
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Ziell sudah pulang ke rumah dengan rasa yang masih penasaran dalam hatinya, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa ketika dia membuntuti Sultan malah kehilangan jejak.
"Huufft ..."
Ziell membuang nafas secara perlahan, merebahkan diri dan melihat langit-langit kamarnya yang sepi. Ia berguling ke sana kemari dengan rasa yang tidak nyaman.
Ziell melirik ke arah nakas lalu mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Guntur. Namun ada yang membuat Ziell bingung ketika Guntur memblokir nomernya, hingga Ziell tidak bisa mengirimkan pesan untuk bertanya kabar.
Hati Ziell semakin tidak enak saja, tapi ia tetap berpikir positif bahwa kemungkinan Evan sedang sibuk. Ziell pun mengirim pesan pada Sultan.
[Hai, Kak.]
[Kakak kemana sih kok nggak ada kabar?]
Pesan yang di tulis Ziell terkirim namun masih ceklis, membuat Ziell sabar untuk menunggu balasan dari Sultan hingga tanpa sadar ia terlelap tidur.
β’
β’
β’
β’
β’
Ke esokan harinya, tepatnya jam 20 :30 malam. Ziell pamit terlebih dahulu pada Imelda, karna hari ini Ziell akan menemui Guntur di alamat yang Dave berikan padanya.
''Aku pulang duluan yaa ...''
''Iya.'' Jawab Imelda.
Ziell melangkah pergi dari restoran menuju alamat yang di berikan oleh Dave padanya kemarin. Ia sudah tidak sabar bertemu Evan sang kekasih hatinya dan memastikan jika dia baik-baik saja.
Ziell pun menyetop taxi lalu masuk kedalam, "Pak, tolong antarkan aku ke alamat ini yaa ...''
__ADS_1
''Baik Nona.''
Taxi itu pun melaju ke alamat tersebut, Ziell melihat kanan kiri dan mengira jika alamat yang di tuju lumayan memakan waktu lama hingga dia bisa beristirahat sebentar untuk meluruskan pinggangnya yang pedal.
Dan benar saja ... butuh waktu tiga puluh menit Ziell sampai di Dermaga marina Tanjung Priok, Jakarta Utara.
''Sudah sampai Nona.''
''Hah? Oh .. iyaa ini ongkosnya Pak.'' Ziell keluar dari dalam mobil, dan melihat jika dia berada di Dermaga.
''Bener nggak sih di sini alamatnya.'' Ziell pun melihat kanan kiri, lalu bertanya pada seseorang yang kebetulan lewat.
''Permisi Dek, tau tempat ini nggak?''
Anak remaja itu melihat kertas yang di perlihatkan oleh Ziell lalu mengangguk. ''Tau Kak.''
''Boleh anterin nggak?''
Anak remaja itu menganguk lalu berjalan mengantarkan Ziell ke tempat di mana Guntur berada. Rupanya anak titisan Sun Gokong itu tengah mengadakan pesta di atas kapal pesiar pribadi milik keluarganya.
Guntur benar-benar kembali ke sifat dirinya terdahulu, namun bedanya sekarang dia harus pura-pura baik di hadapan kedua Orangtua nya dan sang Om yang selalu menyayangi nya.
Guntur dan beberapa orang yang mengadakan pesta tengah berjoget sambil meminum minuman beralkohol di tangan mereka masing-masing, di sana juga ada Dave dan Ridho beserta pasangan mereka masing-masing.
Namun ... tiba-tiba Guntur mematikan musik dan mengambil mic, yang mana membuat semua orang langsung berhenti dan menoleh ke arah Guntur.
''Hei ... guys attention please (Mohon perhatian nya.)" Ucap Guntur meminum Wisky terlebih dahulu sebelum berbicara.
"Gue ingin berbagi cerita sama Lu pada, dimana satu bulan lebih Gue di usir nyokap dan hidup Gue terlunta lunta di luar sana. Tapi ... gue ucapin thanks Bro untuk dua sahabat gue yang selalu bantu gue di saat susah.'' Guntur mengangkat gelas, dan di balas oleh Dave dan Ridho secara bersamaan.
''Dan ... satu hal lagi,'' Guntur terkekeh lebih dulu, mengingat sesuatu yang lucu di benaknya. "Apa kalian semua percaya, jika selama satu bulan itu gue pacaran sama gadis culun dan berkecamata karna sebuah taruhan?"
"Ha ha ha ha, dan gue udah nepatin janji gue untuk pacarin gadis Culun yang bukan tipe gue. I have finished the bet Bro (Taruhan nya sudah aku selesaikan Bro.)'' Ucap Guntur menggema.
Semua orang bertepuk tangan, dan bertepuk ria seakan Guntur sudah memenangkan piala oskar yang berharga. Tanpa Guntur sadari ... jika di belakang sana sudah ada Ziell yang berdiri mendengarkan ocehan nya sedari tadi.
''Oh, come on Man ... jaman sekarang masih ada gadis Culun berkecamata bulat? Haha haha She disgusts me with her appearance (Dia membuatku jijik dengan penampilan nya) Hueeekkk."
Deg.
__ADS_1
Ziell terpaku di tempat, hati hancur berkeping keping dengan apa yang di ucapkan oleh kekasihnya sendiri. Ia berharap jika semua ini hanya mimpi atau ilusinya saja.
Ziell mundur dua langkah dan meremas dadanya yang sakit, lututnya seakan bergetar tak bisa menopang lagi berat tubuhnya.
Hati Ziell sakit sampai tembus ke ulu jantung yang paling dalam membuat ia tidak bisa berkata kata. ''Evan.'' lirih Ziell, membuat semua orang menoleh kebelakang termasuk Guntur.
Guntur menyunggingkan bibirnya dengan jahat. ''Ouhh lihatlah gadis yang sedang aku bicarakan. See? kalian bisa lihat sendiri betapa memalukan nya penampilan gadis kampung ini.'' Tunjuk Guntur.
Guntur melangkah dan berdiri di samping Ziell, meneliti penampilan Ziell dari atas sampai bawah. ''Lihatlah, selama satu bulan lebih gue harus menahan jijik berdekatan dengan dia, mataku sakit, nafas ku sesak! Tapi mulai sekarang dan kedepannya gue nggak sudi dekat dekat sama Lu lagi.''
''Evan!'' bentak Ziell sudah tidak bisa di bandung lagi.
''Wow. Wow. Wow. kenapa? nggak terima? Ha ha yang aku omongin bener kok. Lu itu menjijik'kan dan lebih menjijik'kan di bandingkan se'ekor Anjiing!''
PLAAAKK!!
Sebuah tamparan panas Guntur rasakan di pipinya.
''Apa salah ku sama kamu? kenapa kamu begitu tega menghina ku! Jika kamu memang jijik padaku oke fine, it doesn't matter to me (itu tidak masalah bagiku) Tapi jangan samakan aku dengan Anjiing!'' Pekiknya di serta nafas tersenggal dengan nada kepedihan.
Dadanya mulai kembang kempis sambil terisak, karna ia sudah tidak bisa menahan sakit karna cinta. Ziell menatap mata Guntur dengan rasa sakit di hatinya, ''"Lantas jika kamu jijik padaku! Kenapa kamu masuk kedalam hidupku? dan menjadikan aku bahan taruhan kalian."
"Kenapa?" Tanya Ziell mendorong dada bidang Guntur yang terdiam. "Apa kau puas sekarang? Hah puas kalian semua menertawakan aku!" Teriak Ziell sambil terisak pilu.
''Hiks. Asal kamu tau ... kamu adalah cinta pertamaku, orang yang pertama hadir di hatiku dan mengenalkan arti cinta padaku. Tapi ... tapi kenapa kamu juga memberikan rasa sakit secara bersamaan padaku? Apa orang sepertiku tidak berhak di cintai? kau tau aku sangat mencintai mu Evan."
Deg.
Entah mengapa Guntur merasa ulu atinya sakit, saat mereka saling pandang dengan dalam ... seakan Guntur merasakan apa yang Ziell rasakan saat ini.
''Ziell Ak-- Aku.''
"Tidak! Jangan sentuh aku.''
β’
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1