Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 60 : Si Paling Manipulatif.


__ADS_3

Di Antara Kitaโ€ข


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’...


Bandungโ€ข


''Masuk!" Bentak Papah Agam menyeret Ziell untuk masuk kedalam rumah, namun Ziell terus memberontak hingga Papah Agam habis kesabaran.


''Pah, Ziell mohon jangan seperti ini Pah. Ziell juga berhak untuk memilih jalan hidup Ziell sendiri.'' Ziell masih kekeh dengan pendiriannya.


''Kamu sudah berani membangkang, iyaa!''


''Pah, Kak Sultan itu baik! Dia tidak seperti apa yang Papah pikiran.''


"Ada apa ini?" Mama Ella menghampiri suara gaduh di depan pintu masuk. "Astagfirullah. Ziell, sayang ..." Mama Ella sangat terkejut melihat anak perempuan satu-satunya di seret paksa oleh sang suami.


"Pah! Apa yang sedang kau lakukan! Lepaskan putriku." Mama Ella mencoba untuk menyelamatkan Ziell dari amukan sang suami.


''Jangan membela dan menyelamatkan nya, Mah! Aku akan menghukum anak mu ini. Jika perlu, aku akan membuat menara setinggi mungkin untuk mengurungnya agar tidak bisa lagi keluar."


*Othor : Setinggi apa, Gam?


Agam : Setinggi harapan ku padamu Thor.


Othor : Ya ellah*.


โ€ข


"Jangan gila kamu Pah! Ada gila-gila nya kamu ngurung anak mu, memangnya apa yang sudah anak mu perbuat Hah?" tanya Mama Ella membentak. Lalu menyeret tangan Ziell untuk berada di balik punggung nya.


''Anak mu sudah melampaui batas nya! Kau tau, dia sedang bermesraan bersama pria yang jauh dari harapan ku!"


Mama Ella diam sejenak, dalam pikirannya ia menebak jika sang suami sudah mengetahui hubungan antara Ziell dengan Sultan. ''Kenapa kamu marah jika anak mu bermesraan dengan seorang pria? aku rasa itu wajar, asal jangan melampaui batasan saja.''


''Dia itu bukan Mahrom nya, Cinderella!'' Bentak Papah Agam, sudah tersulut emosi karna sang istri membela anaknya yang jelas jelas salah.


''Aku mencintainya, Pah.'' Lirih Ziell yang ada di belakang punggung Mama Ella.

__ADS_1


''Cinta, cinta, cinta! Tau apa kamu tentang cinta? anak baru gede aja udah cinta cintaan.''


Cinta tak selamanya indah, Dek.


"Hah! Anak baru gede?" Gumam Mama Ella dalam hati, lalu melirik ke belakang melihat anaknya dari atas sampai bawah.


Setelah memindai sang anak, kini Mama Ella melihat suaminya. ''Hei, Wan Abud! Anak mu ini sudah umur 24 thn yaa ... bisa-bisa nya kamu bilang anak mu baru gede? Umur segini seharusnya udah menikah.'' Bentak Mama Ella sambil melotot.


Papah Agam terdiam dan melihat anaknya, saking sayang dan menjaga Ziell ... sampai-sampai Papah Agam lupa jika anaknya sudah berumur 24thn.


''Ouh ... gitu yaaa.''


''Astagfirullah!'' Mama Ella menepuk jidatnya.


''Aahhkk, pokonya nggak mau tau! Bawa Ziell ke kamarnya dan jangan sampai dia keluar! Karna kamu dan pria itu tidak akan pernah bersatu.''


''Apa maksud, Papah?'' tanya Ziell.


''Papah sudah memilihkan calon suami yang terbaik untuk mu! Jangan harap kamu bisa bersatu dengan pria dewasa seperti teman mu itu. Papah tidak akan pernah setuju sampai kapan pun.''


''Maksud Papah, Ziell sudah di jodohkan? dengan siapa?'' Ziell terkejut bukan main.


Jederrr!!!


Bak di sambar petir di siang hari yang sangat trik. Ziell dan Mama Ella sangat terkejut mendengar perkataan Papah Agam yang akan menikahkan Ziell dengan Guntur.


''Tidak! Ziell tidak mau menikah dengan pria brengsek itu.''


''Ziell! Jaga mulut mu, tidak baik menghina orang!'' Bentak Papah Agam.


''Asalamualaikum.'' Guntur mengucapkan salam, di mana ketiga orang itu masih beradu argumen. ''Ziell, kamu sudah pulang?'' tanya Guntur dengan ceria, melihat Ziell ada di depannya.


Tapi Ziell yang melihat wajah pria yang sangat dia benci, membuat Ziell mengepalkan kedua tangannya dengan emosi.


''Ini ... Ini orang yang mau Papah jodohkan dengan Ziell? pria brengsek ini yang mau Papah jodohkan dengan putri kesayangan mu!'' Ziell berteriak sambil menunjuk Guntur dengan berani.


''Asal Papah tau, kalau dia pernah menghina Ziell dan mempermainkan perasaan Ziell.''

__ADS_1


Guntur terdiam, ia tidak menyangka jika Ziell akan mengatakan semuanya. Guntur menelan salivanya susah payah dan berharap jika Ziell tidak akan berbicara apa yang sudah mereka lalui.


''Pah, tolong kali ini saja biarkan Ziell memilih jalan untuk Ziell sendiri.''


Ziell memohon dan menceritakan apa yang pernah ia alami ketika berada di Jakarta, termasuk perlakuan Guntur padanya yang menjadikan dia bahan taruhan bersama teman teman nya hingga tragedi penghinaan itu.


Setelah Ziell selesai mengatakan semuanya, namun reaksi Papah Agam dan Mama Ella hanya biasa saja. Sedangkan Guntur tersenyum dalam hati, ia sudah mengantisipasi kejadian ini ... hingga Guntur lebih awal menceritakan semua nya pada Papah Agam dan Mama Ella.


Jika dirinya terpaksa melakukan itu karna dia di usir oleh sang Ibu, dan dia tidak memiliki uang sepeserpun hingga taruhan itu terjadi begitu saja.


Guntur benar-benar memanipulatif dan mengarang separuh kebenaran hingga membuat Papah Agam dan Mama Ella iba padanya.


Walau awalnya Papah Agam sangat marah, namun Papah Agam melihat ketulusan Guntur dan ada niat untuk merubah diri menjadi lebih baik. Maka dari itu Papah Agam dan Mama Ella sudah memaafkan Guntur begitu saja.


''Papah sudah tau.'' jawab Papah Agam.


Ziell melototkan kedua matanya tak percaya. ''Jika Papah sudah tau, kenapa Papah masih membiarkan pria brengsek ini ada di sini?''


''Apa salahnya memberikan kesempatan kedua? Toh Evan sudah berubah menjadi lebih baik, dan mau menebus kesalahan nya.''


Mama Ella hanya diam, ia tidak bisa berkata apa apa ... karna dia pun menyukai Guntur yang dia kira Evan.


''Papah Egois!'' Ziell berlari ke kamarnya dengan perasaan kecewa, bagaimana kedua Orangtua nya bisa memaafkan orang yang sudah membuat hati nya hancur.


Guntur yang melihat perdebatan itu menundukkan kepalanya dengan sedih, ia merangkup kedua tangannya di hadapan Mama Ella dan Papah Ziell.


''Mah, Pah ... sekali lagi maafkan aku yang sudah melukai hati putrimu, maafkan aku karna sudah berlaku bodoh dan menyia-nyiakan cinta yang tulus dari putri kalian.''


''Tidak apa, kembali 'lah ke kamar mu. Kita bicarakan lagi besok pagi.''


Papah Agam sudah tidak bisa melanjutkan perkara ini, hari ini ia sudah cukup penat dengan permasalahan kantor, di tambah permasalahan Ziell yang menjadi putri pembangkang.


Papah Agam berpikir jika dirinya harus segera mempersatukan Ziell dengan Evan. Toh jika mereka tidak saling mencintai, Papah Agam yakin jika mereka sudah menikah pasti akan tumbuh cinta seiring dengan waktu.


Seperti dirinya dengan Cinderella dulu, mereka berdua menikah tanpa adanya cinta ... tapi lambat laun mereka saling mencintai hingga sampai saat ini.


โ€ข

__ADS_1


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2