Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 89 : Aahh ...


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


HOTEL~~~


Sebuah ciuman mendamba dari kedua insan yang tengah di mabuk gairah, dengan tangan kekar yang sibuk melepaskan satu persatu penghalang ... Sultan melepaskan semua gaun pengantin yang di pakai oleh istrinya, begitu pun Ziell yang sedang membuka jas dan kancing kemeja sang suami satu persatu lalu melemparkan pakaian itu ke sembarang arah.


Mereka melakukan itu tanpa melepaskan tautan bibir mereka yang tengah bermain perosotan lidah begitu lihainya, sembari mendorong tubuh mereka secara bersamaan.


Sultan berada di posisi atas dan menuntun Ziell untuk menjamah tubuhnya, tak tertinggal tangan Sultan pun bergeliaran manja di atas jantung kulit Ziell dan meremas sesuatu yang membuat Sultan gemas ketika mencicipinya.


"Ahh ..."


Deru nafas Ziell terengah-engah, dadanya membusung ke atas, bahkan ia sudah tidak bisa menahan gejolak yang ada di dalam dadanya saat tangan dan bibir Sultan terus menelusuri kulitnya.


Sultan melepaskan pergulatan mereka dan memandang ke arah mata Ziell yang terlihat sudah pasrah.


Sultan menegakkan tubuhnya, memandang Ziell yang tengah terbaring seperti bayi yang tidak memakai sehelai benang apapun di tubuhnya.


Ziell langsung membuang muka saat netra matanya melihat tubuh kekar sang suami yang begitu menggoda.


"Kak, jangan memandangiku ... aku malu ihh! Matikan lampunya."

__ADS_1


Ziell mencoba menghalangi buah dada dengan kedua tangannya karna malu, bahkan kedua pipinya memerah layaknya tomat yang sudah matang.


"Kenapa aku tidak boleh memandangi mu? Aku suka dirimu yang seperti ini." Sultan bangkit dari ranjang dan melepaskan gesper celanaya.


Dada Ziell bergemuruh hebat menelan ludahnya dengan susah payah karna entah mengapa tenggorokan nya mendadak kering bagaikan di padang mahsyar.


Meski sebelumnya ia pernah melihat Sultan bertelanjang dada, tapi entah mengapa kali ini membuat nyali yang dia miliki menciut secara mendadak. Apa lagi melihat sang suami telanjang bulat, ohoyyy ini membuatnya semakin salah tingkah.


Benar saja, ketika Sultan selesai melepaskan semua benda yang menempel di tubuhnya ... ia kembali menyentuh dan menikmati tubuhnya dengan sensual. Membuat Ziell menggigit bibir bawahnya karna merasa nikmat dan geli secara bersamaan.


''Apa kamu siap? ini tidak akan mudah dan mungkin butuh waktu lama unt--"


"Please ... I want you now." Hasrat Ziell sudah tidak bisa terkontrol lagi.


Sultan pun dengan perlahan membuka paha Ziell dengan lebar, membuat aba-aba agar Ziell tidak terkejut ketika miliknya masuk kedalam. Bahkan Sultan dengan lembut menggesekkan miliknya ke bagian sensitif milik Ziell, hingga Ziell benar-benar di buat gila oleh gesekan itu.


Di rasa sudah siap, Sultan perlahan memajukan miliknya hingga Ziell bersuara.


"Kak!"


"Sakit?"


Ziell menggeleng namun menggigit bibir bawahnya. "Lanjutkan saja." Ucap Ziell yang tidak mungkin meminta untuk berhenti di tengah jalan.

__ADS_1


"Jangan tegang, ini hanya sakit sebentar saja dan akan nikmat jika kamu meresapinya." Bisik Sultan, sambil mendorong pinggulnya dan mencoba untuk menerobos masuk.


"Ahh ..."


Sultan mencium bibir Ziell dan memeluknya dengan erat, begitu pun Ziell yang mengcengkram bahu Sultan dengan kuat saat sang suami membuat beberapa hentakkan untuk menerobos gawang yang masih perawan.


"Kak! Aww."


"Aahh Shiiit!" Suara Sultan menggema, saat miliknya berhasil menerobos benteng pertahanan bersamaan dengan darah perawan yang menodai sprei putih itu.


Hingga beberapa kali menghujam, benar saja apa yang di katakan oleh Sultan. Ziell tidak merasakan sakit dan menikmati dengan hujaman-hujaman kenikmatan yang tidak bisa ia defisinikan.


Apa Ziell menyesalinya? sepertinya tidak! Bahkan bisa terlihat dari suara yang ambigu penuh semangat terus keluar dari bibir seksi nya.


Karna apa yang Ziell rasakan lebih dari kata nikmat, sebuah asa yang takut dan gugup bercampur menjadi satu dalam kegiatan penuh keringat.


Malam ini ... kedua insan itu mencurahkan cinta yang sesungguhnya, bahkan malam ini begitu indah dan terdengar merdu dengan suara decapan kulit saling beradu.


Keringat bercucuran tanpa lelah untuk menggapai nirwana bersamaan dengan adanya suara-suara erotis yang keluar seperti simponi yang sanggup mereka dengar hingga fajar datang.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


Udah, segini aja yaaa ... anget anget aja, karna si Ntun bisa marah. lanjutkan dengan kemesuman kalian masing masing. muuhehehe


__ADS_2