Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 14 : Bawahan cepu.


__ADS_3

Di Antara Kitaโ€ข


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Di pagi hari di Apartemen Sultan, Ziell sudah rapih dengan baju yang di belikan oleh Sultan. Begitu pun Sultan yang sudah rapih mengenakan baju kantor.


"Kak, sudah siap?" tanya Ziell di depan pintu kamar Sultan.


''Sebentar, Kakak lagi pilih dasi."


"Boleh aku pilihkan?" Teriak Ziell antusiasi, karna dulu sudah menjadi kebiasaan nya memilihkan dasi untuk sang Papah.


''Masuklah.''


Ziell masuk dan segera menghampiri Sultan yang sudah membawa dua dasi di tangan nya. "Mana yang cocok menurutmu?'' tanya Sultan.


Padahal biasanya dia selalu memilih sendiri, namun entah mengapa saat Ziell menawarkan dirinya untuk memilihkan dasi, Sultan begitu tertarik dan ingin mencobanya.


"Yang ini bagus, Kak." Ziell memilih dasi berwana biru dongker dan langsung memakaikan nya di kerah Sultan. Ketika Ziell memakaikan dasi untuknya, Sultan mengamati wajah Ziell yang cantik walau memakai kecamata tebal dengan riasan rambut seadanya.


Entah mengapa ketika semalam Sultan melihat Ziell tanpa kecamata, Sultan teringat akan seorang gadis yang sempat dia kenal. Jantung Sultan berdegub kencang ketika melihat bibir mungil berwana merah cerry alami milik Ziell, seakan Sultan ingin sekali mencicipinya namun Sultan menekan rasa itu.


"Selesai ...'' Ziell sumringah dan membenarkan dasi dan mengacungkan kedua jempolnya, "Kakak tampan sekali."


"Khem." Ayo kita berangkat.


Mereka berdua keluar dari apartemen dan masuk kedalam lift, menuju parkiran di mana mobil sudah tersedia. Sultan akan mengantarkan Ziell ke tempat tinggalnya karna Ziell berhalangan untuk masuk kerja hari ini.


"Kak, Makasih yaaa ... udah mau anterin aku." Ucap Ziell, saat mobil sudah berhenti di depan gerbang Kos-kosan nya.


"Hmm ..." Jawab Sultan dengan deheman, karna Sultan fokus dengan ponselnya.


"Makasih juga udah ngasih baju bagus, bermerk pula."


"Hmm ..."


"Kenapa sih, Kakak itu baik banget sama aku ... suka yaa sama aku."


"Hmm ... Eh apa sih kamu, anak kecil! Udah sana keluar.'' Ketus Sultan yang baru menyadari perkataan Ziell karna fokus pada layar ponselnya membalas pesan dari seseorang.


Ziell terkekeh dan membuka pintu mobil lalu keluar, melambaikan tangan nya pada mobil Sultan yang mulai melaju kembali.

__ADS_1


โ€ข


โ€ข


Beberapa menit berlalu, Sultan sudah sampai di perusahaan nya. Lekas ia mengerjakan semua berkas yang menumpuk di meja kerjanya namun baru saja ia menghela nafas, Sultan kejutkan dengan kedatangan si Jafar yang tidak lain adalah sang Kakak yang tiba-tiba saja membuka pintu sambil mengeluarkan dua tanduk miliknya di atas kepala.


''Kak, are you oke?" tanya Sultan, walau ia tau jika sang Kakak akan menelan nya hidup hidup karna ia tidak menemui wanita yang sudah di pilihkan oleh sang Kakak.


Semalam seharusnya Sultan menemui Andin, wanita yang di jodohkan oleh sang Kakak. Namun ketika Sultan sudah di perjalanan menemui wanita itu, Sultan malah berbalik arah ketika netra matanya melihat Ziell yang tengah hujan hujanan di pinggir jalan.


Akhirnya Sultan tidak menemui wanita itu, bahkan ponselnya di non aktifkan karna ia tidak ingin di ganggu oleh ocehan sang Kakak yang mungkin akan menyeramahi dirinya panjang lebar.


"Kak."


Mom Kaleea masuk dan melangkah ke arah sofa lalu duduk, menyilangkan kedua tangan nya di dada dan membuang muka. "Hmpt!''


Sultan menghela nafasnya lalu membuangnya dengan perlahan, dirinya yang peka selalu tau kenapa sang Kakak seperti itu.


Sultan berdiri dari kursinya lalu menghampiri sang Kakak yang tengah kesal terhadapnya. ''Kak ...'' Sultan menoel noel pundak sang Kakak.


''I ... h, Kakak mah sebel! Kamu itu kenapa sih nggak mau nurut aja, toh tinggal pilih wanita mana yang kamu suka nanti Kakak nikahkan kalian."


Sultan menggelengkan kepalanya, ''Cari istri itu nggak gampang Kak.''


"Bisa nggak sih, kamu itu lupain si Melody? kalau dia wanita baik-baik, dia nggak bakalan pergi." Ucap nya lagi dengan nada lirih. Mom Kaleea mengusap rambut Tantan dengan lembut. ''Kakak itu udah tua, Kakak pengen liat kamu bahagia bersama istri mu."


''Baik Kak, akan aku pertimbangkan.''


Mom Kaleea tersenyum hangat, lalu mereka mengobrol masalah bisnis yang semakin bertambah pesat hingga tak berapa lama Mom Kaleea pun berpamitan pada Sultan karna dia akan pergi ke Bandung menemui Sodara jauh yang saat ini masih menghindarinya ... siapa lagi jika bukan Agam. (Papah Ziell)


Notesโ€ข


(Papah Agam dan Mom Kaleea masih sodara jauh, yang mana dulu mereka suka bermain bersama di masa kecil, remaja, hingga menikah. Namun karna sumpah serapah nya Mom Kaleea yang dia ucapkan jika Rapunzell dan Guntur akan menikah, membuat Papah Agam selalu menghindarinya bahkan Papah Agam tidak mau bertemu lagi dengan nya ketika Ziell berumur 5thn. Sebab itulah kenapa Papah Agam selalu over posesif pada Ziell.)


Selain Mom Kaleea akan bersilaturahmi, sekalian dia ingin tau bagaimana rupa calon menantu masa depan nya, yang saat ini masih di sembunyikan oleh sodaranya itu.


''Hati hati ya Kak.''


''Hemm, bye.''


Sultan duduk di kursinya lagi, sedangkan Mom Kaleea keluar dari ruangan sang adik dengan hati senang. Namun langkahnya harus terhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya.

__ADS_1


"Nyonya. Nyonya.'' panggil seseorang dari belakang.


Mom Kaleea menoleh saat Sekretaris sang adik memanggilnya. ''Ada apa Rina?''


''Nyonya, apa anda tau--"


''Tidak!''


''Ih si Nyonya, makanya dengerin dulu.''


''Apa?''


''Kemarin saya membelikan baju perempuan untuk Pak Sultan, trus bajunya di suruh anterin ke apartemen." Ujar Rina yang cepu.


Mom Kaleea yang mendengar langsung melototkan kedua matanya seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar.


''Yang benar kamu? trus apa yang terjadi?''


''Begini Nyonya ... khem.'' Sekretaris yang bernama Rina, menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga dengan senyum penuh arti.


Mom Kaleea yang peka, langsung mengambil uang dari dalam tasnya dan memberikan uang itu pada Rina. ''Apa segini cukup untuk membuka mulut mu?''


''Ahh Nyonya, jangan seperti ini ... saya jadi malu.'' Ucap Rina, namun ia segera mengambil uang di tangan Mom Kaleea dan memasukan nya kedalam saku.


''Cih.'' Mom Kaleea mendecih tak heran, lalu dia bertanya kembali. "Jadi ... bagaimana?''


''Begini Nyonya.'' Rina membisikan sesuatu pada Mom Kaleea, yang mana membuat Mom Kaleea merasa senang mendapatkan kabar emas ini.


Mom Kaleea bertanya tanya dalam hatinya, apakah ini alasan Sultan enggan untuk dia jodohkan dan bertemu Andin semalam?


''Rina! Tugas mu harus mencari tau semuanya tentang wanita itu!''


''Siap Nyonya, asal ini saja.'' Rina menunjukan kedua jarinya membentuk sangarahe.


"Gampang kalau soal uang mah, yang penting kamu harus mendapatkan informasi yang aktual, Ok."


"Oke, Nyonya."


โ€ข


โ€ข

__ADS_1


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2