
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Ke esokan pagi di Restoran ... semua pelayan tengah silih berganti untuk istirahat siang, dan ada beberapa pelayan yang tengah menikmati makan siang mereka sambil bergosip ria membicarakan keburukan orang lain.
"Aku tidak tau, kenapa Tuan Guntur harus mengganti namanya. Terlebih sekarang kita harus memenggil namanya menjadi Evan, jika di hadapan gadis bermata empat itu." Ujar seorang gadis.
''Eh, apa kamu belum tau yaa ... kalau Tuan Dave dan Tuan Guntur beserta Tuan Ridho sedang taruhan."
''Hah! Taruhan?" ucap ketiga pelayan itu.
"Taruhan apa? Dan bagaimana kau tau?"
Wanita yang profesinya sama seperti Ziell, (pelayan) tersenyum dan membisikkan apa yang dia tau dan dia dengar pada rekan kerjanya, saat ia tidak sengaja menguping pembicaraan para atasan nya.
"Wah, kalau si gadis bermata empat itu tau gimana yaa reaksinya?"
"Tentu saja dia akan sakit hati, apa lagi ... si gadis bermata empat itu kayanya udah baper deh sama Tuan Guntur."
Ha ha ha hahaha ... Ketiga gadis itu tertawa secara bersamaan, mencibir Rapunzell dan meremehkan nya ... apa lagi penampilan Ziell di zaman modern seperti ini masih saja Culun dan tidak modis.
''Kasaian yaaa, tapi kita harus jaga rahasia biar si gadis bermata empat itu nggak tau."
"Ya iya lah, itu bukan urusan kita! Lagian aku nggak mau di pecat gara-gara si culun itu."
__ADS_1
Ketiga gadis itu mengangguk secara bersamaan, lalu mereka melanjutkan makan siang mereka. Tanpa mereka bertiga sadari jika ada satu pelayan yang sedang menguping pembicaraan mereka bertiga.
Sedangkan di sisi lain, Ziell tengah mengantarkan makanan ke meja nomer 11 dengan hati senang.
"Silahkan Tuan."
Ziell pun pergi setelah mengantarkan makanan, lalu tak berapa lama ... nama nya di panggil seseorang.
''Ziell, sini deh." Guntur memanggil Ziell di depan ruangan Dave.
"Iya." Jawab Ziell sambil melangkah menghampiri Guntur.
Setelah masuk ke ruangan Dave, Ziell mengerutkan keningnya saat Guntur duduk di kursi Tuan Dave. "Ada yang bisa aku bantu, Van?"
"Dave sedang berada di luar kota, jadi aku yang sementara gantiin dia untuk cek semua pemasukan dan pengeluaran bulan ini. Kamu bisa nggak tolong aku? pindahkan catatan ini ke sini."
Keduanya terdiam memandang keindahan mata mereka, terutama Guntur yang seakan takjub melihat bola mata Ziell yang berwana Brown to golden (Coklat ke emasaan) dengan bulu mata yang sangat lentik di balik kecamata nya yang tebal.
Guntur seakan pernah melihat bola mata itu, namun ia lupa di mana dia pernah melihat bola mata yang sangat unik? seakan membuat dadanya seperti tersengat listrik saat memandang mata itu.
Sementara Ziell, ia pun sama halnya dengan Guntur ... iya seakan terpesona melihat bola mata hitam dengan lingkaran biru di sisinya, membuat jantungnya berdetak kencang hingga ingin berlari ke dalam pelukan nya.
''Sadar Guntur! Dia hanya wanita jelek yang tidak pantas untuk kau kagumi!" jerit hati kecil Guntur, memperingati dirinya agar tidak jatuh dalam pesona gadis culun yang ada di depan nya.
Guntur menyunggingkan bibirnya, lalu menarik pinggang Ziell hingga duduk di pangkuannya.
__ADS_1
"Ahk, Evan! Apa yang kau lakukan? Lepaskan!'' Ziell memberontak.
Namun Guntur tidak mendengarkan Ziell memberontak, karna cepat atau lambat Ziell harus bisa menerima cintanya. Sebeb ia sudah menghabiskan uang taruhan itu untuk bersenang senang kemarin.
''Apa kau benar-benar tidak memiliki perasaan padaku?'' Bisik Guntur tepat di daun telinga Ziell, hingga Ziell merasa geli dengan detakkan jantung tak berhenti menderang.
''Ak-Aku ...''
''Katakanlah bahwa kau mencintaiku.'' Bisik Guntur lagi, yang mana membuat Ziell tidak berkutik.
''Ak-aku memang menyukai mu, tapi aku takut ..."
''Percayalah jika aku akan menjaga mu, mencintaimu dengan segala kekurangan mu. Aku sangat sangat mencintaimu Ziell ... kau cinta pertama dan terakhir ku, mari kita sama sama belajar untuk mencintai satu sama lain." Bualan Guntur sukses membuat Ziell tertegun dan terharu secara bersamaan.
''Aku cinta pertamanya?'' gumam Ziell dalam hati merasa bahagia.
''Bagaimana? apa kita bisa belajar saling mencintai?'' tanya Guntur lagi.
Ziell terdiam lalu ia mengangguk dengan perlahan, membuat Guntur senang bukan main. Guntur senang bukan karna cintanya di terima, namun ia senang jika cintanya di terima yang artian kedua teman nya kalah dalam taruhan ini.
''Dave, Ridho siapkan uang kalian." Gumam Guntur dalam hati dan bersorak gembira.
Guntur tidak akan pernah menyangka jika langkahnya ini akan membuat Ziell sakit hati, dan membuat ia akan menyesal di kemudian hari bahkan mengemis cinta si culun yang selalu dia ejek.
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...