Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 99 : Pancake di pagi hari.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Dreeeetttt ... Dreeettt ...


Ponsel berbunyi di atas nakas, di mana alarm di nyalakan tepat pukul enam lebih tiga puluh menit. Ziell terbangun dari tidurnya.


Ziell menggeliatkan tubuhnya dari rasa pegal, melirik ke sebelah tempat tidur, di mana ada suami tercintanya yang masih tertidur pulas.


''Ahhh tampanya dirimu.'' Gumam Ziell dalam hati, sambil memandangi wajah Sultan.


Cup.


Ziell mengecup bibir Sultan, lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah selesai Ziell pun keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan pagi.


Walau Ziell tidak begitu lihai memasak, tapi Ziell mau belajar memasak sedikit demi sedikit untuk menyenangkan suaminya. Walau Sultan pernah melarang dirinya untuk memasak, tapi Ziell tetap ingin berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya.


''Masak apa yaaa?'' tanya Ziell pada dirinya sendiri, lalu melihat bahan baku untuk membuat sarapan.


Ziell mengeluarkan tepung, telur dan bahan lainya ... ia akan membuat sarapan Pancake dengan kopi saja yang simpel. Ziell pun mengeluarkan ayam dari frizer untuk makan siang nanti, karna yang ada di benaknya ia akan membuat ayam gulai.


Tak begitu lama, pancake dan segelas kopi sudah tersaji di meja makan bersamaan dengan Sultan yang menghampiri istrinya.


''Muuuaach ... selamat pagi Sayang.'' Sultan mencium pipi Ziell di pagi hari, dan itu sudah menjadi kebiasaan dirinya ketika sudah menikah.


''Kau sudah rapih?'' Ziell terkejut karna ia belum sempat menyiapkan baju untuk suaminya.


Sultan mengangguk lalu duduk di kursi, "Waaahh enak nih."


Ziell tersenyum lalu duduk menemani Sultan menyantap sarapan, "Nanti makan siang mau pulang atau aku yang anterin ke kantor?"


"Kamu mau Yank, anterin ke kantor?'' tanya Sultan, sambil menyuapkan Pancake kedalam mulutnya. Namun setelah Pancake itu masuk kedalam mulutnya, untuk beberapa detik Sultan terdiam lalu mengunyah Pancake itu.


Ziell mengangguk senang, "Mau dong ... apa sih yang engga buat suami tercinta.'' Ziell mengedipkan sebelah matanya, membuat Sultan terkekeh.


''Enak Pancake nya?'' tanya Ziell yang melihat sang suami begitu lahap memakan Pancake buatan nya.


''Enak dong ... apa sih yang nggak enak buatan istri tercinta.'' Kini Sultan yang menggoda Ziell.


Keduanya tertawa bersama menikmati pagi hari yang sangat cerah.


Setelah beberapa menit menikmati sarapan pagi, Sultan berpamitan pada Ziell untuk berangkat ke kantor. Ziell pun dengan patuh mengantarkan suaminya sampai pintu, menyalami dan mencium tangan sang suami.


''Hati-hati di jalan sayang.''

__ADS_1


''Hm ... kalau bosan di rumah, jalan saja sama teman mu atau pergi dengan Kak Kaleea.''


Ziell mengangguk, "Baiklah, bye bye ...''


Sultan melangkah ke dalam lift, sedangkan Ziell masuk kedalam rumah dan membersihkan bekas sarapan.


Ziell melihat jika masih ada sisa Pancake di dalam piring, ia tidak tega membuangnya hingga ia suapkan ke dalam mulutnya, namun setelah lidahnya mengunyah ... alangkah terkejutnya Ziell saat merasakan Pancake buatannya begitu asin.


''Eeeewww asin! Cuih ... cuih ..." Ziell memuntahkan Pancake itu dan langsung berkumur kumur, untuk menghilangkan rasa asin yang dia rasakan.


''Kenapa bisa asin sih? Ya Tuhaan ...'' Ziell mengeluh dan memeriksa kembali bahan yang dia gunakan, lalu Ziell menepuk jidatnya saat ia salah memasukan garam yang tertukar dengan gula.


''Astaga sayang ... maafkan akuuu.''


Ziell tidak enak hati, apa lagi melihat jika sang suami begitu lahap memakan Pancake asin yang dia buat. Sementara di waktu yang bersamaan, Sultan yang berada di dalam mobil tengah meneguk air botol yang baru saja dia beli.


Sungguh, kalau bukan istrinya yang membuat sarapan! Ia tidak akan mau memakan Pancake asin melebihi asinnya air laut.


''Pak, anda baik-baik saja?'' tanya sang sopir.


''Belikan aku air mineral lagi, ini belum cukup.''


''Pak, nanti anda beser loh Pak.''


''Cepat belikan! Lidahku kaku.'' Sentak Sultan.


"Padahal yang di pegang botol air yang satu liter! Masa masih kurang sih ... dasar bos aneh." Gumam sang supir yang merasa heran.


''Kamu ngapain?'' tanya Mom Kaleea, saat netra matanya melihat Lisa sedang mencuci piring.


Lisa mendunduk, "Sa-saya ... saya.''


''Maaf Bu, pembantu baru nya kurang cekatan. Maklum masih baru ... nanti saya ajarin dia.'' Ujar Inah, yang baru masuk ke dapur.


Ia tidak tau jika Lisa adalah menantu majikan nya, makanya itu Inah menyuruh Lisa mencuci piring saat bertemu dengan Lisa di dapur tadi.


''Heh! Lancang kamu Inah.'' Bentak Mom Kaleea, "Dia ini ... dia emmm ... dia itu istri Guntur!'' cicit mom Kaleea.


''Apa!'' Inah terkejut bukan main, lalu Inah melihat Lisa dari atas sampai bawah. ''Me-menantu nyaa ... Nyonya? ini! Nggak salah?''


Inah tidak percaya jika gadis kecil di depannya adalah menantu keluarga Arrashid, bagaimana Inah bisa percaya jika gadis yang dia suruh mencuci piring adalah menantu sang Nyonya, di lihat dari pakaian saja sangat lusuh dan kumuh.


''Sudah! Kerjakan pekerjaan yang lain, dan kamu ... ikut saya.''


Lisa dengan ragu mengikuti Mom Kaleea dari belakang, ia tidak tau apa yang akan dia hadapi, yang jelas dia harus melapangkan dadanya dengan sabar.

__ADS_1


''Duduk.'' titah Mom Kaleea dengan cetus, ia masih tidak terima jika anaknya menikahi perempuan yang tidak jelas asal usulnya, Mom Kaleea pun menyuruh seseorang untuk menyelidiki menantunya ini berasal dari mana.


''Siapa nama mu?''


''Lisa, Bu.''


''Bagaima kau bis--''


''Dari mana saja dirimu?'' tanya Guntur yang tiba-tiba datang, menghentikan Mom Kaleea yang sedang bertanya.


Lisa dan Mom Kaleea menoleh secara bersamaan.


''Ayo ikut aku.''


''Tunggu! Mom, belum selesai bicara.''


''Tidak ada yang perlu di bicarakan, semuanya sudah jelas bukan, Mom.''


''Tidak! Ini belum jelas sepenuhnya, Mom masih belum mengerti dari mana kalian kenal, dan bagaimana kalian bisa menikah.''


''Bisa tidak Mom jangan ikut campur! Dari dulu Mom tidak pernah perduli denganku, apa yang aku lakukan, apa yang aku inginkan. Kenapa sekarang kau begitu kepo.''


''Heh! dasar anak durjana penuh dengan jahanam, tentu saja aku kepo dengan jalinan cinta mu, setelah kandas di tengah jalan.''


''Mom.''


''Aahh sudah-sudah ... Mom capek berdebat dengan kepala batu seperti mu. Begini saja, karna kau sudah menikah, maka kau harus pergi dan tinggal di Dubai bersama Jida dan Jadu.''


''Apa?Tidak! Aku tidak mau.''


''Son, mengertilah ... Jida dan Jadu sudah tua, Perusahaan di sana tidak ada yang mengelola.''


''Akan aku pikirkan.'' Ucap Guntur, pergi melangkah keluar dari rumah bersama Lisa.


Sedangkan Lisa terperongoh dengan cepat saat Guntur menarik tangannya, "Tu-tuan bisa pelan tidak jalan nya.''


''JANGAN PROTES! Masuk.''


Lisa hanya bisa menuruti semua perkataan Guntur tanpa bisa protes, namun dalam hati Lisa dia merutuki Guntur sebisa mungkin.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2