Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 38 : Ada yang terbakar tapi nggak peka.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Hari berlalu begitu cepat ... Ziell melakukan aktivitas seperti biasa, bangun pagi dan berangkat kerja. Namun selama lima hari ini sang pacar tidak ada kabar sama sekali, yang mana membuat Ziell khawatir dan takut terjadi sesuatu pada kekasihnya.


Bukan hanya Guntur yang hilang kabar, Sultan pun entah kemana perginya setelah mendengar jika Ziell sudah memiliki kekasih ... Sultan tidak lagi muncul di hadapan nya.


Di restoran ... di mana Ziell memiliki waktu istirahat dari sejenak pekerjaan nya, ia berjalan ke lantai atas dimana sang atasan berada ... ia akan menanyakan kabar pada Tuan Dave karna setau dirinya jika Tuan Dave adalah sahabat sang kekasih.


Tok. Tok. Tok.


''Tuan Dave.'' panggil Ziell dari luar.


''Masuk.'' jawab Dave tanpa menoleh ke pintu.


Ziell dengan perlahan membuka pintu, ''Tuan Dave, apa aku menggangu?''


Dave menoleh. ''Tidak, ada apa Ziell?''


Ziell berjalan dan berdiri di depan Dave. ''Sebelumnya saya minta maaf kalau saya lancang Tuan, tapi boleh saya bertanya ... kira kira Evan gimana kabarnya yaa? kenapa dia belum masuk?''


Dave terdiam dan berpikir, lalu melihat Ziell dari atas sampai bawah, entah mengapa ada rasa iba melihat sifat lugu dan polos Ziell hingga membuahkan rasa bersalah yang menyeruak dalam hatinya karna sudah memanfaatkan Ziell.


''Dia baik, mungkin ... kenapa nanya sama saya? 'Kan kamu pacarnya.'' Dave mengalihkan pandangan nya ke arah berkas-berkas yang dia pegang.


''Ahhh ...'' Ziell menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Kalau begitu saya pamit Tuan.''


Ziell enggan untuk bertanya lebih, ia lebih baik pergi di bandingkan mengobrol dengan pria pemarah seperti Dave yang akan membuat harinya rusak. Namun baru saja Ziell akan membuka pintu, Dave memanggilnya kembali.


''Ziell.'' Panggil Dave yang tidak tega.


Ziell menoleh, ''Iya, Tuan.''


Dave menuliskan sesuatu di atas kertas lalu merobeknya. "Ini.'' Dave menyodorkan kertas yang dia sobek.


Ziell dengan ragu-ragu mengambil secarik kertas yang di sodorkan oleh Dave lalu bacanya. ''Tempat?''


''Bukan'kah kau ingin tau kabar kekasih mu? temui dia di alamat yang sudah aku tuliskan, besok 2malam kau akan tau kabarnya seperti apa.''


Walau tidak terlalu mengerti, namun Ziell mengangguk dan pergi dari ruangan atasan nya.

__ADS_1


Sedangkan Dave menoleh ke arah pintu saat Ziell sudah keluar. ''Mungkin ini yang terbaik untuk mu, karna jika terlalu dalam kau mencintainya ... maka semakin sakit saat kau tau kenyataan nya.'' Ucap Dave, lalu kembali memeriksa berkas-berkas nya.




Sepulang dari pekerjaan nya, Ziell tidak langsung pulang ke Kos-kosan dan malah pergi ke Kantor di mana Sultan bekerja.


Tidak hanya Guntur yang Ziell khawatirkan, melainkan si pemilik kenyamanan pun di khawatirkan oleh Ziell karna beberapa hari ini mereka tidak bertukar kabar lewat pesan.


Ziell turun dari motor kang Ojol dan membayarnya, ia melihat gedung yang menjulang tinggi di depannya dan teringat waktu Ziell melamar kerja di perusahaan ini, dan Ziell hanya mendapatkan malu karna di usir oleh Scurity.


''Bener ini kantornya.'' Ucap Ziell memasukkan kembali kartu nama yang pernah Sultan berikan.


Ziell tidak akan masuk kedalam karna takut di usir untuk kedua kalinya dan dia hanya menunggu di pinggir gedung saja dekat kang parkir.




A few minutes passed•


Ziell tersenyum dan akan melambaikan tangannya, namun ia urungkan saat Ziell melihat seorang gadis cantik yang berada di sisi Sultan dengan senyuman manisnya dan bergelayut manja di lengan Sultan.


''Siapa wanita itu?'' tanya Ziell pada dirinya sendiri.


Ziell melihat Sultan dengan romantis membuka pintu untuk wanita itu, membuat Ziell sedikit tidak nyaman melihatnya. Ziell pun segera melangkah dengan cepat saat mobil Sultan sudah melaju pergi.


''Stoooop!''


Ziell menghentikan motor sembarangan dan meminta pengendara motor itu untuk membuntuti mobil Sultan.


''Mbak, saya itu bukan tukang Ojek.'' Pengendara itu menolak untuk membantu.


''Saya mohon Mas, itu ... itu ... itu suami saya sama perempuan lain.'' Ucap Ziell dengan asal.


''Beneran itu suami mbak?'' tanya nya memastikan.


''Iyaa cepetan, bisa kehilangan jejak nanti.''


''Hayuu mbak.'' Sang pengendara motor itu dengan semangat membonceng Ziell untuk membuntuti mobil Sultan.

__ADS_1


Hingga mobil Sultan berhenti di depan gedung Pusat kebugaran lalu mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam membawa tas yang sudah ada di bagasi.


Sementara Ziell sedang mengamati mereka berdua dari jarak yang tidak begitu jauh, lalu mengikuti mereka berdua dari belakang karna penasaran.


''Ayo kita latihan kesebelah sana.'' Ajak Sultan saat mereka sudah berganti pakaian dan bersiap untuk berlatih.


"Baik." Jawabnya dengan senyuman.


Sedangkan Ziell bersembunyi di balik tembok. "Siapa wanita gatel itu, apa dia model sikat gigi yang harus tersenyum terus menerus memarerkan giginya pada Kak Sultan" gerutu Ziell membenarkan kecamatanya.


"Hah! Omo ... omo ... omo ... kenapa bokongnya sampai menungging seperti itu! Nggak, ini nggak boleh di biarkan." gerutu Ziell, saat gadis itu tengah mengangkat beban berat dan Sultan membantunya.


Hati dan pikiran Ziell menolak menerima apa yang dia lihat, hingga dia melupakan ke khawatiran nya pada Guntur yang notabennya adalah kekasih hatinya.


Ziell mihat kanan kiri lalu menelusup ke ruang ganti dan mencuri salah satu pakaian dan memakainyq dengan segera, melepaskan kecamatanya, membenarkan penampilannya, dan tidak lupa memakai masker agar tidak ketahuan.


Setelah selesai, Ziell keluar untuk memata matai kelakuan wanita yang mencoba mendekati Sultan dan Ziell pun berpura-pura latihan agar tidak di curigai.


Namun sayang seribu sayang ... setelah Ziell keluar dari ruang ganti, dia tidak melihat Sultan dan wanita itu berada hingga Ziell celingak-celinguk mencari keberadaan dua orang itu.


''Heh kemana merema? Aaahhh percuma donk!'' desah Ziell kecewa dan menghentakkan kedua kakinya dengan kesal.


Ziell masih penasaran siapa wanita itu, kenapa mereka sangat intim sekali hingga membuat hati seseorang terbakar tanpa di sadari.


Entah di sadari atau tidak, Ziell sudah mulai merasakan cemburu pada Sultan jika Sultan berdekatan dengan wanita lain selain dirirnya.


Sementara yang di cari tengah berada di ruang lain, di mana ruangan latihan itu khusus untuk para Vip dan para member lama.


''Gemini, Om tinggal latihan yaa.''


''Oke Om.''


''Bisakan latihan sendiri 'kan?''


''Bisa donk.'' jawab Gemini mengacungkan dua jempolnya, lalu berlatih kembali setelah sekian lama dia tidak berlatih gym karna suatu insiden.



...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2