
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Masih di rumah sakit, Zie berjalan dengan lesu setelah mengobrol panjang lebar dengan Sultan. Ziell enggan sebenarnya untuk berpisah dengan sang kekasih ... namun apa yang mau dia lakukan jika kondisi mereka yang tidak bisa bersama untuk saat ini.
Ceklek.
Ziell membuka pintu ruangan dan masuk kedalam dengan lemah, letih, lesu, karna belum di semangatin Ayank.
''Nak, kau dari mana?'' tanya Papah Agam, yang pura-pura tidak tau, begitu pun Mama Ella.
''Dari depan, cari angin Pah.'' jawab Ziell duduk di sofa, "Loh, kok udah beres-beres ... memangnya udah mau pulang?''
''Iyaa ... hari ini Papah udah pulang kok, keadaannya udah membaik." Jawab Mama Ella.
''Syukurlah.'' Ziell mengangguk dan menghela nafas.
Mama Ella kembali berkemas, hingga beberapa menit kemudian mereka sudah siap meninggalkan ruangan. Namun saat mereka sudah berjalan di area parkir, mereka tidak sengaja bertemu kembali dengan keluarga Adiwangsa yang kebetulan baru keluar.
Mereka semua saling menatap satu sama lain dengan canggung, namun Papah Agam yang masih enggan menatap seluruh keluarga Adiwangsa langsung membuang muka dan masuk kedalam mobil. Begitu juga dengan Mom Kaleea yang masuk kedalam mobil meninggalkan tiga orang yang saling memandang satu sama lain.
Guntur menatap Ziell, namun Ziell menatap Sultan, begitu pun dengan Sultan yang menatap Ziell dengan dalam ... mereka bertiga berada di situasi yang sangat sulit, dimana yang satu saling mencintai ... dan yang satu ingin memiliki.
Sultan dan Ziell telah sepakat untuk berpisah sementara, dan menunggu hingga suasana tidak canggung dan kondusif, baru mereka akan berbicara pada keluarga mereka masing-masing.
Ketika ada dua orang yang memandang penuh cinta, namun ada satu orang yang memandang keduanya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Guntur ... Guntur memandang Ziell lalu memandang Sultan silih berganti, entah kenapa tiba-tiba hatinya sakit melihat Ziell menatap Sultan penuh dengan Cinta, layaknya Ziell menatapnya dulu.
Guntur yang sudah tau semua kebenaran nya, dan sudah mau mengikhlaskan Ziell untuk Sultan. Namun setelah melihat interaksi keduanya, entah mengapa Guntur merasa hatinya sakit dan tidak bisa mengikhlaskan Ziell untuk bersama Sultan.
Ini terlalu sulit bagi Guntur untuk menerima semuanya, ia tidak bisa menerima kenyataan jika Appu nya benar-benar mencintai Om nya sendiri.
"Ziell ... lihatlah aku di sini juga sangat mencintaimu," Gumam Guntur dalam hati.
Papah Agam menurunkan kaca mobilnya dan berkata, "Ziell masuk!'' Titah Papah Agam yang berada di dalam mobil.
Ziell mengangguk dan masuk kedalam mobil dengan hati yang sangat berat. Menatap Sultan dari balik kaca mobil yang sudah siap melaju meninggalkan area rumah sakit.
__ADS_1
Papah Agam hanya diam meliha itu, sebenarnya ia tidak buta dan melihat semua interaksi sang anak dan pemuda yang di cintai oleh anaknya ... Papah Agam merasa bersalah terhadap Ziell karna sudah memaksakan kehendaknya pada Ziell.
Namun ia masih gengsi dan malu untuk berbicara dengan Sultan, atau memberi izin pada Ziell untuk berhubungan dengan Sultan. Papah Agam malah yakin jika cepat atau lambat Ziell pasti melupakan Sultan, karna yang ada di pikiran Papah Agam jika cinta yang di miliki oleh Ziell adalah cinta monyet dan sementara.
Namun ... semua yang ada di dalam pikiran Papah Agam di tepis oleh kenyataan di mana dua hari kemudian ia melihat sikap dan sifat anaknya yang berubah derastis, di mana Ziell lebih suka murung di kamar dan jarang berkumpul dengan nya seperti dulu.
Bahkan Papah Agam tidak lagi melihat Ziell yang ceria seperti dulu, Ziell sekarang lebih ke dingin dan tertutup kepadanya dan itu membuat Papah Agam merasa khawatir melihat perubahan Ziell.
Papah Agam termenung di ruang kerjanya, memikirkan Ziell dan ke-egoisan dirinya yang tega memisahkan dua orang yang saling mencintai.
Tok. Tok. Tok.
"Pah." Panggil Ziell dari luar.
''Ya ... masuklah sayang.''
Pintu terbuka bersamaan dengan Ziell masuk membawa cangkir kopi untuk Papahnya.
''Di minum dulu Pah.'' Ziell meletakan cangkir kopi itu tepat di hadapan sang Papah, lalu dia bergegas untuk pergi lagi.
Namun sebelum Ziell keluar, Papah Agam memanggilnya.
Ziell menoleh. ''Iya ...''
Papah Agam diam sejenak, memandang penampilan Ziell dari atas sampai bawah. Yang mana penampilannya begitu menyedihkan hingga Papah Agam merasa kalau sang anak seperti tidak memiliki semangat hidup lagi.
Papah Agam berdiri dan menghampiri Ziell, "Ayo duduk, kita bicara.''
Ziell mengangguk dan duduk di sebelah Papah Agam, "Mau bicara apa, Pah?''
''Berbicara tentang hubungan mu dengan Sultan?''
Ziell mengerutkan keningnya dengan heran.
Sedangkan Papah Agam tersenyum dan mengelus pucuk kepala sang anak dengan lembut. ''Bukankah kamu mencintainya? coba ceritakan seberapa besar anak Papah mencintainya.''
''Pah ...''
''It's okay ... yakin kan Papah agar bisa menerima orang yang kamu cintai, hapus keraguan Papah agar suatu hari Papah bisa melepaskan mu dengan kebahagiaan.''
__ADS_1
Ziell tersenyum dan memeluk Papah Agam.
β’
β’
Pov Ziell.
Tidak pernah aku sangka sebelumnya, jika kepergian aku untuk bebas dan menghirup udara luar menjadi suatu hal yang merubah hidupku secara drastis.
Aku di pertemukan dengan dua pria yang memiliki sifat berbeda, di mana yang satu sukses membuat hati ku bergetar untuk pertama kalinya ... dan satu lagi sukses membuat hati ini nyaman ketika berada di dekatnya.
Untuk pertama kalinya aku di perkenalkan cinta oleh orang yang salah, dimana secara bersamaan dia juga telah menoreh luka yang sangat dalam pada ku.
Evan ... nama itu yang pertama kali aku patri dalam hatiku, pemuda tampan yang aku kira baik, sederhana, dan bisa menerima aku apa adanya...
Namun cinta yang Evan berikan hanya sebuah metamorposa untukku, karna aku hanya di jadikan bahan taruhan untuknya. Awalnya memang sakit, tapi rasa sakit itu bisa cepat di obati dengan adanya seseorang yang selalu ada di saat aku susah dan senang.
Sultan ... pria dewasa yang bisa membuat aku nyaman saat berada di dekatnya, pria itu memberikan seluruh perhatian, cinta, kasih sayang padaku tanpa meminta balasan.
Pria ketus itu selalu ada di saat aku membutuhkan dirinya untuk berdandar, di saat aku selalu mengeluh tentang hidupku.
Aku mencoba untuk membuka hati dan mencoba untuk mencintainya, tapi tidak sulit untuk hatiku bisa menerima dirinya karna tanpa aku sadari ... jika nama Sultan sudah terpatri dalam hatiku tanpa aku sadari.
Aku mencintainya ... dan aku berharap jika aku dan dia bisa bersama selamanya dan hanya maut yang bisa memisahkan kita. Dan aku berharap jika DI ANTARA KITA tidak ada lagi pengganggu yang ingin memisahkan aku dan Sultan.
β’
Pov endβ’
Papah Agam terdiam mendengar cerita putri kesayangan nya yang begitu dalam mencintai Sultan, hingga ia merasa bersalah karna telah memisahkan putrinya dari orang yang dia cintai.
Kini Papah Agam sadar, jika dia terlalu mengekang putrinya terlalu dalam hingga putri kesayangan nya tidak memiliki pengalaman hidup. Ia juga tidak bisa menyalahkan Guntur, karna Guntur sudah dia anggap sebagai anak sendiri dan sudah memaafkan kesalahan yang Guntur lakukan.
Papah Agam pun menurunkan ego, dan ketakutannya lalu menghubungi Kaleea bahwa keluarga Bilal akan berkunjung.
Papah Agam berpikir, lebih baik mengizinkan putrinya bersama orang yang dia cintai, di bandingkan melihat putrinya tidak bahagia lagi.
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...