Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 90 : Luapan emosi.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Pagi hari yang cerah, seorang pria terbangun dari tidurnya dan memijat pelipisnya yang terasa pening ... Guntur melihat langit-langit kamar nya dan menoleh ke arah samping, di mana ada seorang wanita yang membelakanginya dengan punggung mulus tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.


Guntur terdiam memikirkan apa yang sudah terjadi pada mereka, lalu Guntur mendesah saat ia teringat malam panas bersama wanita yang sudah ia bayar.


Ada dua hal yang Guntur pikirkan. Di mana yang pertama Guntur menyesal telah melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, padahal ia sangat menjaga masalah berhubungan badan dengan siapapun sebelum pernikahan, walau sejatinya dia suka bermain perempuan.


Yang ke dua, ia memikirkan bagaimana cara membalas Mulan agar gadis desa itu jera dan menyesal telah ikut campur masalah pribadinya.


Guntur pun bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi unuk membersihkan tubuhnya. Guntur mengguyur tubuhnya yang kekar, menggosok kulitnya dengan kasar karna ia merasa jika sudah ternoda oleh kebodohan nya sendiri.


Ia menyesal telah melakukan hubungan intim dengan orang yang tidak ia cintai. Karna amarah sesaat membuat ia bertindak gegabah.


Setelah beberapa menit berlalu, Guntur keluar dari kamar mandi menggunakan handuk hanya sampai pinggang, membuat perut dan dada bidangnya terekpose sangat indah di pandang.


''Tuan, anda sudah bangun?'' tanya wanita itu dengan senyuman menggoda.


Namun reaksi Guntur biasa saja dan malah acuh tak acuh, memakai pakaian dengan rapih tanpa menghiraukan wanita itu.


Plok!


Guntur melempar uang tepat di depan wanita itu, "Jaga mulut dan mata mu! Jangan sampai aku bertemu dengan mu di masa depan." cetus Guntur melangkah pergi dari kamar hotelnya.




Di perjalanan, Guntur menelpon seseorang untuk mencari tau seluk beluk anggota keluarga Mulan dan kelemahan gadis kampung itu. Sungguh, Guntur bersumpah bahwa dia akan membuat Mulan membayar rasa sakitnya.



Guntur yang masih masih memendam emosi, ia mengemudikan Mobilnya ke arah Mansion untuk menenangkan diri sebentar.



Sementara di kediaman Arrashid, semua anggota keluarga tengah sibuk menyantap sarapan mereka masing-masing.


__ADS_1


Ada Mom Kaleea dan Dad Ryan bersama kedua anak perempuannya, sedangkan Jida Lintang dan Jadu Omar sedang joging di area perumahan.



Guntur memarkirkan Mobilnya di teras, lalu keluar dan berjalan gontai ke dalam Mansion dengan lemas.



''Guntur ... kamu dari mana saja Nak?" tanya Mom Kaleea yang baru melihat anak pertamanya.



Guntur yang akan melangkah ke lantai atas langsung menghentikan langkahnya dan menoleh, "Tumben nanyain, biasanya cuek aja.''



''Guntur ...'' Mom Kaleea berdiri dari kurisnya dan menghampiri sang anak, "Kamu ada masalah? Kenapa tampilan mu acak acakan.''



Guntur melihat penampilannya. ''Tidak ada! Aku hanya lelah, By Mom.'' Guntur mencoba untuk menghindar, namun ketika ia ingin pergi tangan nya di cekal oleh sang Ibu.




''CUKUP! JANGAN BUAT AKU MENJADI ANAK DURHAKA MOM!'' Bentak Guntur yang sudah tidak bisa menahan emosi.



''Naaak ...''



''Mom!'' Guntur memijat keningnya, "Bisa tidak jangan sok perduli padaku! Perdulikan saja adik kesayangan mu! Karna dari dulu kau hanya perduli padanya.''



''Guntur bukan itu maks--''


__ADS_1


''Mom, plis ... jangan ganggu aku! Aku capek Mom, capek! Hati dan pikiran ku lelah! Jangan ganggu aku untuk sementara waktu.''



Guntur pergi melangkah ke luar mansion, ia yang awalnya ingin istirahat dan menjernikan pikiran nya yang kacau malah meluapkan emosinya.



Guntur masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobil itu dengan sekuat tenaga menuju apartemen nya, karna hanya tempat itu yang sekarang ia butuhkan.



Sedangkan Mom Kaleea yang sepat mengejar Guntur hanya terdiam melihat kepergian anaknya. ''Ish ... kenapa dia selalu marah-marah.''



''Mom ... kau terlalu fokus pada satu titik, dan melupakan titik yang lainnya.'' Ujar Gabriel, menyalami tangan sang Ibu untuk berangkat sekolah.



''Heh apa maksud mu?''



Gabriel menghela nafasnya, ''Mom ... merenunglah dan pikirkan perasaan Kakak, mungkin dia sedang banyak pikiran yang membuat dia emosi.''



Kaleea terdiam ...



''Mom, Kakak hanya butuh pelukan dan perhatian mu.'' Ujar Gabriel sebelum masuk kedalam mobil, meninggalkan sang ibu yang sedang mematung.



β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2