Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 35 : Geer duluan.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Bugh!!


Ziell memukul pelan dada bidang Sultan.''Dasar Om-Om mesum!''


''Di dunia ini tidak ada yang gratis, Sayang ...''


''Nggak mau! Apa kata Papahku jika aku jadi Sugar Baby.''


''Yaa ... jangan bilang-bilang lah, kalau nggak mau jadi Sugar Baby jadi istri Kakak aja mau nggak?''


Ziell menoleh dan ingin menjawab, namun ia urungkan saat Lany sudah datang dengan pakaian tidurnya yang sopan dan tebal. Di tangan nya membawa nampan berisikan teh dan cemilan.


''Di minum dulu teh nya.''


''Makasih ya Lan, ngerepotin aja nih.''


Kedua wanita itu berbincang, hingga melupakan seorang pria yang sejak tadi memperhatikan Lany dengan seksama.


''Jadi, kau siapanya Alandra?'' celetuk Sultan, membuat Lany terdiam dan menelan salivanya susah payah.


Entah apa yang sedang dia sembunyikan, hanya dia dan suaminya yang tau.


Hingga Lany menjawab dengan terbata bata seperti berpikir sebelum menjawab. ''Mmm ... Ak- aku, aku hanya teman nya. Yaa ... hanya temannya saja.'' jawab Lany memaksa'kan senyumnya.


Ia belum bisa memberi tahu semua orang bahwa dia dan suaminya sudah menikah dan terpaksa menyembunyikan pernikahan mereka karna sesuatu hal.


''Aku di sini hanya numpang, sampai ada panggilan untuk berangkat berlayar kapal Pesiar.''


''Hah! Kapal pesiar.'' Ziell menyerobot pembicaraan, karna dia begitu penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh Lany.


Lany mengangguk. ''Iyaa, aku kerja di kapal pesiar.''


Ziell pun memuji Lany, jika dia hebat bisa berkeliling dunia tanpa hambatan. Karna sebenarnya itulah yang Ziell inginkan selama ini ... ia ingin hidup bebas mengelilingi benua tanpa ada siapapun yang melarang.


Ziell berceloteh ria, membuat Sultan gemas sendiri dan ingin mencium bibirnya namun Sultan tahan sebisa mungkin.


''Kamu itu hebat banget Lan, di umur mu yang masih muda tapi udah keliling dunia. Nggak kaya ak-- khem.'' Ziell langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


''Maksud mu?'' Tanya Lany merasa heran.


''Kamu ini ngomong apa Rosalinda! Ganggu pembahasan aja.'' cetus Sultan, namun terselip senyum di bibirnya melihat Ziell yang manyun.


''Nggak apa-apa, sok lanjutkan aja wee.'' Ziell menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sedangkan Sultan kembali menatap Lany, ''Jadi kau hanya teman Alandra?'' tanya Sultan memastikan sesuatu.


Lany mengangguk. ''Kamu kenal Alandra?'' tanya Lany, seperti sedang mencari informasi dari Sultan.


''Kenal, kenal baik malah. Alandra seorang pengusaha, kalau nggak salah bapaknya juga mau calonin diri jadi anggota dewan. Alandra juga punya studio potografi yang sering di pakai pengusaha-pengusaha ternama, termasuk perusahaanku.'' Jelas Sultan panjang lebar.


Kedua gadis itu hanya mendengarkan penjelasan Sultan, yang menceritakan sosok Alandra.

__ADS_1


''Setau aku, Alandra juga sudah punya tunangan.'' Ucap Sultan, yang mana membuat Lany merasa kecewa. Entah masalah rumah tangga apa yang tengah Lany hadapi, namun sepertinya kali ini lany merasa kecewa.


Dan mimik muka Lany tidak luput dari penglihatan Sultan dan Ziell. Mereka berdua saling pandang saat Lany melamun, namun Ziell yang sudah tidak enak hati langsung pamit pulang.





Dalam Lift•


''Kakak ngapain sih banyak omong urusan orang!''


Sultan menoleh dan memincingkan matanya. ''Kenapa aku yang di salahkan? mana aku tau, lagian dia bertanya ya aku jawab.''


Ziell mencibikkan bibirnya, sedangkan Sultan melihat Ziell dari atas sampai bawah lalu menghampiri Ziell dengan perlahan.


''Ka-kak, Kakak mau ngapain?'' Tanya Ziell saat Sultan terus menghempitnya ke dinding lift.


Tak ada jawaban dari Sultan, sang empu malah terus memajukan wajahnya hingga wajah mereka tak mempunyai jarak satu sama lain.


Untuk pertama kalinya mereka bertatap muka dengan jarak dekat, membuat Jantung Ziell berdetak kencang dengan nafas memburu yang tidak teratur.


Ziell membuang muka ke arah samping dan membenarkan kecamatanya yang sejak tadi karna terus turun dengan sendirinya, padahal hidung nya mancung.


''Ziell.'' Bisik Sultan dengan nada sensual.


Gleek!


''Ziell.'' Bisik Sultan lagi.


Kali ini, Ziell memberanikan diri untuk menatap mata Sultan yang tajam. ''Ap- khemm ... apa Kak?''


''Aku inginn ...''


Ziell menatap mata teduh Sultan dengan refleks dia menutup kedua matanya, seolah Ziell sudah pasrah jika Sultan ingin mencium bibirnya.


''Ziell, bolehkah aku ...''


''Boleh Kak.'' ceplos Ziell.


''Aahh .. Syukurlah kau boleh, Kakak sudah tidak tahan ingin pup. Kamu tunggu di dalam mobil, Kakak pengen Bab dulu sebentar.'' ucap Sultan yang mana membuat Ziell kicep!


''What!'' Ziell benar-benar malu setengah mampus!


Ia pikir Sultan akan menciumnya, namun nyata nya dia hanya meminta Izin untuk pup. Kerang asem kan?


''Isshhh menyebalkan!'' Gumam Ziell dalam hati, lalu tak lama pintu lift terbuka.




__ADS_1


A few minutes later•


Di dalam mobil. Ziell menunggu Sultan dengan sabar sambil mengirim pesan pada Guntur yang tidak dapat respon atau balasan.


''Kamu di mana sih Bee ... kok nggak bales pesan aku.'' lirih Ziell mengusap layar ponselnya.


Padahal yang di uluh'kan tegah menikmati kemewahan nya kembali, setelah sekian lama di miskinkan dengan paksa ... Guntur kini tengah berendam di bathub kamar mandi mewahnya sambil mendengarkan musik dan bernyanyi dengan kencang.


''Ouhh ... senangnya dalam hatiiii, jadi kaya lagiiii ... Oh tetapi ... jangan sampai ... si Jafar tau! Teng teng teng teng teng.''



''Haah ... Begini kali yaa nahan rindu.'' Cicit Ziell sambil bersender di kaca.


Hingga tidak berapa lama, pintu mobil terbuka bersamaan dengan Sultan masuk memakai pakaian yang berbeda.


Ziell menoleh, ''Sudah Kak?'' tanya Ziell sedikit jengkel meningat kejadian di dalam Lift, yang membuat dirinya malu setengah mati.


''Sudah, lama yaaa?''


''Nggak juga.'' cetus Ziell.


Sedangkan Sultan terkekeh melihat raut muka Ziell yang masih kesal padanya lalu mengijak pedal gas untuk mengantar Ziell pulang. Tapi di perjalanan Ziell terlihat murung dan sedikit diam ... membuat Sultan heran dan beberapa kali melirik Ziell yang tengah memandangi ponselnya.


''Apakah ada masalah?'' tanya Sultan pada akhirnya.


''Huuum ... aku lagi khawatir Kak.''


''Soal?''


''Pacarku nggak ada kabar.''


Ciiiiittt!!!


Dhuug!!


Sultan menginjak rem secara mendadak, ia sangat kaget ketika Ziell berbicara soal pacar.


''Astagfirullah ... Kak!''


Sultan menoleh dengan tatapan dingin. ''Sejak kapan kau memiliki pacar?''


Ziell mengerutkan keningnya, menatap kembali pria tampan di depan dengan heran. ''Kakak nanya kenapa melotot gitu?''


Sultan tersadar lalu menetralkan perasaan nya. ''Kheem! Maksud Kakak, sejak kapan kamu punya pacar? kok Kakak nggak tau?''


''Belum lama Kak, baru sebulan lebih mungkin. Tau nggak Kak ... dia it--"


''Aku tidak tau, dan tidak mau tau!'' Cetus Sultan menginjak pedal gas kembali, dengan rasa kesal di hatinya karna niatnya sudah di langkahi oleh orang lain.


''Isshh si Kakak, aku kan belum selesai.''



...🍒🍒🍒...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2