Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 26 : Tawaran Dave.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Di sebuah gedung bertingkat 3, di mana setiap gadis yang merantau dan bekerja di Jakarta berkumpul di kos-kosan yang bernama ~Boarding house~ seorang gadis tengah duduk melamun sambil melihat kartu nama di tanganya.


Nia namanya ... ia tengah di landa kebingungan dalam hidupnya, kesialan bertubi-tubi menghampiri dirinya di mulai dari ia di pecat dari kantor, hingga ia harus ganti rugi atas kecerobohan dirinya karna merusak mobil orang lain.


Tidak sampai di situ, alih alih dirinya mengadu dan meminta tolong pada sang Ibu, sang Ibu malah menceramahi dirinya dan berkata jika dia harus mencari jalan keluarnya sendiri.


Sungguh, Ibu nya itu pelit nya nauuzubilah! Tapi Nia merasa jika sang Ibu bisa royal dengan adik semata wayang nya yang di sayang oleh semua anggota keluarga.


Nia selalu merasa jika dirinya selalu di asingkan dan di kucilkan oleh keluarga nya sendiri, mentalnya selalu di uji ketika dirinya selalu di banding bandingkan dengan sang adik yang terlalu sempurna di mata keluarga besarnya.


Hela'an nafas terdengar dari mulut Nia, ia tidak punya uang sebanyak yang di minta oleh Dave padanya ... tapi Nia juga tidak mungkin lari dari tanggung jawabnya, untuk itu Nia berinisiatif untuk mengambil semua tabungan nya dan meminta keringanan pada Dave.


''Dor!"


"Astagfirullah, Ziell!"


''Kamu kenapa ngelamun sih, ada masalah?'' tanya Ziell duduk di sisi Nia.


''Aku di pecat Zie.''


''Hah, kok bisa?''


Nia menceritakan kejadian di mana ia tidak sengaja menyenggol Manager baru di kantornya hingga harus masuk kedalam got. Lalu harus mengganti rugi mobil orang yang dia tendang dan mengakibatkan kelecetan dan penyokan yang cukup parah.


''Aku ada sedikit tabungan, kebetulan Mama ku baru saja mengirimkan aku uang tanpa sepengetahuan Papah ku. Kamu pakai aja dulu, Nia.''


''Serius?''


Ziell mengangguk dan memeluk Nia dengan erat, ''Kau itu teman sekaligus sodara yang terbaik bagiku, jangan sungkan untuk bercerita apapun itu.''


''Ziell ... aku sangat menyayangimu.''


''Aku juga menyayangimu.''


Kedua gadis itu berpelukan dan bercerita hingga larut malam, mereka berdua pun tanpa sadar tertidur lelap menggapai mimpi indah menuju nirwana alam semesta.


Hingga ke esokkan pagi, Nia sudah rapih dan berangkat menuju tempat di mana Dave menyuruhnya untuk datang.


Nia melihat kartu nama di tanganya dan melihat restoran yang ada di depan nya. Nia pun mengambil nafas dengan dalam dan membuangnya secara perlahan, melangkah masuk kedalam dengan percaya diri karna Nia sudah memiliki uang yang dia kumpulkan walau jumlahnya tidak banyak.


''Selamat siang, selamat datang di restoran kami.'' Sapa salah satu pelayan pada Nia.


''Saya ingin bertemu dengan Tuan Dave, karna saya sudah memiliki janji dengannya.''

__ADS_1


''Baik, anda boleh duduk terlebih dahulu ... biar saya sampaikan pada atasan saya.''


Nia mengangguk lalu duduk di salah satu meja, tak sengaja netra matanya melihat Ziell yang tengah sibuk di salah satu meja tamu dan menyusun makanan di meja.


Nia akan memanggil Ziell, namun pelayan tadi sudah datang dan menyuruhnya untuk pergi menemui Tuan Dave di lantai atas.


Nia pun mengangguk dan melangkah ke lantai atas, di mana Dave sudah menunggu dirinya. Hatinya gugup tapi dia berusaha tetap tenang dan sleey...


Tok. Tok . Tok.


''Tuan, tamu anda sudah datang.''


''Biarkan dia masuk dan kamu kembali bekerja.''


Pelayan itu mengangguk lalu Nia masuk dan berjalan ke arah Dave yang sedang berdiri di dekat cermin, dengan gaya satu tangan masuk kedalam saku dan tangan lainnya memegan Wisky.


Pria itu sangat tampan dengan gaya rambut dan postur tubuh seperti oppa-oppa korea (Lee Min Ho) membuat semua kaum hawa jatuh cinta, namun sayang seribu sayang ... sifatnya sebelas dua belas dengan Guntur.


''Kau sudah datang? duduklah.''


Jantung nia berdebar tapi bukan debaran cinta, melainkan debaran rasa gugup ketika melihat raut wajahnya Dave yang mencurigakan bagi Nia yang peka terhadap sekitar.


Dave berjalan dan duduk di sebrang Nia sambil melipat kedua tanganya di dada. ''Bagaimana? apa kamu sudah mengumpulkan uang yang aku pinta?''


''Ahh .. umm itu.'' Nia tergagap.


Kedua bola mata Nia terbelalak sempurna, lalu menatap Dave dengan kening mengkerut. ''Apa ini nggak salah? kamu mau menipuku yaa!''


''Untuk apa aku menipu mu?''


''A-a-isshh ... aku nggak punya uang segini banyak! Aku hanya punya uang 80jt di dalam tasku.''


''Aku tidak butuh uang, aku hanya butuh kerja sama dengan mu dan jika berhasil aku janji hutang mu padaku akan lunas.''


''Kerja salam hal apa?'' tanya dia bingung.


''Menjadi pacar pura-pura.''


''What! apa kamu sudah tidak waras?''


''Aku masih waras dan sadar! Aku hanya butuh kamu beberapa bulan saja untuk meyakinkan kedua orang tuaku agar tidak menjodohkan ku. Itu pun jika kamu setuju, kalau tidak setuju yaa itu terserah padamu.'' Ujar Dave menggidikan bahunya tak perduli.


Nia menggertakan giginya, ia kesal karna Dave memanfaatkan dirinya yang lemah tapi ia juga tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran Dave untuk menjadi pacar pura-pura.


β€’


β€’

__ADS_1


β€’


β€’


β€’


β€’


Sore ni Rapunzell pergi untuk mengurus Guntur dengan telaten dan sepenuh hati. Sepulang dari restoran Ziell langsung datang untuk melihat keadaan Guntur, walau dirinya merasa lelah dan capek. Tapi Ziell tidak perduli dengan rasa lelahnya karna dia ingin segera melihat sang kekasih cepat sembuh.


Tapi semenjak Ziell mengurus Guntur. Guntur memiliki perasaan aneh saat berbeda di dekat Ziell ... apa lagi saat Ziell memberikan perhatian padanya dengan tulus, yang mana Guntur tidak pernah mendapatkan perhatian seperti itu sebelumnya.


Namun ... gengsi Guntur terlalu tinggi, setinggi gunung himaluyun dan selalu membuang jauh jauh saat rasa itu tiba tiba muncul di dalam hatinya yang paling dalam, dan meyakini dirinya sendiri jika dia tidak menyukai gadis berkecamata empat yang sudah mengurusnya sepenuh hati.


Sama seperti sekarang, Guntur tengah melihat Ziell bersiap siap pergi dari kos-kosan miliknya karna Guntur sudah lebih membaik dari pada sebelumnya.


''Ay, kamu mau pulang sekarang?'' tanya Guntur, entah mengapa ia merasa berat dalam hatinya.


Ziell mengangguk, "Iya ... kamu 'kan udah mendingan Bee, lagian aku nggak mungkin nginep di kos-kosan mu.'' jawab Ziell ingin berdiri dari sisi kasur, namun Guntur mencegah dan menariknya hingga Ziell jatuh di atas tubuh Guntur.


Deg. Deg. Deg.


Kedua mata itu saling pandang dalam diam, namun entah mengapa ... ada sesuatu getaran yang aneh ketika Guntur melihat bola mata Ziell dengan detail untuk pertama kalinya di balik kecamata bulat yang dia kenakan.


Guntur seperti pernah melihat bola mata yang berbeda dengan bola mata manusia yang lainnya, ia seperti akrab dan sudah lama mengenal pemilik bola mata itu, namun Guntur lupa ... siapa pemilik bola mata yang sama dengan Ziell.


Hingga untuk kedua kalinya jantung Guntur berdetak seperti mengingatkan sesuatu, jika mereka sudah lama kenal dan bukan kali ini mereka saling pandang dan bertemu.


''Siapa kamu?'' tanya Guntur, yang mana membuat Ziell terkejut dengan pertanyaan sang Kekasih.


''Hah, ap-apa maksud mu Bee?''


Guntur tersadar dari lamunan panjang nya, ''Ah ... nggak, aku seperti melupakan sesuatu yang penting. Tapi aku sudah lupa."


''Ouhhh, kalau begitu aku boleh pulang?''


Guntur tersenyum dan mengangguk. "Iyaa, hati-hati di jalan dan makasih yaa udah mau ngurus aku.'' Ucap Guntur masih linglung.


Ziell mengangguk dan keluar meninggalkan Guntur yang masih mematung dalam lamunan nya, Guntur merebahkan dirinya di atas kasur lalu memejamkan kedua matanya untuk mengingat sesuatu yang dia lupakan.


''Dia seperti ... Ahhh, sepertii ... seperti siapa yaa kok gue bisa lupa." Guntur benar benar lupa, hingga dirinya langsung tertidur dan masuk kedalam alam mimpi.


β€’


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2