
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
''Selamat datang di kediaman Adiwangsa.'' sambut Mom Kaleea merentangkan tanganya dan memeluk Mama Ella dan Ziell secara bergantian.
Begitu pun Papah Agam dan Dad Ryan, mereka bersalaman dan berbincang banyak hal.
''Apa kabar mu, Kaleea?'' tanya Mama Ella dengan ramah.
''Kabar ku baik, dan semakin baik saat kalian datang berkunjung di kediaman ku untuk pertama kalinya.''
''Rumah mu semakin megah saja.''
''Begitulah yaa ... kalau kebanyakan uang, di maklum aja 'kan aku keturunan arab.'' Ucap Mom Kaleea yang pedenya datang kembali, ''Makanya kamu tidak akan menyesal jika berbesan dengan ku.''
Mama Ella terkekeh, ''Tentu saja tidak, kita itu setara loh ... jangan lupa dan harus kamu ingat baik-baik, jika aku ini menantu dari keluarga Bilal.''
Kedua orang itu tertawa saat memamerkan kekayaan mereka, lalu Mom Kaleea pun segera membawa keluarga Papah Agam untuk duduk di sofa dan berbincang-bincang, hingga tidak berapa lama Sultan datang dari kantor.
''Asalamualaikum ...''
''Walaikum'salam.'' jawab semua orang, termasuk Ziell yang langsung berdiri dan menghampiri Sultan.
Ziell ingin memeluk sang kekasih, namun Sultan mencegah apa yang akan Ziell lakukan karna tidak enak di lihat semua orang, hingga Sultan menyodorkan tanganya untuk di salimi oleh Ziell.
Tapi si polos Ziell malah hah heh hoh dan tidak tau apa yang di inginkan kekasihnya, hingga Sultan menghela nafas dan memegang bahu Ziell untuk duduk. Sedangkan Sultan menyalami satu persatu para tertua yang tengah duduk si sofa.
''Apa kabar Om, Tante.''
''Baik Nak, bagaimana kabar mu?'' tanya Papah Agam, yang sudah mulai menerima Sultan.
''Baik Om, alhamdulillah.''
__ADS_1
''Duduklah kita akan berbincang.''
Sultan mengangguk lalu duduk di kursi yang lain, tapi Ziell mengikuti dan duduk di sebelah Sultan. membuat Papah Agam dan Mama Ella saling berbisik dalam diam.
''Lihatlah anak mu seperti perangko.'' Ujar Papah Agam.
''Dia juga anak mu.''
''Apa dia sudah kebelet kawin?''
''Hust!!
Papah Agam diam dan berdehem sebentar, lalu menengok ke arah Kaleea dan Ryan.
''Aku kesini untuk memastikan hubungan antara Ziell dan Sultan, setelah aku berpikir panjang dan menimbang-nibang ... tidak ada salahnya jika putriku menjalin kasih dengan adik mu.''
Sultan tersenyum senang, begitu pun Ziell.
Namun Dad Ryan tidak bisa memaksa hati seseorang, jika Ziell menginginkan hidup dengan sang adik, ia tidak mungkin meminta Ziell bersama sang anak jika Ziell tidak menginginkan nya.
Dad Ryan hanya berharap jika Guntur melapangkan dada dan menerima semua keputusan ini, ia yakin jika Guntur akan menemukan wanita uang lebih baik di bandingkan Ziell.
Dad Ryan yakin jika tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untuk Guntur, putra sulung yang dia sayangi.
''Syukurlah jika kau sudah merestui hubungan mereka, kau tau ... adikku ini pria yang baik dan bertanggung jawab, dia pasti akan membahagiakan Ziell.''
Papah Agam mengangguk, ''Jadi kapan mereka akan menikah?''
''Secepatnya.'' jawab Ziell dengan semangat, membuat semua orang tertawa.
''Ohoo ... rupanya putrimu sudah tidak sabar untuk mencoba perwik-wikan yaa.''
''Apa itu wik-wik?''
__ADS_1
''Wik-wik itu ad-- umm ...'' Mulut Mom Kaleea langsung di bekap oleh Dad Ryan, karna takut jika Mom Kaleea mencemari otak Ziell yang polos dan masih murni.
''Sayang, jangan macam-macam!''
''Um ... Um.'' Mom Kaleea mengangguk, lalu Dad Ryan melepaskan bekapan nya.
Semua orang tertawa bahagia dan bercanda tawa dengan riang, sambil membicarakan pertunangan Ziell dan Sultan yang akan di laksanakan di waktu yang dekat. Tanpa mereka semua sadari jika Guntur sedari tadi mendengar percakapan mereka semua.
Guntur mengepalkan tanganya tidak suka, ia kecewa karna sang ibu lagi dan lagi memilih kebahagiaan adik kesayangan nya di bandingkan dengan kebahagian nya sendiri.
Guntur yang sedang terbakar api cemburu, langsung pergi dengan tergesa-gesa dari dalam rumah, ia tidak kuat menerima kenyataan yang tidak sejalan dengannya.
Bugh!!
Guntur menubruk Mulan dengan kencang, hingga tubuh Mulan terhiyung kebelakang dan jatuh ke lantai.
''Aww...''
''Jalan tuh pakai mata! Goblook!'' bentak Guntur yang sudah tidak bisa menahan emosi yang ada di tanganya.
Mulan berdiri. ''Eeeh ... Kamu lagi kamu lagi yang nubruk saya teh! Saya sudah pakai mata, kamu nya aja yang selalu nubruk saya.''
Guntur yang sedang kesal, bertambah kesal melihat wanita stres yang ada di depannya.
''Jangan belaga kamu di rumah Gue! Minggir!'' Guntur sekali lagi mendorong Mulan hingga jatuh ke lantai.''
''Haiss ... dasar cowo gila!'' teriak Mulan tidak terima, "Jangan sampe Jodohku kaya dia! Ihh ... amit amit cabang bayi.''
β’
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1