
Di Antara Kita•
...🍒🍒🍒...
Sedangkan di sisi lain•
Mom Kallea mendapatkan kabar dari anak buahnya jika Melody sudah ada bersamanya. Mom Kallea pun bergegas keluar rumah untuk menyelesaikan masalahnya yang belum tuntas.
Hingga butuh waktu dua jam di perjalanan untuk sampai di kota Bogor, karna Mom Kallea menyuruh anak buahnya untuk membawa Melody jauh dari kota Jakarta. Karna Mom Kallea tidak mau ambil resiko jika Sultan akan mengetahui ulah nya.
Mobil berwarma hitam pun terparkir dengan cantik di sebuah Vila besar, pintu mobil terbuka bersamaan dengan Mom Kallea keluar dari dalam mobil sambil membuka kecamata nya.
Langkahnya begitu pelan namun pasti, tak ada guratan ke khawatiran di wajahnya hingga pintu besar yang ada di depan nya terbuka dengan lebar.
Ia melihat Melody yang tengah memberontak, tangannya di ikat dengan mulut di sumpal oleh kain. Senyum Mom Kallea terukir sangat cantik di wajah yang kini mulai menua namun masih terlihat bugar dan sehat.
Mom Kallea melepaskan sumpalan kain di mulut Melody, hingga sumpah serapah berbahasa kebun binatang terucap dari mulut Melody dengan kasar.
''I ...h ucapan mu, memperlihatkan kepribadian mu.'' Mom Kallea menatap Melody dengan jijik.
''Lepaskan aku! Dasar tua bangka tidak tau diri!'' Sentak Melody dengan berani.
Mom Kallea pura-pura terkejut, "Tua bangka? apa kamu tidak salah? Oooyyy bagaimana adik kesayangan ku jatuh cinta pada wanita yang salah?''
Plaak!! ''Itu untuk rasa sakitku!''
Plaak!! ''Itu untuk rasa sakit adikku!''
Plaak!! ''Itu bonus untuk mu''
Mom Kallea tersenyum puas karna sudah menampar Melody, dan memberikan nya tamparan bonus yang sangat kencang. Lalu duduk tepat di depan Melody dengan wajah tengil nya.
''Berani sekali kau menamparku!''
''Tentu aja berani, ini saja aku menculik mu berani ... masa nampar Jallang seperti kamu nggak berani sih.''
''Bicara dengan mu membuat aku darah tinggi! Lepaskan aku cepat!''
''Dan bicara dengan mu membuat aku muak dan ingin muntah." Mom Kallea melipat kedua tangan nya di dada, ''Apa sebenarnya mau mu? Kenapa kau kembali dan menemui adikku? Apa uang yang aku berikan sudah habis?'' Beberapa pertanyaan Mom Kallea ajukan.
''Aku tidak mau uang mu! Aku ingin kembali pada cintaku.''
Kening Mom Kallea mengkerut lalu terkekeh. ''Cinta? haha hahah ... kalau kamu cinta dengan adikku, mana mungkin kau pergi dengan uang yang aku berikan padamu.''
__ADS_1
''Sudahlah malehong, jangan membual! Karna aku tidak suka banyak bicara.'' Mom Kallea berdiri menatap Melody dengan tajam, lalu menatap anak buahnya.
''Bawa dia pergi jauh, dan tinggalkan dia di kota terpencil! Pastikan jika dia tidak akan kembali menemui keluarganku.'' Titah nya pada sang bawahan.
''Baik Bos.''
Mom Kallea pergi dengan hati yang lega, kini tinggal dirinya mengatakan yang sebenarnya pada Sultan. Namun sebelum dia mengatakan semuanya, ia harus menemukan cinta untuk sang adik! Karna dia tidak mau mendapatkan amukan dari adik tersayang nya.
•
•
•
Di sisi lain, kediaman Adiwangsa•
''Bi, di mana semua orang?'' Tanya Sultan yang sudah berada di mansion Adiwangsa.
''Nyonya pergi tadi pagi, Tuan besar berangkat ke kantor cabang, sedangkan Non Gemini masuk sekolah Den.''
''Aahhh ... baiklah.''
''Den, Sultan mau ke mana lagi?''
''Baik Den.''
Sultan keluar dari rumah, lalu pergi dengan mobilnya ke tempat di mana sang keponakan bekerja sebagai penjaga kasir di salah satu restoran teman baiknya.
Hanya butuh waktu kisaran 15mnt, Sultan sampai ke restauran lalu memarkirkan mobilnya dan keluar dari dalam mobil.
Ia berjalan masuk melihat kanan kiri mencari Guntur, saat netra matanya melihat Guntur. Sultan langsung menghampurinya.
''Kheem.''
Guntur menoleh dan langsung tersenyum, ''Om.'' Guntur berdiri lalu memeluk Sultan dengan hangat.
''Om, ke sini kenapa nggak ngabarin?''
''Om tadinya ke rumah cuma di rumah nggak ada orang, jadi Om mau lihat kabar mu.''
''Kabar ku baik Om, sini deh Om duduk dulu.'' Guntur membawa Sultan duduk di meja pengunjung.
Sultan pun menuruti dan duduk berhadapan dengan Guntur, Namun netra mata Sultan lebih pokus pada tangan keponakan nya yang banyak sekali bintik bintik merah.
__ADS_1
''Kedua tangan mu kenapa?'' Tanya Sultan melihat kedua tangan Guntur dengan jelas.
''Ouh ini ... kemarin aku sakit tiga hari Om, tapi udah nggak apa-apa kok.''
''Sakit, tiga hari? apa sudah di periksa ke dokter?''
''Nggak di periksa ke dokter Om, aku nggak ada duit belum gajian.'' Guntur pura-pura sedih lalu membuat drama yang sangat mengenaskan, dimana dirinya sakit tidak ada yang mau mengurus.
Guntur menambahkan jika Bambang sedang pulang kampung, dan dirinya merasakan kesakitan sendirian di kamar yang pengap dan kelaparan.
Anak titisan Sun Gokong ini pandai sekali membuat orang merasa iba termakan semua bualan dan omongan yang sangat meyakinkan, hingga lawam bicaranya tidak bisa jika tidak merasa kasihan.
Sultan kali ini tidak bisa diam saja melihat keponakan yang dia sayang menderita di luar sana, ia pun menyuruh Guntur untuk mengemasi semua barang barang nya dan pulang bersama dirinya ke Mansion.
Sedangkan di daerah dapur, Ziell yang baru saja keluar dari toilet merasa heran karna sumua pelayan di dapur sedang berkumpul dan berbisik bisik, membuat Ziell penasaran dan ingin melihat apa yang mereka lihat.
''Lihatlah, aahh ganteng nya.''
''Iya yaa, kok bisa ganteng gitu.''
''Kalian lagi ngomongin siapa sih?'' Tanya Ziell, membuat semua orang langsung terdiam sailing pandang.
''Nggak ada! Hayu guys kerja kerja kerja.'' Ucap salah satu pelayan membubarkan kegiatan menggibah mereka.
Sedangkan Imelda melihat Ziell dari atas sampai bawah, ''Kamu itu sebenarnya cantik jika di lihat-lihat, tapi kenapa dandanan mu culun kaya gini?'' Imelda melipat kedua tangan nya di dada.
''Kamu nggak ada niatan berubah gitu? siapa tau jika kamu berubah penampilan, pacar mu bisa menghargai mu dan lebih mencintai mu.'' Ujar Imelda yang merasa kasihan dengan Ziell.
''Maksudmu apa?'' Tanya Ziell sambil membenarkan kecamata yang longgar. ''Aku harus berubah menjadi apa? powerrengger?'' Ziell terkekeh.
Imelda berdecak dan menggelengkan kepalanya, sebenarnya ia kasihan melihat Ziell di bohongi oleh semua orang di sini termasuk dirinya yang harus merahasiakan tentang seorang Evan yang sebenarnya adalah Guntur.
Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, ingin sekali dia berbicara pada Ziell namun ia masih membutuhkan pekerjaan nya.
''Sudah ayo kerja.'' Imelda meninggalkan Ziell yang tengah menatap lurus ke arah Guntur yang sedang berbicara dengan seseorang.
''Siapa itu yaaa ... kok aku kaya kenal.'' gumam Ziell dalam hati, melihat punggung yang tidak asking baginya.
•
...🍒🍒🍒...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1