
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Masih berada di bandung. Mom Kaleea tengah merayu Rapunzell gadungan untuk ikut dia ke jakarta, namun dengan segala cara Papah Agam dan Mama Ella mencegah hal itu terjadi.
Mereka tidak mungkin membiarkan Mom Kaleea membawa Ziell gadungan, bisa-bisa penyamaran nya akan terbongkar.
''Kenapa nggak mau ikut sama Aunty?'' tanya Mom Kaleea mengusap kepala Rapunzell gadungan dengan lembut.
''Ziell tidak bisa ikut Tante, Ziell lebih senang di sini dan ikut pengajian bersama ibu-ibu.'' Jawabnya dengan sopan.
Mom Kaleea menoleh dan memincingkan kedua matanya menatap Papah Agam dengan sinis, ''Apa yang sudah mereka lakukan pada calon menantu ku.'' Gumam Mom Kaleea dalam hati.
''Kenapa kau menatapku? sampai kapan pun sudah aku bilang, jika aku tidak mau anakmu menjadi menantuku.''
''Kenapa tidak mau?''
''Kenapa kau bertanya padaku? tentu saja jawaban nya ada pada dirimu sendiri.'' Ucap Papah Agam, yang mana membuat Mom Kaleea tak bisa berkata kata.
''Aku sedang menghukum nya, mengusir dia dari rumah dan hidup mandiri. Aku yakin cepat atau lambat Guntur akan berpikir dewasa dan bisa menjadi imam untuk anak kalian! Percayalah.''
''Apa kau tidak tau? jika pitriku sudah mempunyai calon suami?''
Mom Kaleea terdiam dan terkejut. ''Calon suami? sejak kapan?''
''Aku akan memperkenalkan mu, di saat ulang tahun Ziell yang ke 25thn. Bersabarlah.'' Bohong Papah Agam.
Bagaimana pun caranya, dia tidak mau jika si Guntur yang menjadi calon suami anak kesayangan nya. Ia akan mencarikan pria yang baik untuk putrinya cepat atau lambat.
Sedangkan Mom Kaleea mengepalkan kedua tangan nya dan bergumam dalam hati. ''Tidak akan! Sumpahku masih berlaku sampai saat ini, aku akan melakukan segala cara agar anakmu menjadi bagian dari keluarga ku.''
Sedangkan di tempat lain, di waktu yang bersamaan.
__ADS_1
Cirsh ... Thak!
Dua gelas saling beradu, merayakan keberhasilan sang pujangga wanita yang akhirnya bisa menjinakan gadis culun itu.
Suara gelak tawa menggema di dalam apartemen milik Dave, kedua sahabat yang sama sama minim ahlak tengah menertawakan Guntur yang memiliki pacar culun dengan cara bertaruh.
Dave dan Ridho benar-benar sangat puas bisa mengerjai Guntur yang suka pemilih wanita untuk di jadikan pacarnya, dan jika Guntur sudah bosan. Pasti akan di tinggal begitu saja tanpa memperdulikan perasaan si wanita.
''Siala Lu berdua! Bisa diam nggak!'' Bentak Guntur, yang sejak tadi terkena ledekan dari kedua sahabat dakjal nya ini. Kalau bukan karna mereka taruhan, Guntur juga tidak akan mau memiliki pacar culun seperti Ziell.
Sedangkan Dave dan Ridho saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak melihat nasib sabahatnya yang cukup malang, bagaimana tidak! Guntur di usir dari rumah, tidak memiliki uang, dan sekarang memiliki pacar yang jauh dari kata tipe idaman nya.
''Kasian deh Lo, pacarnya gadis culun plus kampungan.'' ledek Ridho.
''Malu nggak yaa ... kalau di ajak makan malam trus ketemu mantan atau bekas gebetan?'' ledek Dave terus menerus.
''Ck, bentar lagi gua putusin tuh gadis culun.'' kesal Guntur berdiri dari duduknya.
''Terserah Lu dah, yang jelas masa pacaran Lu harus pas di satu bulan.'' Dave mengingatkan.
''Berisik Lu pada ah.'' kesal Guntur, lalu pamit keluar dari Apartemen milik Dave, ia lupa kalau ada janji dengan Ziell yang akan mengajaknya ke suatu tempat untuk kencan pertama mereka.
Sedangkan Ziell sudah menunggu sedari tadi, ia sudah siap untuk kencan pertama bersama pacar pertamanya. Ziell sangat yakin jika Guntur yang dia kira Evan akan menjadi cinta pertama dan terakhirnya ... namun Ziell merasa jika sejak tadi pagi, ada sesuatu yang hilang menurutnya namun entah apa.
Di lihatnya pesan pesan di salah satu aplikasi si hijau dan ia baru ingat jika Sultan belum mengirim pesan padanya.
''Kak Sultan ke mana yaa? tumben sekali dia belum kirim pesan ejekkan padaku, biasanya dia selalu kirim pesan meledek! Tapi kok ini belum yaa." Gumam Ziell dalam hati, menatap ponselnya dengan perasaan tak menentu.
Apa mungkin Ziell rindu? ahh ... sepertinya tidak mungkin! Karna Ziell hanya menganggap Sultan sebagai Kakak nya, walau Sultan selalu berkata ketus dan judes serta ceplas ceplos ... tapi Sultan begitu perhatian padanya, dan hanya Ziell sendiri yang dapat merasakan nya.
Ketika Ziell tengah memikirkan Sultan, klakson motor butut menyadarkan Ziell dari lamunan panjangnya. Ziell menoleh dan tersenyum hangat saat netra matanya melihat Guntur datang.
Ziell langsung berdiri dan melangkah menghampiri Guntur dengan senyum sumringah.
__ADS_1
Sementara Guntur mendesah jijik, saat ia melihat penampilan Ziell dari atas sampai bawah. Bagaimana tidak! Rambut Ziell di gerai seperti mie yang sudah lama di masak, kecamata yang tebal dan bulat, serta pakaian dari atas sampai bawah longgar semua membuat Ziell tidak menarik sama sekali di mata Guntur.
Guntur bergumam dalam hatinya, ''Bukan hanya cupu, tapi dia juga tidak bisa berdandan! Oh Tuhan ... cobaan apa yang kau berikan padaku.'' Gumam Guntur dalam hati, ia merutuki dirinya sendiri kali ini.
''Aku sudah lama menunggu lhooo.'' Ziell pura-pura kesal.
''Maaf yaaa Cinta ... tadi aku ada urusan mendadak.'' rayu Guntur, yang mana membuat Ziell bersemu merah dan malu karna di panggil cinta.
''Ya udah nggak apa-apa.'' Ziell tersenyum.
Guntur menyodorkan helm pada Ziell dan membantunya memakaikan helm, Guntur ingin Ziell mengira jika dirinya adalah orang yang romantis dan perhatian, hingga Guntur bisa cepat lepas dari gadis yang culun ini.
"Kamu siap?'' tanya Guntur, yang sudah memakainya helm di kepala Ziell.
Dengan senyuman manis, Ziell mengangguk dan membenarkan kecamatanya. ''Sudah donk Van, ayok."
Ziell naik ke atas motor butut Guntur, yang di pinjam si anak sontoloyo tak tau diri ini lalu motor butut itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke tempat di mana pasar malam berada.
Setelah menempuh waktu beberapa saat, akhirnya Guntur dan Rapunzell telah sampai di pasar malam. Guntur tidak mau mengajak Ziell ke restoran karna takut jika bertemu mantan atau gebetan nya, mau di taruh dimana muka dia di depan mantan nya kalau tau jika dia mengajak Ziell.
Bisa bisa dia menjadi bahan ledekan dan tertawaan semua mantan nya.
Sedangkan mata Ziell membulat sempurna, ketika dirinya baru kali pertama melihat pasar malam seperti apa. ''Woow ...'' Hanya itu yang Ziell ucapkan pertama kali, saat ia melihat banyak nya orang orang di pasar malam.
''Nggak apa apa kan, kita jalan di sini?'' tanya Guntur.
Ziell menoleh pada Guntur lalu tersenyum. ''Nggak apa-apa kok, malahan aku mau ucapin makasih karna udah bawa aku ke tempat ini ... kau tau, aku baru pertama kali menginjakan kaki di tempat seperti ini.'' Ucap Ziell langsung pergi meninggalkan Guntur.
''Apa maksudnya baru pertama kali? apa di seumur hidupnya di kampung tempat tinggalnya tidak ada pasar malam?'' Ucap Guntur menggelengkan kepalanya, ''Benar benar kampungan.'' Ucapnya lagi lalu menyusul Ziell.
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1