Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 19 : Pamitan.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Di kos-kosan bertingkat tiga, yang hanya di khususkan untuk para gadis lajang. Ziell yang sudah membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur karna matanya sungguh berat karna sudah makan rendang banyak dengan Nia.


Ketika Ziell akan tidur, ia harus membuka kedua matanya kembali saat ponsel di atas nakas berbunyi. Ziell melihat layar ponselnya dan tersenyum, ketika orang yang dia cari menelpon dirinya.


[Hallo Kak, tumben banget baru ngabarin ... kemana aja?] tanya Ziell.


[Turun sekarang, aku sudah di luar menunggu dekat gerbang.]


[Kakak di luar?]


Tut!


Sultan mematikan sambungan telpon nya, yang mana membuat Ziell mencibikan bibirnya dengan kesal. "Tuh kan, dia mah gitu ... sehari nya nggak ada kabar, ehhh tau tau suruh kebawah.'' gerutu Ziell, namun tak ayal dia turun dari ranjang dan bergegas pergi menemui Sultan.


Namun saat ia sudah keluar kamar, Ziell kembali lagi kedalam kamarnya dan mengambil kecamata lalu mencepol rambutnya ke atas dengan asal-asalan.


Ziell pun bergegas turun dari lantai 2 ke bawah, untuk menemui pria yang tanpa sadar sudah masuk kedalam hatinya namun ia tidak peka.


β€’


β€’


Sedangkan di waktu yang bersamaan, Mom Kaleea memarkirkan motor yang dia pinjam milik Scurity rumahnya untuk membuntuti sang adik! Saking penasaran nya


Mom Kaleea berhenti tak jauh dari mobil sang Adik, ia bersembunyi di balik pohon untuk melihat wanita mana yang tengah di dekati sang adik.


Sementara Sultan yang berada di dalam mobil, ia tengah memandangi kotak kecil berwarna biru dongker yang ada di tangan nya.


"Alasan apa yang pas untuk memberikan ini ya?'' Gumam Sultan tengah berpikir.


Tok. Tok. Tok. "Kak.'' panggil Ziell mengetuk jendela mobil.


''Astagfirullah!'' Teriak Sultan terkejut, melihat Ziell yang sedang menyengir kuda di balik kaca mobinya.


Hehe hehe heh ...


Sultan dengan segera membuka kaca mobilnya dan menatap dengan tajam Ziell lalu--


Pletak!


''Aww ... Kak! Apa yang kau lakukan?" Ziell mengusap keningnya yang di sentil oleh Sultan.


''Seharusnya aku yang bertanya! Apa yang kamu lakukan menyengir sangat menyeramkan di balik kaca? membuat jantungku pindah ke dengkul!'' ketus Sultan.

__ADS_1


''Hehe hehehe ... btw ada apa Kak?''


''Masuk kedalam mobil, temani aku cari angin malam.''


''Cari angin malam? memang angin malam bisa di cari ya Kak?''


''Rosalinda!''


''Eh- iya, iya, iya ... aku masuk.'' Dengan buru-buru, Ziell berlari mengitari mobil dan membuka pintu mobil lalu masuk kedalam. ''Udah, aku udah masuk 'kan?"


Sultan tak banyak berkata, ia melajukan mobilnya dengan perlahan sambil memikirkan apa yang harus dia katakan agar Ziell mau menerima pemberian darinya.


Sementara Mom Kaleea yang melihat mobil itu pergi, langsung menyusul dan menyalakan motornya. Tapi entah mengapa motor yang dia pinjam tidak nyala staternya ... membuat Mom Kaleea bingung dan turun dari motor untuk memeriksa.


''Walah, pantas nggak nyala! Ngapain Lu duduk di situ Markonah!'' Bentak Mom Kaleea berkacak pinggang, pada sosok entah berantah tak kasat mata di depan nya yang sedang tersenyum menyeramkan.


''Kau!'' sosok itu terkejut melihat teman lamanya, ''Kamu masih bisa melihatku?''


''Tentu saja aku bisa! Bahkan aku bisa melihat para kaum mu yang bergelantungan di atas pohon, di atas genteng!" Tunjuk Mom Kaleea ke atas, "Jangan buat aku marah dan menendang bokong mu.'' Bentak Kaleea pada Neng Kun.


''Ish, aku nggak ada harga dirinya ... jangan marah marah napa, udah tua juga nggak sadar diri.''


''Apa kamu bilang!''


''Eh- nggak ada, nggak ada.'' Neng Kun langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia takut bokongnya di tendang lagi sama seperti beberapa tahun yang lalu.


''Heh! mana ada hantu mati, dasar bodoh!'' Bentak Neng Kun, "Aku sedang galau, tadinya aku mau jailin seseorang ehh ... yang di jahili tidak takut, teman lama pula.'' cicitnya dengan perlahan.


''Dih, najis! Galau terus nggak ada bosan-bosan nya hantu bisa galau nggak move on.'' Cibir Mom Kaleea, "Udah sana minggir ... apa kamu nggak tau jika aku lagi buntuti adik kesayanganku?''


''Aku mau ikut ...''


''Nggak ada ikut ikut! minggir nggak.''


''Aku mau ikut, kan aku juga kepo.''


''Ngeyel banget di bilangin! ini motor udah tua dan butut, kalau kamu ikut nangkring di belakang ... nanti motornya kaya kura kura ninja di cekok antimo jalannya.''


"Teler donk! Aku bantu dorong deh, yaaa ikut yaa.''


''Aahh ... terserah padamu.''


Bugh!!


Untuk kedua kalinya Mom Kaleea menendang Neng kun, hingga jatuh dari motor. Mom Kaleea tak perduli, ia pun menyalakan motornya yang menyala kembali dan menyusul sang Adik yang sudah tertinggal jauh.


''Dasar si Gokong sialan! dua kali aku di tendang manusia, orang nya sama pula.'' gerutu Neng Kun.

__ADS_1


Sedangkan Sultan masih mencari angin malam.


''Kak, sebenarnya Kakak mau ngomong apa sih?'' tanya Ziell yang cukup penasaran.


Sultan menepikan mobilnya di pinggir jalan, lalu menoleh menatap Ziell yang mana membuat sang empu jadi salah tingkah.


''Nggak ngomong apa-apa sih, cuma dalam kurung waktu yang belum di tentukan aku ada perjalanan bisnis.''


''Ouhh.''


''Jangan sedih dan mencariku.''


''Ish ...'' Ziell mencebikkan bibirnya.


Sultan melemparkan kotak kecil itu pada Ziell. "Ambil itu.''


Ziell membolak balikan kotak cincin itu dengan kening mengkerut bingung, ia tidak bodoh dan tau jika dalamnya adalah sebuah cincin.


''Cincin buat apa kak?"


Sultan berdehem sejenak, memikirkan alasan yang tepat. ''Aku akan pergi untuk sementara ... jika kamu merindukan ku dan membutuhkan aku, maka gosok cincin itu tiga kali maka aku akan datang.''


''Masaaa ...?''


''Kau tidak percaya? maka pakailah kemana pun dan jangan sampai lepas.'' Ucap Sultan merebut kotak itu, lalu memasangkan cincin di jari manis Ziell, ''Awas jangan sampai hilang.''


Ziell yang melihat Sultan memasangkan cincin di jari manisnya, ia tidak menolak atau bertanya lebih malah Ziell berterima kasih dan berjanji akan menjaganya.


Sultan yang mendengar ucapan Ziell, menyunggingkan bibirnya senang. ''Tunggu aku kembali.'' Ucapnya dalam hati dan berharap ketika dia kembali, Ziell masih mau menunggu dirinya untuk menetapkan hati.


Setelah memberikan cincin untuk Ziell, Sultan melajukan mobilnya untuk kembali ke Kos-kosan Ziell. Namun saat sampai di depan gerbang ia melihat Ziell yang sudah terlelap tidur hingga terdengar dengkuran halus.


Sultan membuka sabuk pengaman nya lalu mencoba untuk membangunkan Ziell, namun tiba tiba tangan nya terhenti saat netra matanya melihat bibir ranum milik Ziell yang menggoda.


Glek!


Sultan menelan ludahnya untuk membasahi tenggorokan nya yang kering, karna hawa nafsu berkobar dalam jiwa Sultan dengan membara.


''Aku ingin sekali mencicipinya.'' Gumam Sultan dalam hati.


β€’


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2