Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 21 : Membuat kekacawan.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Di restoran milik Dave, terdapat beberapa pelayan yang tengah menghentikan seorang wanita yang sedari tadi berteriak seperti orang kesetanan. Membuat para pengunjung perotes, dan meninggalkan tempat duduk mereka dengan kesal.


''Memalukan!"


''Apa sih.''


''Orang gila!''


''Siapa dia?''


Begitulah bisik bisik semua tamu restoran, dan masih banyak lagi yang menggerutu tak suka dengan kegaduhan yang di buat oleh wanita yang mereka cap stres.


Sedangkan yang berteriak dan membuat kekacauan, siapa lagi kalau bukan Mom Kaleea yang terlalu overaktif. Saking over aktifnya Mom Kaleea, sampai-sampai orang yang melihatnya ke blinger sendiri dengan tingkah absurd nya.


Salah satu pelayan yang sudah tidak tahan dengan teriakkan melengking jeng Kelin, langsung berlari sambil membaca mantra dari mbah Google menuju ke ruangan bos mereka yang berada di lantai atas.


"Bos!" Teriaknya sambil membuka pintu, mengejutkan ketiga pria yang tengah berdiskusi tentang suatu hal.


"Ada apa? kau ini tidak sopan!'' Sentak Dave tak suka, "Apa kau tidak bisa menge--."


"Jangan sekarang Bos! Saya nggak ada waktu mendengar ceramah anda!" Bentak nya dengan berani, "Tolong urus satu wanita yang aneh bin ajaib di bawah sana! Dia membuat kekacauan di luar. Saya dan yang lainnya sudah melambaikan tangan ke kamera sejak tadi!''


"Kau pikir sedang uji nyali, pake acara ngelambai tangan segala." cibir Guntur.


''Lebay.'' Ujar Ridho.


''Ini lebih seram di bandingkan uji nyali Pak." Ucapnya lagi, yang mana membuat ketiganya saling pandang lalu berdiri untuk melihat situasi.


Saat mereka bertiga melihat dari atas ... alangkah terkejutnya mereka bertiga, melihat Mom Kaleea yang berteriak seperti sedang berdemo di depan gedung dpr, karna perotes minyak goreng naik harga dan belum turun sampai saat ini.


"MOM!" Ucap mereka bertiga secara bersamaan, lalu dengan segera mereka turun untuk menghampiri Mom Kaleea.


Sedangkan Mom Kaleea masih berteriak dan tidak perduli dengan semua orang yang berada di dalam restoran. ''Si Malin Kundang karna Karma!" Teriak Mom Kaleea beberapa kali sambil menaikan kertas, yang ada di tangan nya dengan tinggi dan bertulisakan (Emang Enak.)

__ADS_1


''Mom, what are you doing? (Mom, kamu sedang apa?)" tanya Guntur.


''You don't see if I'm protesting? (Kamu tidak melihat jika aku sedang berdemo?)


''Kenapa berdemo di sini? seharusnya jika Mom kurang kerjaan, lebih baik bersihkan got di depan komplek. Atau cari kutu si Beni, monyet kesayangan mu." Ujar Guntur dengan gemas.


Sungguh, ia sampai tak habis pikir dengan kelakukan sang Ibu yang ajaib dan penuh kejahilan. Guntur pun sering kali bertanya pada dirinya sendiri ... apakah benar wanita yang ada di depan nya ini adalah ibunya? Karna bagi Guntur, ibunya terlalu ajaib bagi dirinya yang sempurna.


Itu pikir Lu! tapi nggak buat orang lain.


''Ayo ikut aku.'' Guntur menarik tangan sang Ibu keluar dari restoran.


"Kamu mau membawa ku kemana?" tanya Mom Kaleea yang belum puas mempermalukan cassanova kelas ikan lele.


Guntur tidak menjawab, ia membawa sang ibu ke area taman restoran yang di desain khusus untuk merokok dan bersantai.


"Mo ... m." Guntur melepaskan tangan sang Ibu dan memandangnya dengan lekat, memohon agar dirinya tidak membuat masalah untuknya apa lagi mau mempermalukan dirinya di depan semua orang.


''Apa? Aku ke sini hanya untuk melihat calon istri masa depan mu. Mom dengar dia cantik dan berbakat" Ucapnya namun dengan raut muka mengejek.


''Dari mana Mom tau?'' Guntur terkejut.


''Apa yang aku tidak tau hem ..." kedua alis Mom Kaleea naik turun dengan senyum penuh mengejek, ''Aku tau semuanya, untuk itu aku kesini untuk melihat calon menantuku yang belum kamu publikasikan.''


''Jika Mom sudah tau, kenapa juga bertanya? dan siapa bilang dia cantik dan berbakat? dia it--."


''Evan." Panggil Ziell dari depan pintu restoran.


Deg.


Guntur menelan ludahnya susah payah, jantungnya berdetak kencang saat ia menoleh kebelakang dan melihat Ziell melangkah kemari. Sedangkan sang Ibu masih ada bersamanya, bahkan Mom Kaleea melambaikan tangan nya dengan heboh pada Ziell.


''Haii ... Hai ... Aku di sini.''


''Mo-Mom ... bukankah lebih baik kau pulang." Guntur mendorong tubuh sang Ibu untuk pergi dari hadapan nya.


"Aku tidak mau!" Jawab Mom Kaleea, dengan delikan kedua matanya.

__ADS_1


"Mom, aku mohon tidak sekarang!" Guntur memohon pada Mom Kaleea dengan sangat, "Pliis Mom."


Mom Kaleea yang mendengar permohonan Guntur hanya berdecak sebal, namun ia juga tidak bisa melakukan apapun saat Guntur mendorong nya masuk kedalam mobil.


''Apa yang kau lakukan, lepaskan!" Mom Kaleea memberontak.


"Aku mohon tidak sekarang!" Guntur mencoba untuk memasukan tubuh sang ibu kedalam mobil, walau butuh perjuangan dan keringat.


Braak!


Guntur menutup pintu mobil dan menendang mobil sang Ibu untuk segera pergi dari hadapan nya. " Pak Ruy, bawa majikan sableng mu pulang!"


Pak Ruy hanya mengangguk lalu menginjak pedal gas dan pergi dari sana, membawa majikan pergi sejauh mungkin.


Guntur menghela nafasnya, saat mobil sang Ibu akhirnya pergi juga. Bisa gawat jika sang Ibu bertemu dengan Ziell. Ia tidak mau Ziell kenal dengan Ibu atau keluarganya karna Guntur hanya berpacaran sementara saja.


''Evan." Panggil Ziell yang sudah berada di belakang Guntur.


"Iya ..." Guntur sedikit terkejut, namun dia segera menetralkan rasa terkejutnya.


''Siapa wanita tadi?" tanya Ziell, melihat mobil hitam itu sudah pergi menjauh.


''Yang tadi? Nggak tau dia siapa, nggak penting juga. Sudah lupakan dia dan kembali bekerja." Guntur memegang tangan Ziell masuk kedalam restoran. Ia tidak mau jika Ziell banyak tanya dan mengetahui sesuatu, yang akan membuat semuanya kacau sebelum waktunya.


''Nanti kita pulang bareng yaa Beb.'' Ziell bergelayut manja di lengan Guntur, yang mana membuat Guntur menggertakan kedua giginya menahan amarah dan mual sekaligus.


Jika boleh jujur, Guntur tidak sudi di sentuh oleh gadis culun yang sekarang menjadi pacarnya. Ia merasa jijik bahkan ingin muntah jika bukan karna taruhan itu, ia tidak sudi berada di titik sekarang.


Guntur tersenyum, "Pasti donk ... kamu kan pacar aku Ay, kemana pun kamu ingin pergi, aku siap mengantar mu walau ke ujung dunia sekali pun." Gombalnya.


''Aaahh ... sosweet, aku tambah cinta deh sama kamu." Ucap Ziell yang begitu bangga pada Guntur.


Tapi Guntur tak menjawab ungkapan cinta dari Ziell, dia hanya tersenyum dan membawa Ziell masuk kedalam restoran karna ia tidak sudi membalas cinta dari wanita culun dan kampungan.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2