
Di Antara Kita•
...🍒🍒🍒...
Pagi yang cerah membangunkan seorang gadis cantik dari alam mimpinya ... menikmati pagi yang indah dengan hati bahagia akan kebebasan yang sudah dia dapat.
Rapunzell turun dari ranjangnya, melangkah kan kaki menuju kamar mandi. Walau hidup Ziell sekarang sederhana, tapi Ziell sangat menikmati dan bersyukur di setiap hari yang dia jalani.
Tidak ada kata mengeluh selama jauh dari kedua Orangtua nya, tidak ada kata menggerutu di setiap ucapan nya karna ini hidup yang dia pilih dan ingin ia jalani.
Tidak seperti Guntur, yang saat ini tengah mengantri untuk masuk ke kamar mandi. Ia masih uring uringan karna dari semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, karna banyakbnya nyamuk yang menghisap darahnya seperti vampir.
Udara yang pengap, hawa yang panas, kasur yang keras, terlebih Guntur takut kalau kamar yang dia tinggali akan roboh jika dia pijak membuatnya prustasi.
Oh ... sungguh, dua kehidupan yang sangat berbeda ... yang satu selalu bersyukur dan yang satu selalu mengeluh tak terima dengan hidup penuh dengan kemiskinan.
“Kamu anak baru ya?” tanya seorang wanita paruh baya yang bertubuh gendut, rambut di gulung dan memakai kecamata.
“Iya.” Jawab Guntur cuek.
“Denger yaa, saya ini ibu kos! Dan yang kos di sini sudah harus tau peraturan nya, kalau mandi tidak boleh lebih dari 10 gayung."
“What!” Guntur begitu terkejut, bagaimana bisa dia mandi dengan air 10 gayung? “Ibu becanda yaa ... bagaimana bisa membuat peraturan seperti iru?”
“Terserah saya dong, saya yang punya kos-kosan ini ... jadi apapun bisa saya lakukan! Kalau kamu nggak terima, yoo monggo angkat tangan dan angkat kaki mu dari sini.”
Guntur mengepalkan kedua tangan nya lalu masuk ke kamar mandi. Guntur melihat kamar mandi dengan bak yang luas dengan air yang bersih, namun sayang ... Guntur hanya bisa menggunakan 10 gayung.
Guntur menggidikan bahunya lalu melepaskan semua pakaian yang dia kenakan, mengambil air menggunakan gayung untuk menggosok giginya.
Ketika Guntur selesai gosok gigi menggunakan tiga gayung air, si Ibu kos mengingatkan jika Guntur hanya memiliki sisa air 7 gayung lagi.
Guntur membuang nafas kasar, “Gimana kalau mau berak? bisa-bisa belepotan kalau di pantangin mulu.” Gerutu Guntur yang tidak jadi mandi. Ia akan mandi di tempat kerjanya saja, di bandingkan harus membayar hanya untuk mandi.
•
•
•
Di sisi lain•
“Pagi Kak.” Sapa Sultan pada Ryan dan Kaleea.
“Hm, selamat pagi.” Jawab keduanya secara bersamaan.
Sultan pun tak lupa menyapa kedua keponakan nya yang cantik dan imut, namun Sultan merasa ada yang kurang karna tidak ada Guntur di kursi yang biasa dia duduki.
Sultan menghela nafasnya, lalu duduk menikmati sarapan yang sudah tersaji.
“Kak.”
__ADS_1
“Ya ...”
“Apa kamu tidak terlalu kejam, menghukum keponakan ku?”
Mom Kaleea menghentikan suapan kedalam mulutnya, lalu menatap sang adik yang dia sayangi melebihi apapun.
“Tidak tuh, biarkan dia mandiri dan berpikiran dewasa, lagian umurnya sudah 26thn. seharusnya umur segitu udah nggak perlu di kasihan lagi.”
Sultan menghela nafasnya, ia sangat tau watak sang Kakak yang teguh pada pendirian nya. “Tapi Kak, coba bayangkan betapa kasihan nya Guntur di luar sana ... apa dia sarapan seperti kita? apa dia hidup layak di luar sana?”
Mom Kaleea terdiam sejenak, memikirkan apa yang baru di ucapkan oleh sang adik.
“Ahh ... benar yang kamu katakan. Kakak terlalu kejam menghukum Guntur, akan lebih baik jika dia ... dia ...” Mom Kaleea menggantungkan bicaranya, membuat semua orang menunggu kelanjutan nya.
“Dia apa Mom?” Gemini bertanya.
“Akan lebih baik jika dia, tetap seperti itu sampai dia benar-benar berubah.” Ucapnya dengan senyuman yang lebar.
“Mom ...”
“Sayang."
“Kak!”
Semua orang kesal, karna Mom Kaleea tidak mau berubah pikiran. Sedangkan Mom Kaleea hanya terkekeh puas.
“Apa kalian pikir, aku akan tersentuh? Ck, anak songong kaya si Guntur nggak boleh di kasihani.”
•
Guntur yang sudah berada di depan tempat kerjanya bersin bersin. “Ah, kenapa tiba-tiba aku bersin bersin yaaa?” tanya Guntur pada dirinya sendiri, sambil menguyel uyel hidungnya yang gatal.
“Evan.” Panggil Ziell dari arah belakang.
Guntur menoleh dan berpura-pura tersenyum, melihat Ziell berlari ke arahnya. “Hai cantik.” Puji Guntur, namun dalam hati dia merutuki ucapan nya.
“Kamu kenapa? sakit?”
“Nggak ko, hanya bersin-besin aja.”
“Aku punya obat, kamu minum dulu ini.” Ziell memberikan obat yang ada di dalam tasnya.
Guntur menerima obat yang di sodorkan Ziell, “Makasih, jadi ngerepotin kamu.”
“Nggak papa kok, aku masuk duluan yaa.” Ziell masuk kedalam restoran terlebih dahulu, ia tidak bisa berlama lama bersama Guntur ... Jantung hatinya tidak akan baik baik saja.
Namun baru saja dua langkah, kaki Ziell tersandung dan langsung Guntur tangkap pinggang nya dengan erat. Hingga keduanya larut dalam pandangan yang dalam ... Relat! hanya Ziell yang memandang dalam pada Guntur, sedangkan Guntur hanya memandangnya dengan biasa saja bahkan ingin muntah.
Namun sebisa mungkin Guntur menahan rasa jijiknya, dan tersenyum nakal pada Ziell.
“Kenapa hari ini kamu cantik sekali, membuat jantungku tak menentu.” Rayu Guntur, membuat Ziell berdebar tak karuan.
__ADS_1
Cup.
Guntur mengecup pipi Rapunzell, lalu dia berpura-pura terkejut dan merasa bersalah. Namun Ziell yang malu malu meong, langsung masuk kedalam restoran.
“Dasar wanita, mau saja di bohongi.” Ucap Guntur yang melihat Ziell masuk kedalam restoran, lalu melihat obat yang ada di tangan nya. “Dia pikir Gue mau minum obat pemberian nya? najis!”
Guntur membuang obat itu kedalam bak sampah, lalu ia masuk kedalam restoran dan mulai bekerja seperti biasa.
•
•
•
Waktu istirahat•
Guntur. Dave, dan Ridho. Mereka bertiga tengah berada di ruangan Dave, membicarakan sesuatu hal yang penting.
“Lu sekarang tinggal di mana?”
“Gue tinggal sama si Bambang, Scurity kantor keluarga gue.”
“Btw, gimana nih taruhan kita? masih berlaku nggak?” tanya Ridho.
“Masih lah, 50jt itu harus gue dapat! lagian gadis Culun itu kaya nya udah mulai suka sama gue, hanya tinggal nunggu yang pas buat nembak dia.”
Plok!
Ridho mengeluarkan uang cash 50jt dalam sakunya, lalu menyunggingkan bibirnya.
“Dp buat Lu, kalau dia mau jadi pacar Lu selama 1 bulan. Dan gue tambahin lagi jika dia cinta banget sama Lu.” Ucap Ridho tak memiliki ahlak.
Plok!
Dave pun mengeluarkan uang 50jt, membuat mata Guntur berbinar bahagia.
“Jika gadis culun itu udah cinta, Lu campakan dia di saat dia sedang sayang sayang nya. Berani nggak?”
Entah apa yang ada di pikiran mereka bertiga, tapi itu tidak akan baik-baik saja untuk Rapunzell yang baru mengenal apa itu cinta.
“Baik, gue terima tantangan dari Lu berdua.” Guntur percaya diri, mengambil uang 100jt yang di berikan oleh kedua temannya.
“Lumayan, bisa jalan jalan dengan Lyvia.” Gumam Guntur dalam hati.
Sedangkan Rapunzell baru saja selesai makan siang, entah mengapa, dia terbayang bayang Guntur di setiap waktu dan setiap saat.
Apa lagi saat Guntur mencium pipinya, aah ... rasanya Ziell ingin terbang ke awang awang.. “Apakah aku jatuh cinta pada Evan? apa inikah yang di namakan cinta pertama?” Gumam Ziell dalam hati.
•
...🍒🍒🍒...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...