Di Antara Kita

Di Antara Kita
Perkelaian Arya dengan dua pereman.


__ADS_3

Keesokan harinya kirana kembali ke sekolah dia sudah rindu sekali sekolah padalah baru sehari dia bolos sekolah itupun karena sakit. Rosa sangat girang melihat kedatangan Kirana


"Kiranaaaaaaaa, lo tau gak gue kesepian buanget tau gak ada lo" berlari dan memeluk temanya itu


"Apaan si Ros baru aja sehari coba aja setahun bisa gila lo gak ada gue"melepas pelukan Rosa dan tertawa kecil


"Siapa bilang satu hari, hampir dua hari tau gak"memonyongkan bibirnya


"Iya deh iya, gue juga kangen sama lo, trus mana gue pijem catetan pelajaran yang kemarin dong" meletakan tas dan duduk


"Hehe, gue gak nyatet" garuk garuk kepalanya yang tidak gatal


"Yaelah Rosaaaaa" berteriak ke temanya itu.


"abisnya gue ngantuk" ucap Rosa


Tiab tiba ada seseorang yang memberikan buku.


"Nih pinjem punya gue aja!" Sela Arya di antara pembicaraan Kirana dan Rosa.


"Gak usah”jawab Kirana ketus


"Udah mau aja, emang lo mau pinjam catatan sama siapa lagi”perintah Rosa sambil berbisik bisik mendekatkan kepala mereka berdua


"yaudah gue pinjam ya, karena besok hari minggu jadi senin gue balikin "ucap Kirana lagi


"Ok, lo juga catata tuh Ros” peribtah Arya sambil berjalan keluar kelas


"Arya kayaknya suka sama lo na” goda Rosa


"Dih apaan si”


"Hahah”


Keesokan harinya, hari minggu Kirana tidak ada rencana keluar rumah sama keluarganya dia berencana untuk mempelajari catatan yang di pinjamkan oleh Arya padanya mempelajari materi materi yang tertinggal, Rosa juga berencana bermain ke rumah Kirana untuk belajar bersama



Malam harinya Kirana tiba tiba merasa lapar lagi padalah dia sudah makan malam.


"Bik.... Bik"panggil Kirana


Ibunya yang masih belum tidur tiba tiba menyahut

__ADS_1


"Kenapa sayang?"


sahut ibunya yang sedang duduk


"Loh ibu, bibik mana?"


"Bibik udah tidur capek banget kayak jadi mama suruh dia tidur duluan" kata mama Kirana


"Ooh"


"Emang kenapa cari bibik malam malam begini?"


"Hehe, ini bu aku laper"ucap kirana cengengesan


"Yaudah bu masakin ya?"


"Haa..., gak usah bu , aku lagi pengen sama bubur ayam yang di pertigaan itu"sambil menujuk arah tempat bubur ayam


"Ooh, yaudah ibu ater ya?"


"Gak usah bu, aku sendiri aja, ibu istirahat aja"


"Bener gak apa apa?"


"Iya bu gak apa apa"


"Ya bu, aku jalan dulu ya"sambil berjalan menuju pintu"


Jarak dari rumah Kirana ke tempat bubur ayam tidak begitu jauh jadi dia memutuskan untuk berjalan kaki. Setelah ia membeli bubur, ia langsung pulang.


Di perjalanan pulang tiba tiba ada dua orang yang membuntuti Kirana.


"Sendirian aja neng?"ucap orang itu


Kirana terdiam dan ketakutan


"Sama abang aja yang neng?" ucap orang yang satu lagi


"Kalian siapa?"ucap kirana sambil gemetaran


"Udah ikut aja!"sambil menarik tangan Kirana, Kirana sontak langsung berteriak meminta tolong


"Tolong...... tolong....... tolong"sambil berusaha melepas genggaman dua orang itu

__ADS_1


Dari arah berlawanan ada seseorang yang sedang mengendarai motor, dia adalah Arya


"Loh itu kan Kirana" ucap Arya


"Woii...."terika Arya


Arya langsung berlari membatu Kirana. Terjadi perkelahian di antara Arya dan dua pereman itu, sedangkan kirana khawatir dengan Arya jika terjadi apa apa dengan Arya. Setelah pereman itu pergi Arya langsung menghampiri Kirana.


"Lo gak apa apa kan?" Ucap Arya khawatir


"Iya gue gak apa apa"masih terlihat ketakutan


"Lo mau kemana sih malam malam gini, mana sendirian lagi, untung aja gue tadi ada di sini, kalo gak gimana nasib lo sekarang"ucap Arya yang merasa khawatir dengan Kirana karena tidakan cerobohnya itu


"Gue tadi habis beli bubur ayam"


"Kok sendiri?"


"Tadi maunya suruh bibik, tapi dia udah tidur, jadu yaudah"


"Terus ini bubur lo hancur, mau beli lagi? Tanya Arya


"Gak usah"


"Kok gitu?, Yaudah gue aterin beli ya?" ajak Arya


"Gak usah"Kirana menolak


"Udah gak apa apa"paksa Arya. Kirana tidak bisa menolak karena Arya sangat memaksa.


Tukang bubur tempat Kirana memebeli bubur ayam tutup.


"Yahhhh udah tutup, gimana dong?kata Arya


"Udah gak apa apa"


"Yaudah gue aterin lo beli di tempat lain ya"paksa Arya lagi, Kirana tetap tidak bisa menolak, mereka pun pergi ke tempat bubur yang lain


"Eeh kalo boncengan itu pegangan ntar jatuh loh!"perintah Arya


Kirana terdiam dan tidak melakuan yang di perintahkan Arya.


"Gak tau cara pegangan, gini caranya"memegang tangan Kirana dan melilit di pinggangnya

__ADS_1


"Gini ya orang kaya gak pernah naik motor"ucap arya lagi sambil tertawa kecil.


Sedangakan di belakang punggung Arya ada senyum kecil yang mungkin baru kali ini ia merasakan hal seperti ini setalah putus dari mantanya itu. Arya diam diam melihat dari spion motornya dan ikut tersenyum. Itu adalah malam yang indah bagi mereka, berbonceng bersama di malam yang dingin. Mereka tidak ingin malam ini berlalu, andai saja waktu bisa sedikit mengerti bahwa makhluk ciptaan tuhan sedang ada yang merasa bahagai. Setelah membeli bubur Arya mengantar kirana pulang, tidak ada kata stelah mereka sampai hanya tatapan yang bahagia yang mereka tunjukan. Kirana masuk ke rumahnya dan Arya masih menatap punggung mungil Kirana sampai lenyap di balik pintu sambil tersenyum senyum. Mereka tidak bisa tidur karena mengingat kejadian tadi malam yang indah seperti itu tidak bisa mereka ulang lagi, kalu bisa mereka ingin agar itu menjadi mimpi lagi untuk malam ini.


__ADS_2