Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 63 : Kebenarannya.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Ziell dan Sultan tengah berada di perjalanan menuju ke kota Bandung. Hati Ziell merasa tidak karuan saat Sultan mengatakan jika sang Ayah di bawa ke rumah sakit setelah mengetahui jika dirinya kabur. Sungguh Ziell benar-benar merasa bersalah pada sang Ayah, ia tidak tau jika kepergian nya akan berdampak buruk bagi kesehatan sang Ayah.


Ketika Sultan tengah mengemudikan mobilnya, sesekali ia melirik ke arah Ziell yang nampak gelisah. Ini lah yang dia khawatikan, jika Ziell pasti merasa tidak nyaman dan merasa bersalah.


Sultan menggenggam tangan Ziell yang berkeringat, dan mencoba untuk menenangkan Ziell. ''Jangan khawatir, semua pasti baik-baik saja.''


''Ku harap begitu Kak.''


Beberapa jam di perjalanan, akhirnya mobil Sultan telah sampai di area parkiran rumah sakit. Keduanya pun segera keluar dari dalam mobil menuju ruangan di mana Papah Agam di rawat.


Namun baru saja mereka akan membuka pintu, suara Papah Agam menggelegar seperti sedang membentak seseorang.


Ziell dan Sultan saling pandang, lalu dengan berani membuka pintu ruangan.


Alangkah terkejutnya Ziell dan Sultan, saat melihat pemandangan di mana Guntur terhiyung di tinju oleh Papah Agam.


Bukan hanya itu saja, Sultan tambah bingung saat melihat sang Kakak yang berada di ruangan ini dan menolong Guntur.


''Agam! Kenapa kau memukul anakku. Anakku tidak bersalah!'' Bentak Mom Kaleea, yang tidak terima anaknya di pukuli.


''Ada apa ini!'' Bentak Sultan, yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.




Flashback beberapa jam yang lalu•


Di kediaman Adiwangsa. Mom Kaleea tengah memijat keningnya yang terasa pening ... hatinya dilema dan bingung, saat tau jika anak dan adiknya tengah memperjuangkan wanita yang sama.


''Bagaimana ini bisa terjadi?'' keluh Mom Kalea, duduk di sofa sambil memikirkan jalan keluarnya.


Tak lama, ponsel yang ada di atas meja berbunyi dan menampilkan pesan dari Guntur. Mom Kaleea segera membuka pesan dan sedikit terkejut membaca pesan dari Guntur bahwa Agam terkena serangan jantung, dan sekarang berada di rumah sakit.


Tanpa pikir panjang, Mom Kaleea segera pergi dari rumah menuju ke Bandung untuk melihat kondisi Agam. Ia takut jika terjadi sesuatu pada Agam, bahkan si koplak Kaleea berpikir jika umur Agam tidak akan lama..


Singkat cerita ... Mom Kaleea sudah berada di rumah sakit Bandung dan masuk ke ruangan Papah Agam.


''Asalamualaikum ...''

__ADS_1


''Walaikum'salam.'' Jawab Mama Ella dan Papah Agam secara bersamaan, keduanya terkejut saat sodaranya ini datang secara tiba-tiba, padahal tidak ada yang mengetahui jika ia di rawat.


''Kaleea?''


''Bagaimana keadaan mu?'' Bukan menjawab, tapi Kaleea bertanya kembali.


Mom Kaleea cipika cipiki dengan Mama Ella, lalu berdiri di hadapan Papah Agam. ''Kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana bisa kamu terkena serangan jantung?''


''Mom!'' Guntur yang baru saja keluar dari kamar mandi, terkejut melihat ibunya ada di sini. Namun seketika ia menutup mulutnya saat ia menyadari kesalahan nya.


''Mom?'' Ucap Mama Ella dan Papah Agam secara bersamaan.


''It-itu anu ... emm.'' Mom Kaleea tergagap dan merutuki kebodohan anaknya yang keceplosan.


''Pah aku ...''


''Apa?'' Papah Agam menatap tajam Guntur, ''Tunggu ... apa Evan itu anak mu?'' tanya Papah Agam pada Mom Kaleea.


''Itu Agam, emm ...''


''JAWAB!''


''Guntur itu anakku.'' Jawab Mom Kaleea.


Jederrrrr!!


Pemuda yang selama ini dia banggakan, pemuda yang begitu gampangnya masuk dan mencuri hatinya adalah pemuda yang selama ini tidak dia inginkan.


Entah mimpi apa dia semalam, hingga kenyataan pahit harus dia rasakan. Padahal Evan adalah pemuda yang menurutnya baik untuk di jadikan suami untuk anaknya.


''Ahkk...'' Papah Agam mengeluh sakit di area dadanya, membuat semua orang panik termasuk Guntur yang langsung menghampiri Papah Agam.


''Pah, jangan banyak bergerak.'' Guntur mencoba untuk membantu, namun tangan Guntur di tepi oleh Papah Agam dengan kasar. Bahkan tatapan Papah Agam tidak lembut seperti dulu.


Papah Agam mencabut selang infus di tanganya dengan kasar. ''Jadi kau bukan Evan? melainkan Guntur!'' tebak Papah Agam.


''Pah, aku bisa jelaskan ... ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, Pah.'' Guntur sangat khawatir saat selang infus itu di lepas oleh Papah Agam.


''Lantas apakah kamu tau apa yang aku pikirkan, Hah!'' Papah Agam mencengkram kerah baju Guntur.


''Pah ...''


''Kau telah menipu ku!''

__ADS_1


Bugh.


''Aaahhh.'' jerit Mama Ella dan Mom Kaleea secara bersamaan, saat Guntur di beri bogem mentah oleh Papah Agam.


Sedangkan Guntur terhiyung kebelakang.


Mom Kaleea berlari memeriksa keadaan anaknya. ''''Agam! Kenapa kau memukul anakku. Anakku tidak bersalah!'' Bentak Mom Kaleea, yang tidak terima anaknya di pukuli.



Flashback Off•


''Ada apa ini!'' Bentak Sultan, yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.


''Papah.'' Ziell segera berlari dan memeluk sang Ayah yang tengah emosi.


''Kau kemana saja, Nak! Jangan membuat Papah khawatir.'' Emosi Papah Agam mereda setelah melihat anaknya telah kembali.


Sedangkan Sultan menghampiri Kakaknya dan Guntur, "Guntur, Kak. Kenapa kalian bisa di sini?'' tanya Sultan yang masih bingung dengan situasinya.


Papah Agam mendecih melihat orang-orang yang dia hindari selama ini telah mempermainkan dirinya. ''Cih, rencana kalian itu murahan. Dan kau!'' Tunjuk Papah Agam pada Guntur, ''Jangan pernah lagi muncul di hadapanku.''


Mom Kaleea berdiri lalu menatap Agam dan Guntur secara bergantian. ''Agam, apa yang kamu pikirkan? tidak ada rencana apapun dari kami.''


Mom Kaleea mencoba untuk menjelaskan jika Guntur hanya ingin memperbaiki kesalahan nya pada Ziell, Guntur sangat mencintai Ziell dan baru menyadari itu semua setelah Ziell pergi.


Guntur pergi ke Bandung untuk meminta maaf dan mencoba untuk memperbaiki hubungan mereka, tapi di perjalanan Guntur bertemu dengan Papah Agam dan menolongnya yang terbaring lemah di semak semak.


Namun setelah bertemu dengan Ziell. Ziell bahkan enggan untuk memaafkan dan memberinya kesempatan kedua hingga Guntur berinisiatif mendekati Papah Agam agar di terima oleh Keluarga Bilal.


''Kenapa tidak bilang dari awal! Kenapa harus berbohong.'' bentak Papah Agam.


''Apa Papah mau menerima aku sebagai Guntur? sedangkan Papah saja membenciku hanya dengan perkataan di masalalu yang keluar dari bibir ibuku.''


Papah Agam terdiam.


''Pah, aku mencintai anakmu bukan karna dia Ziell ... melainkan aku mencintai anakmu sebagai Rapunzell ku, Apuu kecilku yang masih aku tunggu sampai saat ini.''


Ungkap Guntur yang membuat semua orang terdiam, termasuk Sultan yang sudah memahami situasinya ... Sultan menelan ludahnya susah payah karna tenggorokan nya kering mendadak saat mengetahui jika wanita yang dia cintai, adalah wanita yang di cintai oleh keponakan nya..


"Aku harap ini hanya sebuah mimpi." Gumam Sultan dalam hati.


__ADS_1


...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2