
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
"Kak, kayanya hanya lantai ini deh yang mati lampu." Ujar Ziell saat mereka melihat kondisi luar apartement yang masih menyala.
Sultan pun menutup pintu, lalu masuk kedalam rumah dengan langkah sedikit susah karna Ziell menempel seperti anak koala di bawa ketiaknya.
"Rosalinda! Kenapa pelukan mu semakin erat? Aku susah untuk bernafas." Sultan sedikit mendorong tubuh Ziell, namun sang mpu menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aku takut, Kak ... gimana kalau apartement Kakak berhantu?"
''Jangan ngaur kamu!''
''Pokonya Ziell takut gelap takut hantu, gimana kalau ada kepala menggelinding? 'Kan serem Kak.''
Sultan menggertakan giginya dan bergumam, "Kau takut gelap dan hantu, sedangkan aku lebih takut jika si Kris bangun di bawah sana."
"Kak, Kakak nggak takut hantu? ayo tidur aku ngantuk." Ajak si polos Ziell.
Dia tidak tau jika Sultan tengah menahan si iman dan si imun dalam jiwanya yang siap memberontak kapan saja. "Ka-kau mengajak ku tidur? Bersama."
Hoaaammm ... Ziell menguap, "Iya ... ayok."
DUAARR!!
"Aahhhkk!"
Tiba-tiba petir menggelegar bersamaan dengan deras hujan, yang membuat Ziell ketakutan. "Kak, aku takut."
"Tenang'lah aku ada di seni untuk mu."
Mereka masih dengan keadaan berdiri, saling berpelukan dan merasakan detak jantung yang berbunyi nyaring satu sama lain ... seperti nada nada melody yang merdu dan syahdu di dengar.
"Kak, jantung mu berisik sekali."
__ADS_1
"Diamlah, kau yang berisik!" Sentak Sultan, yang langsung mendorong tubuh Ziell karna dia malu dan gugup sebenarnya.
Namun ... Ziell lagi dan lagi memeluk tubuh Sultan, bahkan sekarang lebih parah. Ziell melingkarkan kedua tangan nya di leher dan sedikit berjinjit membenam'kan wajahnya di cerecuk leher Sultan.
"Astagfirullah hal azim ... Gusti yang maha suci! Sungguh berat cobaan yang kau berikan." Gumam Sultan dalam hati.
Hati Sultan menjerit takut jika dirinya khilaf dan melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan pada seorang perempuan. Namun di satu sisi ... si Kris yang sudah lama betapa mau tidak mau bangun secara mendadak, ketika ia merasakan dua gundukkan kenyal milik Ziell menempel tepat di dada bidangnya.
"Kak, aku mau pulang ke Kos-kosan aku."
"Pulang pun percuma, aku tidak ingat di mana aku menaruh kunci mobil dan ponsel ku." Bohong Sultan, "Yasudah ayo kita tidur."
Sultan pun membawa Ziell ke kamar tamu, karna tidak mungkin ia membawa ke lantai atas karna gelap. Mereka berdua pun berbaring di peraduan yang sama, saling berpelukan di malam yang gelap di sertai hujan yang lebat.
"Ziell, boleh aku tanya sesuatu?"
"Apa Kak?" Jawab Ziell namun dengan mata terpenjam.
"Kenapa kau berpenampilan culun?"
Sultan pun mengerti sekarang, kenapa Ayah Ziell menyuruh anaknya untuk berpenampilan culun. Karna seorang Ayah tidak mau putrinya di miliki oleh orang yang tidak tepat.
Namun, tanpa Ayah Ziell sadari ... jika dia sudah melukai hati Ziell karna kejadian kekasihnya mempermalukan Ziell di depan umum.
Sultan bergumam ... apa yang akan di lakukan oleh Ayah Ziell jika mengetahui anaknya menjadi bahan lelucon?
"Kak, boleh Ziell tanya sesuatu?"
"Apa?"
"Di bawah sana ... seperti ada yang mengganjal, ini apa yaaa." Ziell dengan berani menggesek gesekan paha nya, di atas si Kris mbah Mukti yang sudah tegak untuk membela kebenaran.
Sultan yang sudah kehilangan akal langsung menarik dagu Ziell dan mencium nya dengan rakus. Sampai-sampai Ziell terkejut dengan apa yang sedang terjadi padanya.
"Rasa ini ... " ucap Ziell dalam hati, merasakan perasaan yang berbeda ketika Sultan mencecapi bibirnya. Rasa manis bercampur geli Ziell rasakan kala air liur mereka tercampur menjadi satu.
__ADS_1
Perlahan rasa ke'terkejutan Ziell menjadi sirna, tak kala Sultan dengan lihai bermain dengan lidah di dalam rongga mulutnya, menarik tengkuk Ziell agar ciuman itu semakin dalam penuh gairah.
Si polos Ziell benar-benar menikmati apa yang sedang ia lakukan, sampai sampai dia melupakan rasa sakit yang baru saja dia alami ... apa mungkin ini imbas dari pelampiasan sakitnya?
Dengan naluriah Ziell membalas ciuman itu hingga Sultan kini berada di atas tubuh Ziell, karna merasa tidak ada perlawanan bahkan Sultan bisa merasakan jika Ziell juga menikmati permainan nya.
Decapan bibir saling beradu, bertautan satu sama lain ... bersamaan tangan Sultan yang tidak bisa di kondisikan meraba rahang hingga di bawah dada.
"Emmhh."
Entah setan dari mana membuat Ziell sampai mengeraang nikmat, ketika tangan Sultan membuka satu persatu kancing kemejanya dan bermain di area buah dada Ziell
bersamaan milik Sultan yang sedang menekan dan menggesek di bawah sana.
Ziell benar-benar tidak bisa menahan apa yang dia rasakan, perut bawah seperti ada kupu kupu yang menggelitik hingga ia mencengkram rambut Sultan dengan kencang.
''Aarghh, kenapa ini sangat nikmat?'' tanya Ziell pada dirinya sendiri saat Sultan terus mengeksplor seluruh tubuh atasnya.
Sultan benar-benar hilang akal, ini kali pertama Sultan melakukan ini dengan seorang wanita dan ia merasa nikmat walau hanya menggesek gesek saja.
Hingga keduanya mengeraang secara bersamaan, dengan nafas mereka naik turun tak terkendali hingga si polos Ziell berkata. ''Kak, kok kita pipis barengan?"
Sultan membawa Ziell kedalam pelukan nya, ia tidak mau menjawab pertanyaan absurd yang akan membuat ia pusing. "Tidurlah."
''Kak.''
''Apa lagiii ...''
''Celana Kakak basah.''
β’
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1