
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Cinta itu terkadang ada penolakan, terkadang hilang, terkadang tidak dikenali, tetapi pada akhirnya selalu ditemukan penyesalan jika kita lalai menyadari, namun selama cinta itu dihargai dan disimpan layaknya barang berharga, maka cinta itu akan berpihak pada orang yang benar-benar mencintai.
Namun akan berbanding terbalik jika kita menyia-nyiakan orang yang kita cintai, terlebih jika cinta itu sudah hilang dan sudah tidak memiliki kesempatan. Maka hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau didengar, tapi harus dirasakan dengan hati.
"Jadi nggak mau nih ngasih cium?" Tanya Ziell yang masih setia melingkarkan kedua tangannya di leher Sultan. Sedangkan kedua tangan Sultan melingkar di pinggang Ziell, menahan tubuh mungil itu yang sedang bergelantungan bagaikan anak monyet.
"Em em." Sultan menggelengkan kepalanya lalu berbisik, "Aku akan mencium mu setelah kita sah menjadi suami istri." Bisik Sultan dengan nada sensual, membuat bulu dari segala bulu merinding disko dan tersenyum malu-malu.
"Baiklah baiklah, tapi boleh kan mulai besok aku kerja di kantor mu."
"Nggak." Jawab Sultan tegas.
"Kenapa aku nggak boleh kerja?" Ziell cemberut.
"Heii ... apa kau lupa? Pernikahan kita akan di laksanakan sebentar lagi, dari pada kamu kerja lebih baik mempersiapkan dirimu sayang ..."
Ziell makin cemberut karna dia tidak jadi kerja di kantor sang kekasih, padahal angan-angan nya sudah tinggi dan membayangkan betapa asiknya satu pekerjaan dengan orang yang dia cintai.
"Jangan cemberut seperti itu, kamu boleh datang ke kantor sesuka mu, ummmm ... boleh juga temani aku makan siang atau temani aku bekerja."
"Bener yaaa ..."
__ADS_1
Sultan mengangguk dan mencium pucuk kepala Ziell dengan lembut, tanpa mereka berdua sadari jika Guntur melihat interaksi keduanya dari balik pintu yang sedikit terbuka.
Guntur mengepalkan tanganya dengan geram, ia tidak pernah melihat Ziell bermanja kepadanya dulu. Tapi entahlah, apa mungkin dia tidak memperhatikan nya karna dulu dia acuh tak acuh dengan Ziell sebab Ziell berpenampilan Culun dan kampungan.
"Tidak akan aku biarkan." Gumam Guntur dalam hati, lalu pergi karna sudah tidak tahan melihat pemandangan yang begitu menyiksa dirinya.
"Non Ziell ... Non Ziell." Teriak Mulan memanggil majikannya.
"Kak aku di panggil, aku ke bawah dulu yaa."
Cup.
Ziell sempat sempatnya mengecup bibir Sultan sebelum pergi, lalu ia berlari dengan cepat menghampiri Mulan yang sedang mencarinya.
"Non Ziell."
"Iya ... aku di sini."
"Emang kenapa?"
"Itu, Bapak sama ibu sudah di depan. 'kan mau pulang ke Vila katanya."
Ziell menepuk jidatnya lalu melangkah ke lantai bawah, di susul dengan Sultan yang baru keluar dari kamar menuju lantai bawah juga.
β’
Keluarga Bilal sudah bersiap untuk pamit pulang menuju Vila mereka yang terletak di daerah jakarta Selatan, karna Keluarga Bilal memutuskan untuk tinggal sementara di Jakarta sampai pernikahan Ziell selesai.
Papah Agam tidak mau ada kekurangan sedikit pun untuk pernikahan putri kesayangan nya, maka dari itu Papah Agam dan semua keluarganya akan tinggal di Jakarta.
''Kami sekeluarga pamit dulu, kabari jika ada kendala dalam persiapan pernikahan mereka.'' Ucap Papa Agam.
''Baik, nanti aku kabari.'' jawab Mom Kallea.
Mobil keluarga Bilal dengan perlahan melaju meninggalkan pekarangan Mansion, Mom Kaleea dan semua keluarga termasuk Guntur masih berdiri sebelum mobil itu pergi melewati gerbang.
__ADS_1
Guntur yang melihat mobil itu sudah pergi, ia pun berbalik badan melangkah ke dalam rumah, namun langkahnya terhenti saat mom Kaleea memanggil nya.
"Nak, kita perlu bicara sebentar."
Guntur menoleh, "Tidak ada yang perlu di bicarakan, semuanya sudah selesai." Pekik Guntur melangkah ke dalam rumah dengan langkah lebar.
"Kak, apa semua akan baik-baik saja?"
"Jangan khawatirkan dia, khawatirkan dirimu saja dan jaga kesehatan mu."
Sultan mengangguk. "Baik, Kak. Kalau begitu aku pergi ke kantor dulu." Sultan menyalami kedua Kakak nya dan masuk kedalam mobil.
Sedangkan Mom Kaleea dan Dad Ryan masuk kedalam rumah, menyusul Guntur untuk berbicara dari hati ke hati.
Sedangkan di kamar, Guntur tengah membereskan semua pakaian nya ... ia akan pergi dari rumah yang menurutnya bukan rumahnya sekarang.
Setelah selesai, Guntur mendorong kopernya dari kamar, membuat Mom Kaleea dan Dad Ryan terkejut melihat anaknya membawa koper.
''Nak, kau mau kemana?'' tanya Dad Ryan, mencekal tangan anaknya.
''Aku mau keluar dari rumah.'' jawab Guntur tanpa menoleh pada sang Daddy dan menepis tanya Daddy nya.
''Jangan seperti ini.'' Mom Kaleea mencoba untuk membujuk sang anak, "Mom tau ini sangat berat untuk mu, tapi ini semua sudah takdir yang harus kamu terima. Kau dan Ziell tidak berjodoh Nak.''
''Kata siapa? memangnya Mom itu Tuhan yang tau jika aku ini bukan jodohnya Ziell! Mom ... janur kuning belum melengkung Mom, dan Ziell masih bisa membatalkan pernikahan nya jika dia mau kembali padaku.''
''GUNTUR!'' Bentak Mom Kaleea.
''Kenapa Mom.''
''Kali ini kamu harus mengalah! Biarkan Om mu bahagia, tidak ingatkan kamu dulu jika kam--"
''Jika aku apa Mom? asal Mom tau, bukan aku yang merusak pernikahan Om! Tapi Mom lah yang merusak pernikahan adik mu sendiri, kenapa Mom menyalahkan aku atas gagalnya pernikahan Om? jika aku tau Lyvia itu adalah Melody ... mana mau aku berhubungan denganya." Pekik Guntur yang mana membuat Mom Kallea terdiam.
''Kenapa Mom diam? Benarkan perkataan ku, jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan mu Mom.''
''Guntur!''
Guntur melangkah pergi membawa kopernya, ia tidak memperdulikan panggilan sang Ayah yang terus memanggil namanya. sedangkan Mom Kaleea terdiam mendengar ucapan Guntur yang memang benar adanya.
''Apa maksud perkataan Guntur?'' tanya Dad Ryan pada sang istri.
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...