ke Dubai bersama istrinya.


Guntur seakan menutup akses bagi siapapun yang ingin tahu kabarnya termasuk Om nya sendiri, dan Ziell pun tidak ingin tau apa lagi ingin mencari tau kehidupan Guntur. Karna bagi dirinya cukup rumah tangganya yang harmonis walau mereka belum di karuniayi seorang anak di tengah-tengah mereka, tapi Ziell dan Sultan tetap bahagia.


Banyak orang terdekat yang bertanya, kapan memiliki anak? kapan punya momongan? kenapa belum punya anak? Pertanyaan itu sudah sering Ziell dengar, namun dirinya tidak terlalu perduli dengan pertanyaan itu.


Bahkan banyak pasangan suami istri yang begitu menginginkan kehadiran anak di tengah rumah tangga mereka, sampai sampai ada yang rela mengikuti program bayi tabung dan lain sebagainya. Tapi bagi Ziell dan Sultan, mereka tidak perlu melakukan itu semua karna mereka percaya bahwa tuhan belum mempercayai mereka untuk menjadi orang tua.


Ziell dan Sultan memilih pasrah dan menikmati masa pacaran mereka yang sudah di cap halal, dan menikmati momen keliling dunia berdua.


Seperti sekarang ... mereka tengah menikmati suasana laut yang tenang dengan suasana sunset yang begitu indah dari kapal pesiar.

__ADS_1


''Kau menyukainya?'' bisik Sultan, yang tengah memeluk Ziell dari belakang.


''Ini sangat indah sayang ...'' Ziell menyenderkan kepalanya tepat di dada bidang sang suami.


''Jadi, kemana lagi kau ingin memijakan kaki mu?''


''Kau tidak keberatan?'' Ziell mendongkakan kepalanya ke atas, melihat rahang suaminya yang tegas.


Sultan tersenyum. ''Tentu saja tidak, apa yang menjadi impian mu ... maka menjadi impian ku juga. Apa yang kamu inginkan pasti akan aku turuti semampu yang aku bisa.''


Ziell membalikkan tubuhnya dan memeluk Sultan dengan erat, menyenderkan kepalanya sambil mendengar deguban jantung yang berdetak seperti melodi..


''Terima kasih, karna kamu telah menjadi suami peri bagiku. Aku yang dulu tidak mempunyai tujuan hidup dan hanya ingin kebebasanku saja, kini aku memiliki tujuan sekaligus kebebasan akan hidupku yang selalu terkurung oleh keposesifan ayahku.''


Dulu, Ziell mengira jika dirinya tidak akan memiliki kebebasan, kekasih, dan hidup dengan keinginannya ... tapi semenjak bertemu dengan Sultan, hidupnya berwarna bahkan Sultan berhasil memberinya kebebasan tanpa ia sadari.


Ziell bahagia dan bangga karna memiliki suami seperti Sultan yang selalu menjadikan dirinya ratu, dan selalu mengutamakan keinginan dirinya.


Cup.


Keduanya mengecup secara bersamaan, menatap netra mata mereka masing-masing dengan senyuman mengembang di wajah keduanya.

__ADS_1


''Jika aku bisa memperlihatkan perasaan cinta dan sayangku padamu ... maka saat ini juga aku perlihatkan rasa itu padamu.'' Ungkap Sultan, mengelus anak rambut Ziell yang berterbangan.


''Percayalah, jika hanya ada nama mu yang terpatri di dalam hatiku, hanya ada dirimu yang ada di pikiranku. You are the only one and only port of love that i have and i have. You're the house where I come back." (kamu hanya satu dan satu-satunya pelabuhan cinta yang aku punya dan aku miliki. Kau rumah tempat aku kembali.)


''Rapunzell ... aku mencintaimu.''


Keduanya saling berpelukan, saat keduanya sudah mengutarakan perasaan mereka. Tangis, pengorbanan, kesalahan pahaman, penolakan, perjuangan, yang dulu pernah terjadi hanyalah sepenggal kerikil yang akan membuat jalan yang di tuju akan mulus.


Apa yang manusia rencanakan, belum tentu Tuhan mengiyakan. Jika jalan Tuhan saja lebih baik dari apa yang manusia harapkan, maka ikhlas jauh lebih baik di bandingkan memaksa.


Tuhan lebih tau apa yang terbaik untuk umatnya, walau akan ada perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang di ingkan, meski di pertemukan dalam situasi yang salah ... tapi cinta yang tulus akan mengalahkan segalanya.


...END...


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


***Ada pertemuan pasti ada perpisahan, Author berterima kasih banyak karna kalian masih setia membaca karya yang tidak seberapa ini.


Untuk Guntur dan Lisa, Othor akan buatkan untuk mereka.

__ADS_1


Sekali lagi, Othor ucapkan terima kasih untuk pembaca setia yang selalu sabar menunggu Othor UP. i love u guys...❀️❀️***


__ADS_2