Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 23 : Tipe wanitaku.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


''Permisi Tuan, Nona, bisa saya catat pesanan anda?'' Imelda berkata sopan sambil memegang bulpoin dan kertas di tangan nya.


Sedangkan Ziell menghela nafasnya karna bukan Guntur yang menghampiri meja nya, ia melirik kanan kiri dengan ekor matanya melihat situasi dan keberadaan Guntur yang belum ia lihat sedari tadi masuk kedalam restoran.


"Pou, kamu mau pesan apa?" Tanya Vano dengan lembut penuh perhatian.


"Samain aja deh Kak." Jawab Ziell menunduk, ia takut jika Imelda mengenali nya.


Padahal yang ia takutkan tidak akan pernah terjadi, sebab jika Ziell sudah berdandan seperti biasa dan berdandan culun, itu sangat berbeda jauh layaknya bumi dan langit.


Vano pun mengangguk dan memesan makanan yang Ziell suka. ''Saya pesan ... Sirloin Bistecca 2 Crispy Calamari Green Salad 2 Grappa Negroni 2."


''Baik, mohon di tunggu.''


Vano tersenyum ramah pada Imelda lalu melirik Ziell yang tengah gelisah. ''Are you alright?"


"Hah? Ouh yaaa I'm well.''


Vano mengerutkan keningnya, ia merasa ada yang aneh dengan Ziell. Tidak seperti biasanya Ziell bertingkah gelisah seperti itu namun Vano tidak bertanya lebih karna ia tau jika Ziell tidak terlalu suka di tanya-tanya masalah pribadinya.


Apa yang tidak dia ketahui tentang Rapunzell sodara nya ini, All about Rapunzell he knows it. Karna Vano begitu menyayangi Ziell seperti adiknya sendiri, tapi Vano tidak pernah ikut campur urusan pribadinya Ziell.


Dulu mereka bersekolah dan tumbuh bersama di luar negri, namun saat akan masuk kuliah ... Vano harus pulang ke Dubai karna kedua orang tua Vano akan menetap di Dubai dan tinggal dengan sang Oma, yang di tinggal mati oleh suaminya.


β€’


β€’


"Kak, Ziell pergi ke toilet dulu yaa."


"Hem, jangan lama lama."


Ziell mengangguk, lalu pergi ke toilet sebentar untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Di dalam toilet, Ziell mondar mandir layaknya setrika berjalan. Ia melihat dirinya di cermin dan meyakini dirinya sendiri jika tidak ada yang akan mengenali wajah aslinya.

__ADS_1


Ziell mengambil nafas lalu membuangnya secara perlahan, membuang rasa takut dan rasa ke khawatir yang dia rasakan. ''Oke Ziell, kamu harus yakin jika tidak ada orang yang akan mengenali mu."


Hufth ...


Ziell membuang nafas secara perlahan lalu tersenyum dan keluar dari toilet, berharap jika hari ini dia akan baik baik saja. Namun harapannya harus di patahkan ketika Ziell tak sengaja tersandung kakinya sendiri, hingga dia akan terjungkal kedepan.


"Aahhkk ..."


Hap.


Seseorang dari belakang langsung menahan tubuh Ziell, hingga Ziell bisa menghela nafas karna wajahnya tidak jadi mencium lantai.


Seorang pria menarik pinggang Ziell hingga tubuhnya seimbang kembali.


''Terima kasih sudah maa--" Kata kata Ziell terhenti, ketika kedua bola matanya bertatap langsung dengan bola mata yang dia kenal. Jantungnya berdetak kencang tidak karuan, saat Ziell saling pandang dengan sang pacar.


"Evan!" Ucap Ziell dalam hati.


Sementara Guntur, diam memandang bola mata indah yang berhasil membuat jantungnya berdegup kencang untuk pertama kali.


Deg. Deg. Deg.


Jantung Guntur berdebar, darahnya mengalir bergetar menahan gejolak hati yang tiba tiba berbunga-bunga. Bahkan Guntur tak bisa berkata kata, ia hanya memandang takjub penuh dengan minat pada wanita yang berada di dekatnya.


''Te-terima ka-kasih sudah menolong." Ucap Ziell tergagap, lalu beranjak pergi dengan tergesa gesa karna ia takut jika Guntur akan mengenalinya.


Sedangkan Guntur masih terpaku di tempat, wajah itu ... bibir itu ... dan harum tubuh wanita yang tidak ia kenali masih menempel di indra penciuman nya.


''Siapa wanita itu?" Gumam Guntur, ingin mengikuti langkah Rapunzell. Namun ketika Guntur akan melangkah, ia tidak senagaja menginjak sesuatu hingga Guntur mengambil apa yang dia injak.


Guntur menemukan potongan gelang Kaki kecil berinisial RFZ. Lalu Guntur melihat ke arah Ziell. ''Apa ini milik dia?''


β€’


β€’


Sedangkan Ziell sudah kembali duduk bersama Vano, ia celingak-celinguk tak karuan saat Guntur memandangnya dari jarak jauh.


"Kak, ayo kita pulang."

__ADS_1


"Lho kok pulang?" tanya Vano terkejut.


"Kita makan di tempat lain aja yuu." Ajak Ziell.


"Ini makanan nya udah tersaji Pau, lebih baik makan dulu baru kita pulang."


''Aku lagi nggak enak badan Kak.'' rengek Ziell, namun tidak di idahkan oleh Vano.


''Duduk dan makan!'' Vano berkata tegas, yang mana membuat Ziell tidak bisa menolak.


Vano bisa saja menuruti perkataan Ziell tentang apapun, namun tidak dengan menyia-nyiakan makanan yang sudah tersaji. Karna Vano selalu berpikir jika di luaran sana masih banyak orang yang membutuhkan makanan.


Sementara Guntur masih memperhatikan Ziell dari arah meja kasir, dan menatap lekat pada Ziell dengan seorang laki-laki yang dia kira pacaranya.


Lalu matanya melihat potongan gelang kaki yang ada di tanganya. Guntur ingin memberikan benda yang ada di tangannya namun ia urungkan karna Guntur memiliki rencana lain.


''Kenapa Lu?" tanya Dave menepuk pundak Guntur.


''Tuh." Guntur memberikan kode mata pada Dave, untuk melihat Rapunzell, ''Kau tau ... dia tipe cewe yang selama ini gue cari Bro."


Dave melihat tipe wanita yang di inginkan sahabat nya langsung terkekeh, ''Lu mau rebut pacar orang?"


Guntur menoleh menatap sahabatnya, dengan senyum menyungging di wajah tampan nya. "Why not? (kenapa tidak) jika perempuan nya mau dengan ku, tidak jadi masalah bukan?" Ucap Guntur menggidikan bahunya.


''Cih, inget ... Lo masih punya pacar! Dan lagi yang aku lihat si Ziell tipe cewe baik-baik dan polos, kok gue jadi nyesel dan kasihan yaa sama dia, udah kita jadiin bahan taruhan."


''Ngapain kasihan, bentar lagi gue buang tuh cewe culun."


"Jangan terlalu membenci, kasian juga dia Nyet! Selagi dia belum memiliki cinta yang dalam sama Lu, lebih baik pisah secara baik-baik dan bilang Lu nggak bisa lanjutin hubungan karna apa kek gitu alasannya.''


Guntur tidak menjawab, matanya terus pokus pada Ziell yang tengah mengobrol dengan Vano. Dia bertekad untuk mendapatkan wanita yang sudah mengusik hatinya secara mendadak.


''Lihat saja, bukan Guntur namanya jika tidak bisa mendapatkan dia." Gumam Guntur dalam hati.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2