
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
''Begitu Non ceritanya.'' Mulan berlutut dan merangkup kedua tanganya pada Ziell. ''Aku tau Non pasti bakalan benci sama aku, tapi ini di luar pikir aku Non.''
''Aku bukan kacang lupa kulitnya, Non. Jika Non Ziell mau hukum aku, aku terima kok Non.''
Ziell menghela nafasnya, ''Sudahlah Mulan ... tidak usah seperti itu, sekarang bantu pikirkan bagaimana caranya agar dia.'' Tunjuk Ziell pada Guntur yang masih pingsan.
''Agar pria satu ini tidak mengganggu pernikahan ku yang akan di gelar satu hari lagi.''
Mulan terdiam sejenak lalu tersenyum, "Non, bagaimana kalau ...'' Mulan membisikan sesuatu pada Ziell, yang mana membuat Ziell tersenyum penuh makna.
''Kau sangat pintar, Mulan.''
Forty-nine minutes later. (Empat puluh sembilan menit kemudian)
β’
β’
''Kamu turun di sini nggak apa-apa jalan sedikit jauh, biar nggak ada orang rumah yang curiga.''
''Oke Non.'' Mulan mengacungkan dua jempolnya.
''Jangan lupa rencana kita.''
Mulan menganggukan kepalanya lalu keluar dari mobil Guntur yang di bawa oleh Ziell, sedangkan Ziell sendiri pergi dengan rencana nya yang sudab dia susun. Mulan masuk kedalam rumah Adiwangsa tanpa ada seorang pun yang curiga.
Sedangkan Ziell pergi ke tempat penitipan mobil, di mana dia akan menyembunyikan mobil milik Guntur beberapa hari ini, karna Ziell dan Mulan sudah memiliki rencana agar Guntur tidak mengganggu acara pernikahan nya.
Setelah menitipkan mobil, Ziell bergegas pergi dari sana menggunakan ojek pangkalan. Agar tidak di curigai, Ziell berencana untuk pergi ke kantor polisi dan membuat sedikit drama.
''Stop di sini aja, Pak.''
''Kantor polisinya 'kan di sana Neng, kenapa berhenti di sini.''
''Eleh, suka-suka aku dong Pak! Udah sana pergi, ini ongkosnya banyak tanya deh ah dari tadi.''
Kang ojek itu tersenyum saat menerima uang berwarna merah dua lembar dari Ziell. ''Wah banyak sekali Neng, makasih ya.''
''Hemm..''
Setelah mang Ojol pergi, Ziell melihat kanan kiri lalu melangkah ke arah semak-semak. ''Eihh tidak ada orang yang lihat kan?''
''Ok Ziell ... sakit ini hanya sebentar saja, bukankah berekting itu harus profesional agar terlihat nyata?"
''Huuuffftt ... 123.''
PLAK!
__ADS_1
''Awwcch.'' Ziell meringis kesakitan, saat dia menampar pipinya sendiri.
''Sekali lagi.''
...PLAK!...
''Oh Lord! sakit.''
...''Hiyaaa ...''...
Bugh!
...Plak!...
Prang!
...Meong ......
Guk-Guk.
Ziell keluar dari semak semak dengan wajah dan penampilan layaknya pengemis dengan baju sedikit robek dan kotor.
Ziell berjalan beberapa langkah ke arah kantor polisi dengan mimik muka yang sudah dia seting menyedihkan, panik, ketakutan.
''Pak, polisi tolong saya Pak.'' Suara Ziell yang sangat menyedihkan.
Beberapa polisi yang berjaga langsung menolong Ziell dan membawanya ke dalam..
''Di minum dulu mbak, setelah anda tenang anda bisa menceritakan apa yang terjadi pada anda.''
''Apa bapak Polisi sudah menghubungi nomer tadi?''
''Sudah, mereka sedang berada di perjalanan menuju kemari.''
''Syukurlah.''
''Jadi ... apa anda bisa menceritakan apa yang terjadi?''
''Begini pak ...''
*Melewati gunung lewati lembah* ... Ziell mengarang cerita semau dan se-enak jidatnya, hingga para polisi dengan intens mendengar cerita si anak dari Cinderella Somplak ini.
''Begitu pak ceritanya, Hisk ... saya sedih karna saya nggak inget di mana aku di sikap.'' Ziell mengusap air mata buaya nya.
''Baik, yang sabar ya Mbak. Kami akan segera proses dan menemukan orang yang sudah menculik mbak.''
''Tidak perlu di proses, Pak. Saya sudah pulang dengan selamat pun Alhamdulillah.'' Ujar Ziell, memperlihatkan senyum mengenaskan. "*Mati aku kalau kalian proses! Bisa-bisa si Guntur yang aku sekap di rumah itu bisa ketauan*."
''Ap-''
__ADS_1
''Ziell!'' Panggil Sultan dari arah pintu masuk.
''Kak.'' Ziell berdiri dan langsung berhamburan memeluk sang kekasih.
''Heyy... are you okay? Is anyone hurt." (Heyy ... kamu baik-baik saja? apa ada yang terluka.)
Sultan melihat tubuh Ziell dari atas sampai bawah, takut ada yang lecet atau luntur. Sedangkan Ziell tersenyum senang karna calon suaminya mengkhawatirkan dirinya.
''Aku baik baik saja, Kak.''
''Lihat 'lah pipi mu ya Tuhan ...''
''Kak, Ziell mau pulang.'' Ucap Ziell dengan nada manja.
Sultan pun mengangguk, lalu menyelesaikan sesuatu dengan para polisi, tidak lupa berucap terima kasih.
β’
β’
β’
β’
Di sisi lain. Guntur sedang terbaring di atas ranjang karna pingsan akibat pukulan Mulan yang sangat kuat. Hingga pada akhirnya Guntur membuka mata dan sadar dari pingsan.
Guntur merasa belakang lehernya sakit, hingga ia tidak bisa berbalik kepala. ''Ahhkk di mana aku.'' Guntur bangun dari tidurnya lalu menyenderkan punggungnya di sisi ranjang.
Guntur memejamkan kedua matanya mengingat apa yang terjadi, hingga Guntur tersadar dan langsung membelalakan kedua matanya dengan sempurna.
''Ziell!''
Guntur turun dari ranjang dan berlari ke arah pintu, namun naasnya pintu itu terkunci dengan rapat hingga Guntur tidak bisa membukanya.
''Ahhkk sialan! Heyy buka pintu!'' Teriak Guntur.
Dhuk. Dhuk. Dhuk.
Guntur terus menggedor dan berteriak, namun sayang seribu sayang tidak ada orang ang akan mendengar teriakan nya.
Guntur menggertakan kedua giginya dengan marah, iya ... Guntur ingat jika Mulan lah yang memukul tengkuknya hingga dia pingsan dan di kunci di sini.
''Mulan! Mulan! Mulan! Lihat saja jika aku keluar dari sini, akan aku pastikan hidup mu menderita selamanya!'' teriak Guntur menggema dan memukul beberapa kali tembok hingga tanganya luka.
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...