Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 87 : Resepsi.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Alunan musik romantis terdengar merdu di ballaroom tempat di mana resepsi pernikahan di adakan.


Terlihat jika para tamu sudah berdatangan dan terlihat mengobrol dan menyapa satu salam lain. Terlebih keluarga besar dari kedua belah pihak pengantin turut hadir memeriahkan pesta.


Lagu romantis berjudul Hari Bahagia By Atta dan Aurell menggema di iringi sepasang pengantin yang masuk ke dalam ballaroom dan berjalan beriringan..


Gaun berwarna putih sederhana namun elegan, di padukan dengan batik dan makeup ala ala arabia membuat Ziell nampak anggun dan cantik. Begitu pun dengan Sultan yang gagah menggunakan jas yang serasi, membuat Sultan begitu tampan dan memukau.


Ziell Berjalan dengan anggun, bergandengan tangan dan saling melemparkan senyuman dari kedua pengantin pada tamu yang hadir.


Semua orang begitu menikmati pesta yang di gelar mewah, terlebih mereka begitu mengangumi sepasang raja dan ratu sehari yang terlihat serasi berdiri di atas pelaminan.


Namun tiba-tiba semua lampu padam, yang mana membuat semua orang terkejut dan panik. Semua orang terus berbisik bisik hingga kebisingan itu terhenti ketika salah satu lampu menyala.


Terlihat jika Sultan berdiri memegang mic di soroti oleh lampu yang sedikit redup dan melow.



...Sir, I'm a bit nervous...


...'Bout being here today...


...Still not real sure of what I'm going to say...


...So bare with me please...


...If I take up too much of your time...


^^^But you see, in this box is a ring for your oldest^^^


...She's my everything and all that I know is...


...It would be such a relief if I knew that we were on the same side...

__ADS_1



...'Cause very soon I'm hoping that I...



...Can marry your daughter...


...And make her my wife...


...I want her to be the only girl that I love for the rest of my life...


...And give her the best of me 'til the day that I die, yeah...



...I'm gonna marry your princess...


...And make her my queen...


...She'll be the most beautiful bride that I've ever seen...


...As she walks down the aisle...


...On the arm of her father...


...On the day that I marry your daughter...


...She's been hear every step since the day that we met...



...(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)...


...So don't you ever worry about me ever treating her bad, no...


...We've got most of our vows done so far (so bring on the better or worse)...

__ADS_1



Sultan dengan merdu menyayikan lagu (Marry Your Daughter -By Brian McKnight) yang bisa di simpulkan jika lagu yang dia nyanyikan untuk sang mertua bahwa dia ingin menikahi putrinya dan menjaga dia di sepanjang hidup hingga akhir hayatnya.


Papah Agam meneteskan air matanya, ia tidak menyangka jika cinta Sultan begitu besar pada putrinya, yang mana membuat ia menyesal karna pernah menentang mereka untuk bersatu.


Papah Agam berdiri dari duduknya dan memeluk pria yang sudah sah menjadi menantunya ini, mengucapkan rasa terima kasih dan memohon agar selalu ada di samping Putrinya..


Rasa haru dan rasa bahagia terus terpancar malam ini, namun tidak dengan hati Guntur yang sedikit terbakar dengan moment yang sangat dia benci.


Guntur terus menyalahkan Mulan atas semua yang sudah menimpa dirinya, hingga Guntur memejamkan kedua matanya lalu membuang nafas secara perlahan ... melepaskan rasa emosi sejenak dan berjalan ke arah pengantin.


''Om.''


Semua orang menoleh ketika mendengar suara Guntur, Sultan tersenyum namun tidak dengan Ziell yang sedikit takut melihat Guntur yang tiba-tiba ada di sini


"Apa Mulan sudah melepaskan nya? bukan'kah aku sudah bilang jika Guntur tidak boleh ada di pernikahan ku." Gumam Ziell dalam hati.


''Where have you been, son? (Kemana saja kamu, Nak?)'' Sultan memeluk keponakan kesayanganya.


''Maaf, Guntur sedikit terlambat.'' Ucap Guntur tersenyum layaknya tidak ada masalah sedikit pun. ''Selamat ya Om, atas pernikahan nya ... semoga pernikahan kalian langgeng."


''Amin ...''


''Selamat yaaa ...'' Guntur mengulurkan tanganya, sedangkan Ziell masih ragu-ragu.


''Apa sekarang aku harus memanggilmu dengan sebutan Tante?'' tanya Guntur dengan kekehan, namun yang Ziell tangkap jika Guntur sedang meledeknya.


''Baiklah Om, Tante ... Guntur pamit untuk menemui seseorang.''


Jantung Ziell seperti di pompa, entah mengapa melihat Guntur seperti itu membuat dirinya takut akan terjadi sesuatu pada pernikahan nya.


"Ya Allah ... jauhkan hamba dari setan-setan terkutuk!"


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2